Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Nafsu Liarku Kulampiaskan dengan Pembantuku yang Ganteng (1)

Di rumah aku tinggal dengan seorang pembantu baru, cowok seusiaku. Cowoknya tinggi, lumayan ganteng, malah terlalu ganteng untuk jadi pembantu, harusnya jadi cover boy. Aku tertarik padanya karena dia type cowok idaman buatku. Aku kerap kali membayangkan bercinta dengannya, memekku dienjot kontolnya yang dari luar celananya kelihatan menggembung, pertanda kontolnya besar.

Satu hari, aku tidak kerja sehingga dirumah seharian. Karena cuaca cukup panas aku cuma pake daster yang mini dengan bra tipis kesukaanku, sehingga dadaku bergerak kalau jalan. Saat papasan dengan dia kulihat matanya lekat menatap toketku yang menantang itu tapi aku tak perduli.

Sambil mencari udara segar aku duduk di meja makan membaca koran setelah menyantap makan pagi. Dia sedang ngepel di ruang makan. Aku sengaja mengangkangkan pahaku, sehingga dasterku yang mini itu makin tersingkap ke atas dan pastinya cd-ku akan bisa dilihat dengan jelas oleh dia yang sedang ngepel itu. Aku panggil dia dan saya suruh berdiri di sampingku karena dia dari tadi melotot melihat paha dan cd-ku walaupun aku tidak melihatnya karena terhalang meja makan. Karena dia memakai celana kolor kelihatan sekali kalo kontolnya ngaceng melihat busana yang aku pakai.

Tanpa menunggu lama kemudian tangannya saya arahkan ke paha  dan aku suruh mulai rabaan di pahaku. Paha makin kukangkangkan karena aku tau pasti dia sedang suka mengelus pahaku. Aku jadi menggeliat karena rabaannya pada paha bagian dalam, “Aah”, erangku, karena napsuku mulai naik.

Karena sudah tidak tahan, tanpa banyak tanya kupeloroti celananya dan kumainkan kontolnya dengan tanganku memilin, memutar  dan kukulum ujungnya penisnya yang dari tadi menatangku.   Dia sangat kaget waktusaya panggil, apalagi dengan aksiku karena  yang berani mengulum penisnya tanpa minta ijin darinya.

“Kenapa Non, napsu ya”, katanya.  “Tanganmu nakal sih”, kataku terengah. “Abis kamu nantang duluan sih. Udah tau aku lagi ngepel pake ngangkangin paha segala”, jawabnya. Setelah sekian lama memainkan kontolnya aku lepaskan dan dia gantian mengelus pahaku. Makin  makin lama makin naik ke atas.

Kini tangannya mulai meraba dan meremes memekku dari luar cd-ku, Aku semakin terangsang karena ulahnya, “Aah,  jadi napsu nih”, erangku. “Iya non, cd kamu udah basah begini. Kamu ternyata nafsunyaa besar ya. Aku mau ngentot denganmu”, katakua terus terang. Dia terdiam mendengar ajakanku yang to the point itu. Aku yakin kontolnya pasti udah ngaceng berat.

Terasa jarinya menyusup kedalam cd-ku lewat samping. Memang aku pake cd yang minim sekali sehingga dia mudah mengakses memekku dari samping cdku. Aku duduknya menjadi setengah melorot sehingga dasterku makin terangkat keatas, membebaskan selangkanganku. Dia makin nakal ulahnya, pahaku makin dikangkangkannya dan terasa hembusan napasnya yang hangat di pahaku. Dia mulai menjilati pahaku, dari bawah bergerak perlahan keatas sambil digigitnya pelan.

Menjadi ratu seks di tempat tidurAku menggigil menahan geli saat lidahnya menyelisuri pahaku. “ahhh, kamu pinter banget ngerangsang kataku terengah. CD ku yang minim itu dengan mudah disingkirkan disingkirkan kesamping dan tak lama kemudian terasa lidahnya menghunjam ke memekku yang sudah sangat basah.

Aku hanya pasrah saja atas perlakuannya, aku hanya bisa mengerang karena rangsangan pada memekku itu. Lidahnya menyusup ke dalam memekku dan mulai bergerak keatas. Aku makin mengejang ketika dia mulai menjilati itilku. “Aah aku sudah pengen dientot nggak tahan”, aku mengerang saking napsunya.

Dia menghentikan aksinya, berdiri dan aku menarik dia berdiri. Karena rumah sedang sepi, aku langsung memeluk dan mencium bibirnya dengan penuh nafsu. Lidahnya menerobos bibirku dan mencari lidahku, segera aku bereaksi yang sama sehingga lidah kami saling membelit didalam mulutku. Pelukannya makin erat, Terasa ada sesuatu yang mengganjal diperutku, kontolnya rupanya sudah ngaceng berat seperti dugaanku.

Tangannya mulai bergerak kebawah, meremas pantatku dari luar dasterku, sedang tangan satunya masih ketat mendekapku. Aku menggelinjang karena remasan dipantatku dan tekanan kontolnya yang ngaceng itu makin terasa diperutku. “Aah”, lenguhku sementara bibirku masih terus dikulumnya dengan penuh nafsu juga.

Lidahnya kemudian dikeluarkan dari mulutku, bibirku dijilati kemudian turun ke daguku. Tangannya bergeser dari pantatku ke arah memekku, “Aah”, kembali aku mengerang ketika jarinya mulai mengilik memekku dari luar cdku. Lidahnya mengarah ke leherku, dijilatinya sehingga aku menggeliat kegelian.

Sementara itu jarinya sudah menyusup kembali ke dalam cd-ku lewat samping dan mulai mengelus memekku yang sudah sangat basah itu dan kemudian menjadikan itilku sasaran berikutnya. Digerakkannya jarinya memutar menggesek itilku. Aku menjadi lemes dan bersender dipelukannya. “kekamarku aja yuk”, ajakku sambil menyeret tubuhnya yang kuat itu kekamarku.

Di kamar kudorong dia  dengan keras sehingga terbaring di ranjang, dengan posisi kontol menantang, karena celananya sempat aku tarik sehingal kelihatan celanda dalamnya yang seksi. Sementara aku mengunci pintu kamar dan korden jendela kuditutup sehingga ruangan menjadi agak gelap. Dia segera kuhampiri, cdnya kutariknya sehingga lepas dan kelihatan kontolnya yang makin mengeras dan kelihatan makin menantangku dengan jembut lebat sekali. Saya tak tahan mulai menggarap kontolnya. Kulanjutkan aksi oral seks yang kulakukan pertama, kemudian saya minta posisi oral seks 69 dengan aku diatas. Kurasakan  Jembutku disingkirkannya dan langsung saja mulutnya menyosor memekku lagi. Bibir memekku diemutnya, lidahnya menyyusup masuk melalui bibir   memekku.  Lidahnya mulai menjilati itilku, perutku mengejang karena menahan kenikmatan rangsangannya. “Aah terus, enak”, teriakku. Kepalanya kutekan dan kujepit dengan pahaku agar dia tidak melepaskan aksinya  sehingga menempel erat di memekku.

Lidahnya makin seru saja mengilik memek dan itilku kontolnya yang besar dan panjang, berdiri tegak karena sudah ngaceng berat membuatku tak kuasa menahan nafsuku. Setelah puas melakukan aksi oral, aku menelungkup dipinggir ranjang, saat itu aku masih memakai daster miniku. Dia memposisikan dirinya dibelakangku, punggungku didorong sedikit sehingga aku menjadi lebih nungging. Pahaku digesernya agar lebih membuka. Kuperintahkan segera menggenjot kontolnya ke dalam memek. Sekarang dengan posisi doggy style. Sambil dia menggenjot kuperintahkan dia meremas pantat dan payudaraku, sementara tanganku meremas bokongnya.

Setelah puas dengan gaya doggy style kali ini dia aku ingin bercinta woman on top dengan aku yang di atas. Dengan posisi aku di atas kumasukan kontolnya dan kugenjot masuk ke dalam memeku. Sungguh terasa nikmat posisi seperti gaya naik kuda ini. Sambil berayun bak naik kuda kujambak dan kuremas punggungnya. Kemudian dia aku dorong untuk ganti gaya dengan aku tetap di atas.

Kali ini aku menindihnya sambil menjepit pahanya. Tangannya aku cengkeram dan aku kunci seperti aku sedang memperkosanya.  Sekali lagi pantatku aku goyang membuat dia tak kuasa menahan birahinya. Aku menggelinjang ketika kontolnya menggesek memekku. Memekku yang sudah sangat licin itu membantu masuknya kontol besarnya dengan lebih mudah. Kepala kontolnya sudah terjepit di memekku. Terasa sekali kontolnya sesek mengganjal di selangkanganku. “Aah, gede banget kontolmu”, erangku.

Aku tak mau tingga diam saja, malah terus mendorong kontolnya masuk ke dalam memeku semakin dalam. Aku menggeletar ketika kontolnya masuk makin dalam. Nikmat banget rasanya kemasukan kontolnya yang besar itu. Kemudian aku menarik kontolnya keluar dan kumasukanlagi dengan pelan juga, gerakan keluar masuk kontolnya makin cepat sehingga akhirnya dengan satu hentakan kontolnya nancep semua di memekku. Wuih …. nikmatnya. “Aah, enak banget kontolmu”, jeritku. “memekmu juga peret banget Non.  “Huh”, dengusku ketika terasa kontolnya nancep semua di memekku, Terasa biji pelernya menempel ketat di pantatku.

Memekku terasa berdenyut meremes-remes kontolnya yang nancep dalem sekali karena panjangnya. Kali ini aku sambil duduk tetap menguasai permainannya. Tangannya yang tadinya memegang pinggulku mulai menyusup kedalam dan meremes toketku dengan gemesnya. Dia menjadi menggelinjang karenanya, sementara itu enjotanku keluar masuk kontolnya makin kupercepat sehingga dia makin menggelinjang dan menggeliat keenakan.  Dia mencoba ganti posisi di atas tapi karena aku tindih dan tangannya aku kunci dia tak bisa apa-apa. Lebih nikmat  jika aku menguasai daripada dia yang pegang kendali. Itulah mengapa setiap bercinta aku yang harus pegang kendali supaya mendapat kenikmatan seperti yang kuinginkan.  Saat tubuhku makin bergetar merasakan gesekan kontolnya yang kupercepat di memekku. Keluar masuknya kontolnya di memekku makin lancar karena cairan memekku makin banyak, seakan menjadi pelumas kontolnya.

Akhirnya aku menelungkup di badannya dan kucium lehernya dan kugigit. Dia menjadi menggelinjang kegelian. Pinter banget aku merangsang dan memberi aku nikmat yang luar biasa. Toketku dilepaskannya dan tangannya menarik wajahku agar menengok ke belakang, kemudian bibirku segera diciumnya dengan napsunya. Lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku.

Tangannya kembali menyusup kedalam pahaku dan meneruskan tugasnya meremes toketku. Sementara itu aku tetep genjot keluar masuk dengan cepat dan keras. Jembutnya yang kasar dan lebat itu berkali menggesek pantatku ketika kontolnya nancep semuanya di memekku. Aku menjadi mengerang keenakan berkali-kali, ini menambah semangatnya untuk makin mgencar mengenjot memekku. Sementara tanganku mencengkeram punggungnya membuat dia makin beringas.

Pantatku mulai bergerak mengikuti irama enjotan kontolnya. Pantatku makin cepat bergerak maju mundur menyambut enjotan kontolnya sehingga rasanya kontolnya nancep lebih dalem lagi di memekku. AKu makin keras saja mengenjot memekku ke kontolnya.

Aku tersentak. Perutku terasa kejang menahan kenikmatan yang luar biasa. Bibirnya kembali kulumatnya, dia membalas melumat bibirku juga, sementara gesekanku ke kontolnya pada memekku tetep saja terjadi. Akhirnya aku tidak dapat menahan rangsangan lebih lama, memekku mengejang dan “nyampe aah”, teriakku. Memekku berdenyut hebat mencengkeram kontolnya sehingga akhirnya, kontolnya mengeluarkan lava pijar. Terasa banget spermanya yang anget menyembur menyirami memekku. Kontol kulepas  seiring ngecretnya spermanya. Akhirnya aku ambruk keranjang dan aku menindihnya. Napasku memburu, demikian juga napasnya. Kontolnya terlepas dari jepitan memekku sehingga terasa spermanya ikut keluar mengalir di pahaku. Dia segera telentang diranjangku sementara aku menindih.

Saat berbaring kutindih dia kujilati kontolnya yang penuh dengan seperma. hmmm seperti menjilat es krim rasanya. Kontolnya yang masih meregang itu kukocok lagi membuatku semangat untuk mengulumnya. Rupanya kontolnya dia masih tegang dan kuat. Kesempatan ini tak kusia-siakan untuk meremas, menjilat dan mengulum kontolnya. Dia makin terkapar dan menggelinjang, yang makin membuatku bersemangat. Kujilati mulai dari ujung ujung penisnya, batang kontolnya sampai buah pelirnya tanpa tersisa sedikitpun sperma yang menempel di kontolnya. Selang beberapa saat sepertinya dia tak kuasa menahan aksi liarku, yang akhirnya spermanya untuk kedua kalinya muncrat mengenai wajahku. Seakan tak menyiakan kesempatan ini sekali lagi kukocok kontolnya dengan tanganku dan sampai benar keluar spermanya, sementara asik kujilati dan kumasukkan kontolnya ke dalam mulutku untuk kusedot sekali lagi sampai spermanya kutelan hmmmm benar-benar nikmat, dan dia terkapar makin tak berdaya. Kali ini ini dia benar-benar terkapar dan takluk di hadapanku. Dan aku puas karena membuat dia terkapar. Sementara dia masih terkapar, kutindih dan kuciumi dan diapun membalasnya sambil memelukku dengan erat … sungguh indah … Kuajak dia ke kamar mandi sambil persiapan mengajaknya dia ke ronde kedua …

Siap-siap ke ronde kedua …. bersambung  —–

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 25 April 2012 by in Cerita Seks and tagged , , , , .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,881,232 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
April 2012
M S S R K J S
« Mar   Mei »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d blogger menyukai ini: