Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Nafsu Liarku Kulampiaskan dengan Pembantuku yang Ganteng (2)

Tak terasa kami bertempur hingga sore hari. Setelah ronde pertama usai kami beristirahat sejenak sambil tiduran. Kemudian dia bangun dan masuk kamar mandi di dalam kamarku. Terdengar mandi dia rupanya sedang membersihkan dirinya, sementara aku masih saja telentang di ranjang menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja aku rasakan.

Aku segera menyusulnya dan melihat sedang di cermin kamar mandi.  Dari belakang sungguh suatu pemandangan yang indah bagiku. Melihat pantatnya aku terangsang apa lagi melihat kontolnya yang gede walau posisi tidak ngaceng. Dia kaget saat aku sudah di belakang, sementara dia asik membersihkan membasuh kontolnya  dengan handuk.

Tanpa banyak bicara kuremas bokongnya. Aku mulai menciumi lehernya dan meremas bokongnya. Dia menggelinjang dan mulai terangsang saat aku menggerayangi kontolnya. Kubelai dadanya dan dia kubalikkan sehingga sekarang kami berhadapan. Sambil di kusandarkan pada dinding bibirnya segera kucium, dan lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Sementara tanganku sibuk meremas kontolnya dan bokongnya diapun merespon tangannya mulai meremes toketku dengan gemes. Kemudian dia saja ajak kembali ke kamar mandi. Sempat dia menolak, namun kutarik kontolnya diapun pasrah. Di bawah shower kugarap lagi. Dengan shower menyala kami bergumul. Rupanya dia mulai terangsang.  Sambil bersandang di dinding kami berciuman dan aku memegangi kontolnya yang sudah ngaceng.

Dia melepaskan bibirku tetapi lidahnya terus saja menjilati bibirku, daguku, leherku dan akhirnya toketku. Kemudian

Toketku yang sebelah lagi diremesnyanya dengan gemes. Jarinya menggeser kebawah, keperutlu, Puserku sehingga aku makin menggelinjang kegelian. Akhirnya jembutku dielusnya, tidak lama karena kemudian jarinya menyusup melalui memainkan itilku. Pahaku otomatis kukangkangkan untuk mempermudah dia menggrayangimemekku. “Aah”, aku melenguh saking nikmatnya.dia jongkok, pentilku yang sudah mengeras dijilatinya kemudian diemutnya dengan rakus. Aku menggeliat-geliat karena nafsuku makin memuncak juga. “Aash, kamu nafsu banget sih, tapi aku suka banget”, erangku. Terasa lebih nikmat karena shower tetap kami nyalakan dengan kondisi hangat. wowwwww .. nikkmat sekali. Kepalanya kutekan teras ke dalam memeku sehingga dia tahu aku ingin merasakannya lebih lama.

Kemudian kami pindah ke bathtub,  seperti biasa dengan posisi oral seks favouritku 69, aku  membalik posisinya sehingga kepalanya ada di memekku, otomatis kontolnya yang sudah ngaceng ada didekat mukaku. Sementara dia sibuk dengan memek dan itilku dengan lidahnya, kontolnya kuremes dan kukocok, keras banget kontolnya. Kepalanya mulai kujilati dan kuemut pelan, lidahnya makin terasa menekan itilku sehingga pantatku terangkat dengan sendirinya.

Lama aku menikmati dan mengemut kontolnya. Sempat dia ingin membalikkan badannya dan ingin menelungkup diatasku, tapi karena aku kunci pantatnya aku tahan dengan tanganku dan kepalanya aku jepit dengan pantatku dia tidak bisa bergerak. Dengan begitu dia di bawah kendaliku. Sepertinya dia ingin memaksa tapi karena posisi di atas tapi tak kuasa melawanku. Jangan harap dia bisa diatas. Aku selalu ingin bercinta dalam posisi mengendalikan bukan aku yang di kendalikan.

Setelah puas beroral seks 69, aku memintanya di duduk sementara aku dipangkuannya mengangkang diantara kedua kakinya. Sampai di sini kontolnya aku masukkan di memekku dan aku mulai menekennya masuk kedalam. Setelah nancep semua, aku mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Sementara Bibirnya kembali  aku lumat dengan penuh nafsu, sementara itu terasa banget kontolnya mengisi seluruh ruang memekku sampe terasa sesek karena semakin meregang. Nikmat banget ngentot sama dia. Aku menggeliatkan pantatku dan dia mengiringinya dengan enjotan kontolnya itu.

Dia lalu memelukku dengan erat. Aku sedikit berdiri supaya dia bisa memainkan kontolnya yang masih ngaceng itu masuk ke memekku. Aku menurunkan badanku sehingga sedikit kontolnya mulai ambles lagi di memekku. Aku menggeliat merasakan nikmatnya kontolnya mendesak masuk memekku sampe nancep semuanya. Jembutnya menggesek jembutku dan biji pelirnya terasa menyenggol pantatku.

Aku mulai menaik turunkan badanku mengocok kontolnya dengan memekku. Dia mengemut pentilku sementara aku aktif bergerak naik turun. Nikmat banget, kayanya lebih nikmat dari tadi. “Aah, enak banget deh, lebih nikmat dari yang tadi”, erangku sambil terus menurun naikkan badanku mengocok kontolnya yang terjepit erat di memekku.

Memekku mulai berdenyut lagi meremes kontolnya, gerakanku makin liar, aku berusaha menancepkan kontolnya sedalam-dalamnya di memekku sambil mengerang. Tangannya memegang pinggulku dan membantu agar aku terus mengocok kontolnya dengan memekku.

Aku memegang lehernya supaya bisa tetep mengenjot kontolnya, denyutan memekku makin terasa kuat, dia juga melenguh saking nikmatnya’ “Non, empotan memekmu kerasa banget deh, mau deh aku ngentot ama kamu tiap hari”. Akhirnya aku gak bisa menahan rangsangan lebih lama dan kemudian aku terduduk lemas dipangkuannya.

Hebatnya dia belum keluar  juga, kayanya ronde ketiga ini membuat dia bisa ngentot lebih lama sambil terus memelukku. Pelan dia mengangkat badanku dari pangkuannya sehingga aku berdiri, kontolnya lepas dari jepitan memekku. Kontolnya masih keras dan berlumuran cairan memekku. Walaupun aku sudah kjeluar tenagaku masih kuat untuk meladeni pergumulan dengan dia. Aku gitu loh …. pantang menyerah dengan lelaki dalam bercinta.

Masih di bathtub aku ganti posisi nungging karena aku juga doyan banget dengan doggie style. Tapi kali ini aku posisi setengah berdiri dengan bertumpu pada pinggir bathtub. Rupanya dia tanggap tanpa komandoku dia menjilati kudukku sehingga aku menggelinjang kegelian, perlahan jilatannya turun ke punggung. Terus turun ke pinggang dan akhirnya sampai dipinggulku pantatku. Sambil menjilati pantatku tangannya meremas pentilku. Otot perutku terasa tertarik karena rangsangan jilatan itu.

Mulutnya terus menjilati, yang menjadi sasaran sekarang adalah tetap pantatku, diciuminya dan digigitnya pelan. Apalagi saat lidahnya mulai menyapu daerah sekitar lubang memekku. Geli rasanya. Jilatannya turun terus kearah memekku, kakiku dikangkangkannya supaya dia bisa menjilati memekku dari belakang, Aku lebih menelungkup sehingga pantatku makin menungging dan memekku terlihat jelas dari belakang.

Dia menjilati memekku, sehingga kembali aku berteriak minta segera dientot, “Nakal deh kamu, ayo dong cepetan dientotnya” Pintaku. Dia berdiri dan memposisikan kontolnya dibibir memekku dan dienjotkannya kedalam dengan keras sehingga nancep semua dengan sekali enjotan. Dia mulai mengenjot memekku dengan kontolnya, makin lama makin cepat.

Aku kembali menggeliatkan pantatku mengimbangi enjotan kontolnya dimemekku. Jika dia mengejotkan kontolnya masuk aku mendorong pantatku kebelakang sehingga menyambut kontolnya supaya nancep dalam di memekku. Toketku berguncang ketika dia mengenjot memekku.

Dia meremas toketku dan memlintir pentilnya sambil terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk. “Terus, nikmat banget deh”, erangku lagi. Enjotan berjalan terus, sementara itu aku mengganti gerakan pantatku dengan memutar sehingga efeknya seperti meremes kontolnya. Dengan gerakan memutar, itilku tergesek kontolnya setiap kali dia mengenjotkan kontolnya masuk.

Kami sempat ganti posisi cowgirl dengan tumpuan pinggir bathtub, kutelentang dia dan aku naiki dia. Dengan enjotan naik turun kutekan mememku dengan kontolnya. Terasa banget kontolnya yang besar menyentuh dinding memekku.

Dengan sisa tenaga yang kumiliki kutelentangkan dia dia bathtub dan segera aku menaiki tubuhnya yang sudah terkapar besamaan dengan ngacengnya kontol yang semakin menantang. Sedangkan Pahaku dikangkangkannya dan segera aku  memasukkan kembali kontolnya di memekku. Kontolnya dengan mudah meluncur kedalam sehingga nancep semuanya karena memekku masih licin karena cairan yang berhamburan ketika aku orgasme. Dengan posisi woman on top lagi kugarap dia dengan genjotan buas bak macan betina beringas. Kuremas dadanya, kujambak dia, semantara tangan kananku mencengkeram pahanya yang kunaiki. Aku tak kuasa menahan kenikmatan sehingga tanganku tak mau diam. Sambil berpegangan pad pinggir bathtub aku masih bisa menggenjot dan menungganig dia. Kali ini dengan enjotan berirama. Dengan cara ini membuat kami bercinta lebih lama dan tidak menguras tenaga. Ini juga memungkinkan dia memulihkan tenaga karena sejak tadi aku yang selalu diatas. Dengan begitu disaat aku capai bisa bergantian posisi dia di atas.

Denyutan memekku makin terasa keras, diapun melenguh, “Non, nikmat banget empotan memek kamu”. Akhirnya kali ini aku pasrah, aku mau orgasme lagi dengan lenguhan panjang, “Aah nikmatnya, aku puassssss”. Otot perutku mengejang dan aku ambruk ke pinggir karena lemesnya. Dia mencabut kontolnya dari memeku dan dia memagang kontolnya. Rupanya mau keluar tapi di tahan, dia terkapar juga dengan kondisi duduk di bathtub. Hahaha … KO rupanya. Tak mau melihat dia letoi kupegang kembali kontolnya yang keluar sedikit spermanya sambil memulihkan tenagaku sekali lagi kugarap kontolnya dengan penuh semangat. Kujilati spermanya, kusedot dan kuremas walau dia menggelinjang kegelian dan kukocok lagi, akhirnya si kontol itu tetap tegang berdiri.

Karena aku sudah lemas dan tenagaku mulai terkuras aku minta gantian dia yang di atas. Dia mulai mengenjotkan lagi kontolnya keluar masuk. Hebat sekali staminanya, kali ini aku yang gantian pasrah dan terkapar. Aku hanya bisa terkapar menikmati sisa kenikmatan dan rangsangan baru dari enjotan kontolnya. Dia terus mengejotkan kontolnya dengan cepat dan keras. Dia kembali menciumi bibirku, leherku dan dengan agak membungkukkan badan dia mengemut pentilku.

Sementara itu enjotan kontolnya tetap berlangsung dengan cepat dan keras. Aku agak sulit bergerak karena dia agak menindih badanku, keringatku sudah bercampur aduk dengan keringatnya. Enggak tau sudah berapa lama dia mengentoti ku sejak pertama tadi. Dia menyusupkan kedua tangannya kepunggungku dan menciumku lagi.

Kontolnya terus saja dienjotkan keluar masuk. Pertutku mengejang lagi, aku heran juga kok aku cepet banget mau nyampe lagio dientot dia. Aku mulai menggeliatkan pantatku, kuputar mengimbangi enjotan kontolnya.

Memekku makin kuat mencengkeram kontolnya, pantatku terkadang terangkat menyambut enjotannya yang keras, sampe akhirnya aku tak kuat mengahan orgasme. Dia dengan gencarnya mengenjotkan kontolnya keluar masuk dan, “Aah aku nyampe lagi”, aku berteriak keenakan.

Berbarengan dengan itu terasa sekali semburan spermanya yang kuat di memekku. Kami sama-sama terkulai lemes, lebih-lebih aku karena aku udah orgasme 3 kali sebelum dia akhirnya kontolnya muncrat dimemekku. Namun itu hanya sesaat karena aku ingin menikmati spermanya.  Untuk itu kemudian dia saya suruh bediri di pinggiran bathtub. Aku yakin kontolnya belum mengeluarkan sperma yang banyak karena aku merasakan sekali semburan. Kontolnya yang masih ngaceng dan terlihat masih terlihat spermanya langsung saja belum sempat dia duduk kupegang kontolnya dan kulijati spermanya dan memainkan kontolnya agar spermanya keluar lagi.

Dia makin terkapar dan menggelinjang, yang makin membuatku bersemangat. Kujilati mulai dari ujung ujung penisnya, batang kontolnya sampai buah pelirnya tanpa tersisa sedikitpun sperma yang menempel di kontolnya. Selang beberapa saat sepertinya dia tak kuasa menahan aksi liarku, yang akhirnya spermanya untuk kedua kalinya muncrat mengenai wajahku. Seakan tak menyiakan kesempatan ini sekali lagi kukocok kontolnya dengan tanganku dan sampai benar keluar spermanya, sementara asik kujilati dan kumasukkan kontolnya ke dalam mulutku untuk kusedot sekali lagi sampai spermanya kutelan hmmmm benar-benar nikmat, dan dia terkapar makin tak berdaya.

Sambil dua bergumam “Kamu kuat banget deh ngentotnya, mana lama lagi. Nikmat banget ngentot ama kamu. Aku pun membalasnya Kapan kamu ngentotin aku lagi”, kataku.

“Kalo ada kesempatan ya aku sih mau aja ngentotin kamu.  Sambil berpelukan kamipun mandi di dalam bathtub. Tak terasa menunjukkan hampir jam 7 malam. Kami bercinta Ronde ke dua hampir berjalan tiga jam. Pantas saja badan ini terasa pegal semua. Belum lagi ronde pertama dengan lama yang hampir sama. Benar-benar pertarungan yang melelahkan tapi bikin nikmat.

Sebelum dia berpamitan keluar kamar mandi dan menciumku aku menantangnya nanti malam bercinta lagi. Sambil tersenyum dia melumat bibirku. “Pasti” Jawabnya. … “Yesss” …. Jawabku. Akan kugarap lagi dia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 1 Mei 2012 by in Cerita Seks and tagged , , , .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 205 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,863,587 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
Mei 2012
M S S R K J S
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: