Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Nafsu Liarku Kulampiaskan dengan Pembantuku yang Ganteng (3)

Malemnya, aku sudah terbangun, dan aku segera menuju kamarnya. Malam ini
aku menagih janjinya minta nambah lagi bercinta malem ini. Dia kaget dan melihat kedatanganku. Rupanya dia belum tidur dia bilang puas ngentot denganku tadi siang. “Kalau puas kenapa tidak menyusul ke kamarku “kataku setengah marah. Aku juga tidak akan menolak ajakannya karena aku juga menginginkannya.

Aku memeluk tubuhnya dan aku hanya terbalut bh tipis dan cd lingerie seksi minim warna merah. Aku biasa tidur hanya pake cd bahkan kadang telanjang saja karena lebih nyaman.  Rupanya dia tahu aku menginginkannya. “aku pengen ngerasain empotan kontolmu  kamu lagi ya, boleh kan”, kataku.Tanpa menunggu jawabnya kugarap bibirnya. Dia berbaring telentang di ranjang, dan sepertinya dia belum siap dengan seranganku yang mendadak. Sambil jongkok di atasnya dan menciuminya, tangannya mengusap-usap dan menggarayangi punggungku.

Bibirnya kukulum, ”Hmmmhh… hmmhhh…” dia mendesah-desah. Setelah puas melumat bibir dan lidahnya, aku mulai bergerak ke bawah, menciumi dagunya, lalu lehernya. Kaosnya kusingkapkan dari bawah lalu kuciumi dadanya. “Hmmmhhh… aduh non enak ..” rintihnya. Dia terus mendesah sementara aku mulai menciumi perutnya, lalu pusarnya, sesekali dia berteriak kecil kegelian.

Kutelanjangi dia akhirnya risleting celana pendeknya kubuka, kusingkapkan cdnya, kontolnya yang sudah ngaceng berat kupegang dan kukocok kontolnya dengan penuh nafsu, “Ahhhhh… Hhhh…. Hmmhmh… Ohhh non…” dia cuman bisa mendesah doang. Kontolnya langsung kukenyot-kenyot, sementara dia meremas-remas rambutku saking enaknya, “Ehmm… Ehmm…” Kuremas, kujilat dan kukulum kontolnya sampai muluku terasa tidak muat karena besarnya. Kumainkan, kukocok dan kujilat ujung, batang kontolnya bahkan sampai pelirnya tidak ketinggalan. Lidahku lihai menari-nari di sekitar kontolnya. Mungkin sekitar 5 menitan aku ngemut kontolnya, kemudian aku bilang, “Sekarang giliran kamu yach?” Dia cuma tersenyum, lalu bangkit  aku sekarang yang ganti tiduran. Ini tidak berlangsung lama, karena aku tidak tahan jika aku tidak liar dan berada di atas. Aksi emut kontol adalah wajib yang harus kulakukan karena memberikan sensasi dan kenikmatan sendiri bagiku. Apalagi jika melihat dia terangsang dan menikmatinya membuat semangat memainkan kontolnya makin menggebu

Saat aku diatas Dia mulai cium bibirku, Dia pun mulai menciumi leherku sementara tangannya meraba-raba toketku dan diremasnya. “Hmhmhhm… Hmhmhmh…” ganti aku yang mendesah keenakan. Apalagi ketika dia menjilati pentilku yang tebal dan berwarna coklat tua. Aku tak akan mengijinkan dia di atas karena aku lebih suka jika berada di atas. Lebih liar dan agresif membuatku tambah bernafsu dan bergairah.

Setelah puas melumat pentilku bergantian, dia mulai menjilati perutku dan ke bawah dan akhirnya ke jembutku. Aku mengangkat pantatku dia langsung menciumi memekku dengan penuh nafsu, otomatis pahaku mengangkang supaya dia bisa mudah menjilati memek dan itilku. “Ahh.. Ahhhh…” aku mengerang dan mendesah keras keenakan. Sesekali kudengar “slurrp… slurrp…” dia menyedot memekku yang sudah mulai basah itu.

”Ahhhh…  Enak …” desahan ku semakin keras saja karena merasa nikmat, seakan tidak peduli kalau terdengar orang di luar. Nafsuku sudah sampai ubun-ubun, dia kutarik untuk segera menancapkan kontol besarnya di memekku yang sudah gatel sekali rasanya, pengen dimasukin kontol.

Pelan-pelan aku memasukkan kontolnya ke dalam memekku dengan satu enjotan keras aku menancapkan seluruh kontolnya dalam memekku. “Uh… uhhh…. Ahhhhhhh…nikmat banget” desahku ketika dia mulai asyik menggesek-gesekkan kontolnya dalam memekku.

Aku menggoyang pinggulku seirama dengan keluar masuknya kontolnya di memekku. Aku mempercepat gerakannya. Lama sekali aku diatas dan genjot. Kucekal tangannya sambil kucium lehernya, kugigit seperti drakula membuatnya kelabakan. Ketika aku sudah merasa mau orgasme, “Ah…Aku sepertinya mau… ahhh…” dia malah mempergencar enjotan kontolnya dimemekku, “Bareng keluarnya non, aku juga dah mau keluart”, katanya terengah.

Enjotan kontolnya makin cepat saja, sampe akhirnya, “aku orgasme …. aah”, badanku mengejang karena nikmatnya, terasa memekknu berdenyut meremas kontolnya sehingga diapun menyodokkan kontolnya dengan keras, “non, aku mau keluar … aah”, terasa semburan spermanya yang deres dimemekku. Dia terkapar lemes demikian pula aku.

Sambil dia terbaring dan terkapar dengan sisa-sisa tenaga kupegang kontolnya lagi dan kumainkan lidahku menjilati spermanya yang masih tersisa di ujung kontolnya.

Kali ini dengan posisi 69 kulakukan tugasku sambil berbaring kutindih dia kujilati kontolnya yang penuh dengan seperma. Hal yang sama dia lakukan pada jembut dan memeku dia menjilatinya membuatku gairahku kembali bergairah. Dengan kontolnya yang masih meregang itu kukocok lagi membuatku semangat untuk meremasnya dengan tanganku sementara lidahku menjilati ujung kontolnya sesekali kusedot spermanya. Rupanya kontolnya dia masih ngaceng berdiri tegang kokoh dan kuat. Kesempatan ini tak kusia-siakan untuk kembali meremas, menjilat dan mengulum kontolnya. Secara bergantin kukocok dengan tanganku, jilati dan memainkan keluar masuk mulutku. Dia makin terkapar dan menggelinjang, yang makin membuatku bersemangat. Kujilati mulai dari ujung ujung penisnya, batang kontolnya sampai buah pelirnya tanpa tersisa sedikitpun kujamah dari aksiku.

Beberapa saat kemudian sepertinya dia tak kuasa menahan aksi liarku, dan dia
kasih kode mau keluar sambil meremas bokongku. Aku tidak peduli dan tetap asik bermain dengan kontolnya yang gede.  Kali aku ganti posisi tapi aku turun ke bawah. Kusedot kontolnya Akhirnya spermanya keluar juga saat aku sedang  mengulumnya. Aku makin bersemangat mengocok kontolnya supaya makin banyak sperma yang keluar. Seakan tak menyiakan kesempatan ini sekali lagi kukocok kontolnya dengan tanganku dan sampai benar keluar spermanya. Kali ini spermanya meluncur deras ke dalam kerongkonganku.

Sambil terus kusedot spermanya kumainkan tanganku mengocok kontolnya agar spermanya makin keluar. Benar saja spermanya keluar memenuhi mulutku dan
kutelan dan kujilati dengan penuh nafsu spermanya yang masih menempel kontolnya. Dia makin menggelinjang saat aku memainkan lidahku di  ujung batang zakarnya. Sekali lagi ia terkapar makin tak berdaya. Kali ini ini dia benar-benar terkapar dan takluk di hadapanku.

Setelah istirahat dan kami berpelukan tak terasa kami tertidur sampai pagi. Sesaat sebelum aku  keluar meninggalkan kamar, dia masih terkapar telanjang di ranjang dengan kontol ngaceng. Secara alami kontol laki-laki setelah tidur kontolnya memang meregang dan ngaceng. Ini membuatku tak kuasa menahan gejolakku karena kontolnya yang ngaceng seperti menantangku. Sekali lagi dia aku garap dan melayani nafsu liarku. Sejak itu setiap ada kesempatan, aku selalu minta dientot sama dia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 204 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,854,459 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
Mei 2012
M S S R K J S
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: