Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Berbagi Pengalaman Mengajak Pria Bercinta

Ini adalah pengalamanku seorang wanita bercinta dengan seorang pria. Singkat cerita terdorong oleh keinginan ini saya merasakan kehangatannya pria maka saya undang temanku datang ke rumah.

Singkat cerita begitu dia datang tanpa dikomando olehnya, saya beranjak dari tempat duduk, kami ngobrol sebentar di ruang tengah sambil melihat film blue. Entah berapa lama, dia tetap pada sikapnya,  dingin, dia hanya mengubah tempat duduknya dan sesekali menuang minum, lalu menuangnya pada gelasnya dan meminumnya beberapa teguk.

Hingga pada akhirnya, nafsu seks saya sendiri semakin menggebu-gebu dengan ditambahnya visualisasi yang ditampilkan pada TV saya sendiri. Saya memperhatikan dia, saya lihat wajahnya, saya lihat sorot matanya, dan saya pun melihat kemaluannya yang masih terbungkus dengan blue jeans. Tampaknya dia mulai terangsang dengan apa yang sedang dia lihat, terlihat dari penisnya yang mulai mengeras dan rasanya mau keluar dari celana jeansnya itu.

Semakin dahsyatnya nafsu saya hingga aku tak tahan. Tanpa banyak bicara akhirnya saya menunggangi dan kubuka kaosnya dan akupun mencium dia dengan penuh nafsu yang tak tertahankan. Sambil melumat bibirnya kugerayangi dadanya  dan saya raba penisnya, saya elus, dan sesekali sedikit saya remas. Saya tidak lama melakukan hal itu, sebab dia membalasnya dengan membuka celana jeansnya, lalu membuka resletingnya. Saya tahu apa yang dia inginkan. Saya pun membantunya untuk membukakan jeans itu sebab agak sulit dengan posisinya sambil duduk, saya bantu menurunkan celana jeans serta celana dalamnya yang berwarna coklat. Setelah dia menanggalkan celananya, saya langsung berjongkok di depannya lalu saya pun langsung menggenggam penisnya dan langsung saya jilat, kulum serta kocok dengan lembut.

Sungguh saya sudah tidak bisa menahan gejolak yang ada di dalam diri saya, saya benar-benar menikmati apa yang sedang saya lakukan, saya benar-benar bisa ikut merasakan seperti yang sedang dirasakan olehnya. Saya kulum penisnya, sesekali saya jilat pada ujungnya sedangkan tangan kanan saya, menaik-turunkan kulit penisnya dengan lembut, saya pun sesekali meremasa bokongnya. Sambil saya kulum, sesekali saya lihat wajahnya, dia tampak menikmati kuluman serta hisapan saya. Dia memejamkan mata dan sesekali mendesah pelan.

Dia sesekali memegang kepala saya sambil mendesah kenikmatan. Dia sesekali melihat apa yang sedang saya lakukan sambil berusaha menjamah payudara saya yang masih terbungkus dengan pakaian saya dan bra di dalamnya. Dia pun tampak sesekali bergetar. Sungguh saya tidak peduli dengan apa yang dia lakukan, saya senang dengan reaksinya atas apa yang saya lakukan terhadap dia. Beberapa kali saya merasakan rasa asin dari beberapa hisapan saya, hingga akhirnya penis yang sedang saya kulum itu sangat keras dan berada pada posisi puncaknya. Saya tersenyum melihat apa yang saya lihat, sebab metode yang baru dan sedang saya lakukan membuahkan hasil.

saya mengulum penisnya lama sekali, dan akhirnya saya pun menyudahinya. Saya berdiri dan melepaskan semua pakaian yang ada di tubuh saya, dia pun membuka kemejanya yang bercorak kotak-kotak, lalu duduk kembali pada posisinya semula. Tampak payudara saya dan kulit saya yang putih serta bulu yang tumbuh halus di daerah atas kemaluan saya.

Setelah saya melepas semua pakaian saya, saya dorong dia dan aku melanjutkan dengan posisi 69 saya arahkan kemaluan saya pada wajahnya. Sedang saya memegang kontolnya. Rasanya dia tahu apa yang saya inginkan, dia pun langsung memegang kemaluan saya dengan tangan kirinya, lalu saya angkat kaki kiri saya hingga akhirnya kemaluan saya tepat berada di depan wajahnya. Dia hisap, dia jilat dan dia mainkan klitoris saya Saya begitu menikmati permainannya dengan sesekali mendesah. Sungguh hebat permainan tangan dan lidahnya pada kemaluan saya hingga saya pun mengoyang-goyangkan kecil pinggul saya ke kiri dan ke kanan .

Saya pun tidak tahu persis berapa lama saya melakukan hal ini, hingga akhirnya saya mengangkat tubuh saya hingga menjauhkan kemaluan saya pada wajahnya. Saya pun menarik dia untuk berdiri, dan saya turun dari sofa yang barusan saya naiki. Sambil berpaling, membelakanginya, saya menarik tangannya menuju salah satu sudut flat saya yang ada jendelanya dan telah saya buka sedikit jendela tersebut. Setelah membelakangi tubuhnya sehingga saya menghadap keluar, namun saya tetap memegang kontolnya yang gede, saya arahkan pada vagina saya, sedang tangan kanan saya memegang salah satu bagian dari jendela.

Dengan posisi nungging  aku melakukannya pergumulan. Sambil dia masukan kontolnya kupegang bokongnya dan sesekali kuremas. Ooh … rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata pada saat kontolnya yang gede itu masuk yang kami rasakan dari hubungan seks ini. Sesekali dia berusaha untuk meremas payudara saya yang menggantung ke bawah dan memilin dengan lembut puting saya, dia pun sesekali memasukkan salah satu jarinya pada lubang anus saya. Ngilu rasanya pada saat ia melakukan ini, tetapi rasa ngilu itu tetap tidak dapat menghilangkan rasa nikmat yang saya rasakan dari vagina saya. Perasaan nikmat yang menjalar pada seluruh tubuh saya makin lama makin memuncak. Saya menikmati setiap dorongan senjata pada lubang surga saya, saya pun menikmati setiap tarikan seolah ingin mengeluarkan kejantanan itu dari milik saya. Rasa nikmat saya akhirnya aku memintanya untuk terus melakukan aksinya. 

Setalah puas aku minta ganti posisi aku di atas. Kali aku menyuruh dia duduk di sofa kamarku. Karena aku suka jika posisi ini dilakukan di sofa. Bak naik kuda liar.  Dia aku suruh terlentang sementara aku langsung menaikinya. Dengan akiu diatas aku berharap cepat orgasme. Sementara dia tidak tahan juga aku tunggangi sehingga dia minta posisi “dari belakang boleh nggak mba” pintanya, “nggak ah, sekarang mbak pengen gini aja. Aku ingin di atas. Lain kali aja yah” Dia tidak kecewa, ia pun tidak mau melewatkan hidangan yang ku berikan padanya. Cukup lama aku memompa dia. 

Aku tidak puas jika tidak menungganginya. Dengan posisi diatas aku bebas melakukan apa saja.  Beberapa kali saya dan dia mendesah karena tidak dapat menahan rasa nikmat dalam liang surga saya, saya begitu bergejolak, nafsu seks saya semakin memburu, nafas dan detak jantung saya sudah tidak beraturan. Saya maju mundurkan pantat saya dengan sesekali menggoyangkan ke kiri atau ke kanan atau memutar-mutar kecil pinggul saya, demikian pula yang dilakukan olehnya, dia maju mundurkan kemaluannya sehingga terdengar suara dari gesekan antara pantat saya dengan daerah perutnya Sungguh, sekali lagi saya katakan bahwa saya benar-benar menikmati apa yang sedang saya lakukan, saya benar-benar menikmati hubungan seks yang sedang terjadi pada saya saat itu.

Ketika saya mengatakan bahwa saya orgasme, dia pun menarik tubuh saya sehingga wajah kami begitu dekat, lalu dia mencium bibir bagian luar saya. Saya pun menekan dalam-dalam vagina saya hingga menelan semua batang kejantanannya. Sungguh rasa nikmat yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata apa yang sedang saya alami saat itu. Semua syaraf yang ada di tubuh saya beberapa detik lamanya menegang bersamaan dengan lendir yang menyembur dari klitoris saya. Beberapa detik saya diam berdiri pada posisi saya hingga akhirnya saya kembali pada posisi saya semula memegang salah satu sudut jendela sedangkan dia melanjutkan untuk memompa penisnya di dalam lubang nikmat saya.capai puncak, dan saya sudah tidak dapat menahan semua itu hingga saya katakan pada bahwa saya ingin orgasme.

Pada saat-saat pertama setelah saya orgasme, saya merasa lemas namun saya tetap melakukan hubungan seks, dia tetap mengeluar-masukkan penisnya dalam vagina saya. Saya merasa hampa dan lemas. Pada saat itulah saya hanya berdiam diri dan merasakan dorongan-dorongan yang dilakukan oleh dia, saya tidak lagi memutar-mutar pinggul saya ataupun ikut memaju-mundurkan pantat saya.

Akhirnya saya pun memegang batang  kejantanannya, lalu melepaskannya dari dalam vagina saya, saya ingin mengulum dan menghisap kontolnya agar saya dapat membangkitkan nafsu seks saya lagi. Saya pun berbalik badan, lalu saya berjongkok hingga akhirnya penisnya itu tepat di depan wajah saya. Saya kulum penis itu, saya hisap dan saya jilat juga pada daerah ujung penis dia, masih terasa lendir saya pada penisnya, namun saya tidak peduli, saya tetap hisap, kulum dan kocok penis itu.

Pertama-tama saya tidak terlalu peduli hingga akhirnya dia mengatakannya dengan agak teriak bahwa dia sudah tidak tahan lagi. Cepat-cepat saya ambil posisi untuk dapat mengulum kontolnya, memang benar, dalam hitungan detik setelah beberapa kali saya sempat mengulumnya, kontolnya menyemburkan beberapa kali spermanya hingga beberapa diantaranya mengenai pipi dan sekitar bibir saya. Saya tetap mengulumnya, saya telan semua sperma hingga bersih dan saya jilat beberapa kali pula lubang yang ada di ujung penisnya. Beberapa kali tubuhnya bergetar atas perlakuan saya.

Dan kami pun akhirnya membasuh tubuh kami di dalam kamar mandi. Saya sempat membilas beberapa kali tubuh saya dengan air. Keluar dari kamar mandi, kami pun berpakaian kembali. Kami duduk di sofa semula dan menikmati red wine yang ada di gelas kami masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 204 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,854,459 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
September 2012
M S S R K J S
« Agu   Okt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
%d blogger menyukai ini: