Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Karyawanku Menjadi Budak Nafsu Seksku

Aku seorang wanita karir yang sukses. Usiaku menginjak umur 42 tahun walaupun orang-orang aku menilai aku masih berumur 35 tahuan. Aku merasa seorang wanita yang cantik dan pesona yang mengagumkan.  Banyak teman mengatakan aku mempunyai daya pesona yang mengagungkan. Terutama dalam hal seksual. 

Kuceritakan perjalananku kali ini aku mengikuti training di kota Jakarta bersama beberapa petinggi manajemen. Namun kuajak salah staf satunya Ronald untuk mendampingiku yang selalu kuajak setiap aku keluar kota. Dia masih single dan dia seksi.  Aku memang selalu mengajak dia bersamaku di luar urusan kerja juga urusan ranjang. Setidaknya kebutuhan dan kepuasan seks akan terpenuhi dengan dia. Awalnya memang tidak sengaja sampai aku harus ketagihan seks dengan dia. Pertama aku ingin merasakan daun muda dan tentu saja keperjakaannya. Yah akulah yang merenggutnya.  Dan aku pula yang mengerjain dan mengajari bercinta. Alasanku bercinta dengan daun muda, karena gairahku seks sangat tinggi dan aku masih bisa mengimbangi pergumulan dengan perjaka. Dan lebih utama adalah menikmati kontolnya yang gede.

Selesai training selesai aku hubungi dia,  aku suruh menyusul ke kamarku. Dari tadi aku tidak bisa melepaskan bayangan dirinya terutama aksi hotnya jika  bercinta denganku. Sesampai aku di kamar kuhempaskan tubuhku di atas bed yang empuk. Tak terasa aku tertidur. Saat tiba aku merasa ada yang menggerayangi tubuku. Ohhhh … terasa remasan tangannya yang menggairahkan terasa sekali. Oh ternyata Ronald.

Dia tidak menunggu ijinku. Sesudah dia betulkan posisiku dan kembali lebih singkapkan busana rapetku, dengan setengah berdiri dia mengangkangin aku mulai dari arah pantatku. Dia hanya singkapkan gaun dalamku, kemudian dia memelukku dari arah punggungku. Dia memeluki aku, lantas menciumi bibirku, lantas menyingkap rokku, lantas melepasi baju atasanku. Dan seperti kemarin, setelah menyingkap busana yang menutup bokongku hingga paha dan memekku terpampang, tahu-tahu kontolnya sudah menyelip dari celah celana dalamku, siap berada di gerbang kemaluanku. 

Beberapa kali dia membetulkan singkapan gaunku yang menghalangi pompaan kontolnya pada kemaluanku.  Kubantu membuka bajunya sementara dia berusaha membuka celanaku. Sekarang aku tinggal memakai dalaman. Kubuka juga celananya agar aku leluasa  meremas kontolnya. Akhirnya kutangku dilepas, lantas memerosotkan celana dalamku. Lantas mengelusi pantatku, pahaku, meremasi kemaluanku kembali, bibirnya terus melumati bibirku. Aku membalasnya. Kulumati bibirnya.  Sambil kami saling melumat dia mendorongkan kontolnya, aku mendorongkan memekku menjemputnya. Setelah kami dalam keadaan telanjang, kulanjutkan seranganku dengan kondisi berbalik sekarang dia atas setelah sebelumnya dia aku telentangkan.

Secara bergantian posisi kami bergantian. Berguling dan berguling membuatku tak kuasa menahan gairah. Itulah rangkaian serangannya padaku. Dan aku yang memang bersiap untuk “keok” langsung takluk bersimpuh saat tangan ototnya meremasi wilayah peka di selangkanganku. Kali ini dia angkatnya pahaku aku  dan sama-sama berguling di atasnya. Dia lumati kudukku yang langsung membuat aku menjadi sedemikian merinding dan tanpa kuhindarkan tanganku jadi erat memegangi tangannya. Suatu kali ciuman di kudukku demikian membuat aku tergelinjang hingga aku menengokkan leherku untuk menyambar bibirnya. Kami saling berpagut dengan buasnya. Lelaki itu rupanya ingin menambah khasanah nikmat seksual baru padaku. Sementara kontolnya sudah menyodokki kemaluanku dari arah belakangku. Dengan posisi miring serta satu tungkai kakiku dia peluk ke atas, kontolnya menyerbu memekku dan.. Blezzhh.. Blezzhh..

Blezzhh.. Dia kembali memompa. Rupanya kemaluanku sudah cepat adaptasi, kontol gedenya tak lagi kesulitan menembusi memekku ini. Posisi ini, duh.. Nikmatnya tak alang kepalang. Sesudah beberapa lama dalam nikmat posisi miring, diangkatnya tubuhku menindih tubuhnya. Posisi baru ini menuntut aku yang harus aktif bergerak.  “Ayo, sayang, naik turunkan pantatmu, sayang, ayoo..” Aku setengah memaksa untuk menaik turunkan pantat dalam menerima tembusan kontolnya dari bawah tubuhku. Dan sesungguhnya aku
yang memang sangat kegatalan menunggu sodokkan-sodokkannya kini berusaha menghilangkan rasa maluku dan mencoba memompa. Uh …. sungguh tak terduga nikmatnya. Aku mengerang dan merintih setengah berteriak setiap kali aku menurunkan pantatku dan merasakan betapa kontol gede itu meruyak di dalam rongga kemaluanku, menggeseki saraf-saraf gatal di dalamnya. “Sayang, aku mau duduk tegak dengan terus memompa, kamu akan merasakan sangat nikmat. Saya jamin pasti kamu nggak mau berhenti nantinya”, perintahku padanya. Aku yang dengan tangannya mengangkat tubuhku tanpa melepaskan kontolnya dari kemaluanku. Dan dengan aku berposisi duduk membelakangi dia dan tanganku yang bertumpu pada dadanya, aku kembali memompa. Ah.., dia benar lagi. Ini kembali menjadi sensasi seksualku, karena aku sekarang melihat betapa diriku nampak di cermin kamarku dengan kerudung rambutku yang sudah awut-awutan dan demikian basah oleh keringatku. Aku seperti main enjot-enjotan naik-turun di atas kuda-kudaan. dengan tetap mempertahankan lengkungan tubuhku hingga jadi nungging dengan kepalaku bertumpu pada kasur.  Kontolnya goyangan di dalam memeku sementara dia tusukkan ke memekku.

Dan yang terjadi kemudian adalah genjotan naik turunku semakin cepat saja. Aku merasakan betapa kegatalan yang sangat menguasai rongga kemaluanku. Serta dengan menyaksikan diriku sendiri pada cermin yang tepat di mukaku, nafsu birahiku langsung melonjak dan mendorong gelinjangku kembali mendekati orgasmeku yang kedua dalam tempo tidak lebih dari 2 jam ini. Dan saat orgasme itu akhirnya benar-benar hadir, aku kembali berteriak histeris mengiringi naik turunnya pantatku yang demikian cepat. Kontol yang keluar masuk pada lubang kemaluanku nampak seperti pompa hidrolik pada mesin lokomotif yang pernah aku lihat di stasiun Gambir. Lelaki itu juga membantu cepatnya keluar masuk kontolnya. Aku kembali rubuh.

Saat akhirnya.. Blezzhh.. Kami langsung saling merintih dan berdesahan. Itulah simponi birahi di kamar Novotel di lantai 5 di pagi hari ini. Sekarang gantian sayang, biar aku yang numpakin kamu, yaa..” Tana perlu jawaban aku balikkan tubuhnya dan sekarang dia terlentang sedangkan aku menungganginua. Suara gemetar Ronad nampak menahan birahinya. Aku dibalikannya tapi aku menolaknya karena aku masih ingin menguasainya.

Aku dan dia bergantian posisi seks dan bergumul kadang aku di atas kadang di bawah ini membuatku semakin beringas saja. Pergumulan seru ini membuat dia kewalahan. Sedankan aku leluasa menungganginya. Duh, duh, duh. Kenapa gatalku langsung dengan cepat melanda memekku. Aku membayangkan bibir kemaluanku pasti dengan haus menunggu kepala kontol gede itu. Dan aku merasakan saat ujungnya mendorong aku hingga akhirnya amblas menghunjam ke dalamnya. Dalam hatiku aku berfikir. Kemudian Ronad mulai kembali memompa. Huuhh.. Jangan lagi tanya betapa nikmatnya. Aku seperti diombang-ambingkan gelombang Lautan Teduh. Setiap tusukkan aku sambut dengan cengkeraman memekku, dan akibatnya saraf-saraf pekaku merangsang gelinjang nikmat birahiku. Dan saat kontolnya dia tarik keluar, dinding kemaluanku menahan sesak hingga kembali saraf-saraf pekaku melempar gelinjang nikmat birahi. Keluar, masuk, keluar, masuk, keluar, masuk.. Aku semakin nggak lagi mampu menahan kegelianku. Tangan-tanganku meremasi tepi-tepi kasur untuk menahan deraan geli-geli nikmat itu. Aku membiarkan air liurku meleleh saat aku terus menjerit kecil dan mendesah-desah. Mataku tak lagi nampak hitamnya. Aku lebur melayang dalam nikmatnya kontol yang keluar masuk menembusi memekku ini. Dan saat tusukkannya makin cepat menggebu, aku tahu, dia akan meraih orgasmenya mendahului orgasmeku.

Kubiarkan. Bahkan kudorong dengan desahan dan rintihanku yang disebabkan rasa pedih dan panasnya gesekkan cepat batang kontolnya yang sesak menembusi kemaluanku ini. Akhirnya dia menumpahkan berliter-liter spermanya ke memekku. Bunyi, plok, plok, plok bijih pelernya yang memukuli kemaluanku tidak kunjung henti. Dia tahu aku belum orgasme. Dia tetap mempertahankan irama tusukkan karena tahu aku demikian menikmati gaya anjing ini. Limpahan cairan yang membecek pada kemaluanku tidak mengurangi nikmatnya tusukkan. Bahkan licinnya batang keluar masuk ini merangsang gelinjangku dengan sangat hebatnya. Aku meliuk dan menaik turunkan pantatku. Aku benar-benar menjadi anjing betina yang memeknya dikocok-kocok jantannya. Aku merintih dengan sangat hebat dan berteriak histeris saat orgasmeku datang menyongsong tusukkan-tusukkan pejantan ini. Aku mendapatkan sensasi nikmat birahinya anjing betina. Aku tak kunjung usai juga. Aku mengimpikan orgasme yang beruntun. Ronadpun demikian pula. Sanggama kali ini bersambung tanpa jeda walaupun kami telah meraih orgasme-orgasme kami. Genjotan dan pompaan terus kencang dan semakin cepat. Kami dilanda histeris bersamaan. Kami berguling-guling. Ronad menyeret aku ketepian ranjang.

Dengan tetap berposisi nungging, Ronad menembusi memekku dengan berdiri dari lantai. Kontol itu, duh.. sangat legit rasanya. Hunjamannya langsung merangsek hingga menyentuh tepian peranakanku. Ujung-ujungnya mentok menyentuhi dinding rahimku. Aku nggak tahan.. Ronaadd.. Edan, kami bersanggama tanpa putus selama lebih dari 40 menit. Aku kagum akan ketahanan Ronad. Kontolnya tetap ngaceng dan mengkilat-kilat saat akhirnya kami istirahat sejenak. Baru kali ini secara gamblang dan jelas aku menyaksikan kontol lelaki. Selama ini aku dan suamiku selalu bersanggama dalam gelap atau remang-remang. Dan kami merasa seakan tabu untuk melihati kemaluan-kemaluan kami. Aku sendiri masih malu saat Ronad melihati dan ngutik-utik kelentitku. Dan kini aku heran, kenapa demikian susah untuk tak melihati kontol Ronad ini. Aku heran, kenapa barang ini bisa menghantarkan aku pada kenikmatan yang demikian dahsyatnya. Pergulatan seksual yang penuh hasrat dan nafsu birahi antara aku dan Ronald telah meninggalkan berbagai rasa pedih di selangkanganku. Setiap aku melangkah gesekan antara paha juga terasa nyeri. Aku harus bisa mengatasi ketidak nyamanan ini.

Siang ini aku tidak ada acara sehingga aku bebas. “Bagaimana kalau aku yang ke kamarmu?” Gila, aku sudah sedemikian nekadnya. “Boleh, ayo, biar aku ke sini. Aku ketuk pintu Ronad. Rupanya dia sedang rebahan di tempat tidur. Lantas dia duduk menyambutku di pinggir tempat tidurnya. Kudekat dia tanpa basa-basi kami aku peluk dan kami langsung berpagutan. Aku merasakan waktu semakin mendekati habis, semakin menyala-nyala nafsu seksualku. Kacamataku diangkatnya.  Aku semakin merangsang untuk merangseki Ronad. Kini akulah yang mendorongnya ke ranjang. Kini akulah yang seakan memperkosanya. Kulepasi celananya, kemejanya, celana dalamnya. Kuciumi tubuhnya, dadanya, ketiaknya, perutnya, selangkangannya. Aku jadi sangat liar dan buas. Akulah yang menyanggama dia. Dia serahkan tubuhnya untuk kepuasanku. Aku naik ke atas kontolnya. Sampai jam 11.40 kami terus menerus saling mencumbu. Bergumul secara bergantian.

Dengan setengah menduduki tubuhnya, kontolnya teras mengganjal memeku. Setelah kulepas semua pakaianku yang sudah terangsang tanpa menunggu berlama-lama aku masukkan kemaluannya yang telah tegang dan kaku menembus memekku. Aku pompa dengan cepat dan penuh nafsuku. Aku dapatkan orgasmeku hanya dalam 3 menit sejak aku mulai memompa. Beberapa saat hpku berdiring … waduh sialan Menggangu kesenangan orang nih. Ternyata aku ada tamu, yang mencariku. Resepsionis menghubungi aku karena ada tamu di loby hotel. Sambil aku pamitan pada Ronald … aku bilang padanya nanti kita lanjutkan lagi. AKu belum puas kataku.

Sore hari aku kembali ke kamarnya untuk melanjutkan kesenanganku bermain dengan mainan khusus dewasa dan kesukaanku yaitu kontol. Rupanya dia habis mandi karena dia masih mengenakan handuk. Dia memyambutku dengan tersenyum. Kuperhatikan dadanya yang bidang dan bersih. Kami langsung saling berpelukan dan melumat bertukar lidah dan ludah. Aku merasa diriku menjadi sangat agresif dan nggak pakai malu-malu lagi. Dengan cara seloroh, kukait ikatan handuknya hingga lepas ke lantai.

Selintas tampak pemandangan yang sangat erotis di cermin besar kamar Ronad. Aku yang berbusana serba tertutup lengkap dengan kaca mata dan kerudung di kepala sedang berpelukan dengan lelaki yang bukan suamiku yang dalam keadaan telanjang bulat. Nampak jelas jembutnya yang tebal menyentuh tipis di pusarnya. Aku mencoba tertawa dalam pesona birahi saat mengamati kontolnya yang sudah mengkilat dan tegak ngaceng itu. Ronad tertawa pula sambil menggapai tanganku dan diarahkan untuk meremasi kontol itu, “Ayolah, sayang, pegang. Pegang saja, enak nih. Nah, achh.. Enak banget tanganmu sayang..” dan dengan sedikit merinding aku mencoba menggenggamnya. Aneh dan gila dan tak pernah mimpi bahwa aku akan secara agresif akan meraih kontol lelaki yang bukan suamiku ini. Dan tiba-tiba Ronad menekan bahuku. Dia menyuruh aku untuk jongkok, “Pandangilah, sayang. Kontolku ini milikmu. Pandangilah. Indah sekali khan. Kurang ajar juga anak buahku ini.

Pandangilah milikmu ini”, tekanannya itu sesungguhnya merupakan sebagian dari harapan dan keinginan nafsuku kini. Aku berjongkok pada lututku hingga kontolnya tepat berada tepat di depan wajahku. “Elusilah, dia akan semakin tegak dan membesar. Indah, kan..?”. Ah, aku sangat kesetanan menyaksikannya. Ini merupakan sensasi lagi bagiku. Dan tangan Ronad tak henti. Dia meraih kepalaku yang seutuhnya masih berkerudung dan menariknya untuk mendekatkan wajahku ke kontolnya itu. Aku tersihir. Aku pasrah dengan tangannya yang mengendalikan kepalaku hingga kontol itu menyentuh wajahku, menyentuh hidungku. Kilatannya seakan memanas dan mengepulkan aroma. Aku mencium sesuatu yang sangat merangsang sanubariku. Bau kontol itu menyergap hidungku. Tangan Ronad tak juga henti. “Cium saja, ini punyamu, kok. Ciumlah. Ayoo, ciumlah”. Ah, untuk kesekian kali aku ikut saja maunya. Ah, kontol itu menyentuh bibirku. “Ayo, cium, nggak apa-apa. Ayoo, sayang.

Ciumlah. Ayoo..” Aku merem saat mulutku sedikit menganga menerima ujung mengkilat-kilat itu, sementara dorongan tangannya membuat gigiku akhirnya tersentuh ujung itu. “Ayoo, sayang..”. Dan aku, dan mulutku, dan lidahku, dan hatiku, dan sanubariku, dan akuu.. Akhirnya menerima kontol Ronad menembusi bibirku, menyeruaki mulutku. Sesekali kulepas dan kujepit dengan payudaraku dan kugesek-gesekan diantara belahan dadaku. Aku menerima terpaan getar nikmat yang membuat tubuhku merinding dan menggelinjang.  Aa.. Aku.. aku.. Mulai mencium dan melumat kontol Ronald.. “Ah, sayang, kamu nampak begitu indah, sayangg.. Indah sekali, sayang.. Sangat indah, sayang.. Indah banget sayang …. kontolmu..”, kataku saat melihat kontolnya diantara belahan dadaku dengan mengacung. Kataku-kataku meracau tidak menyembunyikan kenikmatan libido erotisnya saat aku mengulum dan menjilati kontolnya. 

“Terus, sayang.. Terus.. Enak sekali, sayang.. Teruss..”. Dan aku menunjukkan gerakan melumat dan menjilat secara sangat intens. Terkadang aku cabut kontol itu untuk aku lumati batangnya yang penuh belukar otot-otot. Tanganku tak bisa lagi diam. Sementara tangan kananku menyangga kontolnya dan mengedalikan kemana mauku, tangan kiriku mengelusi bijih pelirnya dan sesekali naik meraupi jembutnya yang sangat tebal itu. Duh.. Aku menemukan keindahan, erotisme dan pesona birahi yang tak bisa kuungkapkan dalam kata-kata. Aku hanya bisa tangkap dengan hirupan hidungku, dengan rasa asin di lidahku, dengan keras-keras kenyal dalam genggamanku, dengan nafas memburuku. Aku benar-benar larut dalam pesona dahsyat ini. Dan ketika aku rasakan Ronad mulai menggoyangkan pantatnya menyanggamai mulutku, dan ketika kudengar dia mulai benar-benar merintih dan mendesah yang membuat aku semakin terbakar oleh libidoku yang memang telah menyala-nyala aku menyadari bahwa macam nikmat birahi itu demikian banyaknya. Aku nggak pernah merasakan macam ini sebelumnya.

Dan ketika kini aku justru begitu intens melakukannya, tiba-tiba hadir begitu saja keinginanku untuk mempersembahkan kenikmatan yang hebat. Aku akan biarkan apabila dia menghendaki memuncratkan air maninya ke mulutku. Aku pengin merasakan lagi, bagaimana semprotan hangatnya menyiram langit-langit mulutku. Aku pengin merasakan rasa pejuh dan spermanya di lidahku. Aku pengin merasakan bagaimana berkedutnya kontol Ronad dalam mulutku saat spermanya terpompa keluar dari kontolnya. Dan saat goyangan maju mundur pantatnya makin mengencang, tangannya mulai dengan benar-benar membuat kulit kepalaku pedih karena jambakan dan remasannya karena menahan nikmat tak terperikan dari kuluman dan jilatanku, aku sudah benar-benar menunggu kesempatan itu.

Aku sendiri melenguh dan merintih dalam penantian itu. Dan dengan iringan teriakan histerisnya yang keluar terbata-bata dari mulut Ronald, akhirnya kami merasakan kepuasan. 

Pada akhir percumbuan Ronad menunjukkan padaku bagaimana tampilan kontolnya saat ejakulasi. Menjelang muncrat sesudah gencar memompa kemaluanku dia cabut kontolnya. Dengan mengarahkan ujungnya ke mukaku dia kocok dengan tangannya kontolnya. Aku perhatikan bagaimana kontol itu semakin membengkak dan sangat mengkilat-kilat kepalanya. Aku menyiapkan wajahku untuk menerima terpaan semprotan air maninya. Kusaksikan bagaimana batang itu menganguk-angguk setiap semprotan itu muncrat keluar. Dan aku rasakan sangat sensasional saat dia muntahkan air maninya menyemproti mukaku, rambutku, kaca mataku dan membasahi bagian tubuhku lainnya. Aku serasa rubuh ke sampingnya.Kami berdua rubuh dengan mandi keringat. Beberapa saat kamipun mandi bersama saling membasuh dan saling berciuman di bathtub. Benar-benar nikmat. Kami selalu menikmati saat momen apapun menjadi pergumulan seru: Bercinta.

Gairahku makin tak terkendali saat kami berpelukan sementara kontolnya meregang dan dia mendesak-desakan di sekitar memeku. Tak sabar aku merasakan kontolnya kumasukkan ke memeku. Aahhhh ….. kontolnya menembus memeku.  Aku menjadi demikian blingsatan dalam gelinjang birahi yang tak lagi terkendali. Ronad nampaknya menikmati ulah keblingsatanku ini. Selanjutnya Ronad mengambil alih. Kontolnya yang belum terpuaskan dia tusukkan ke memekku kembali. Dia pompakan dengan cepatnya. Rasa pedih dan perih pada bibir-bibir kemaluanku semakin terasa menyiksaku. Aku merintih dan mengaduh-aduh kesakitan. Ronald justru nampak sangat menikmati kesakitanku. Namun buru-buru aku cabut karena aku memintanya untuk brcinta gaya doggy style. Dia balikkan tubuhku dan angkat pantatku hingga aku nungging tinggi-tinggi. Aku tahu dia ingin aku menjadi anjing betinanya. Dia terus genjot kontolnya sementara aku goyangkan pantatku sementara tanganya kuminta untuk meremas pantatku ….

Kenikmatan bercinta dengan posisi doggy style membuatku terasa nikmatnya. Sambil sesekali meremas payudaraku membuat aku mabuk kebayang apalagi enjotan kontolnya yang gede membuatku tak berdaya. Sampai akhirnya aku memberi kode aku mau orgasme dia makin cepat dan liar menggenjot kontolnya. Dia makin beringas sementara aku makin terbawa oleh kenikmatan. Kurasakan dia Makin lama makin pintar sekarang. Aku berteriak histeris ahhhhahhh ….. menjerit dan menjerit aku menikmati kenikmatan tiada tara sementara tanganku mencengkeram pantatnya …. tetap dengan posisi aku nungging, sambil aku suruh mencabut kontolnya karena aku tidak kuat lagi.

Aku membalikkan tubuhku sementara dia tetap berdiri dan sekarang gantian aku mengocok kontolnya dengan tanganku. Kusedot dan kujilat kuremas agar spermanya keluar. Sementara dia memegang rambutku aku makin semangat seiring dengan remasan tangannya makin kencang pertanda dia merasakan kenikmatan luar biasa. Dia bilang mau keluar …. ahhhhhh …. Betul juga khan …


Kontolnya terasa berdenyut-denyut di bibirku terasa bergetar seiring dengan kaluarnya mani …. muncrata ke dalam kerongkonganku …. dan langsung kutelan.  Kusedot lagi dan kusedot. Kulepas dari mulutku karena aku ingin melihat muncratnya mani dan aku arahkan ke mulutku sambil  …

Puas sudah rasanya bercinta dengannya bisa beberapa ronde. Rasa capek dan kepuasan yang tak terhingga dia akhirnya bersandar di bathtub dan aku juga merubuhkan tubuhku bersandar di pangkuan sambil bepelukan. Kamipun mandi bersama dan menikmati malam ini tidur bersama. Malas rasanya tidur sendiri di kamar apalagi aku harus melewatkan malam pergumulan lagi. Karena malam ini aku ingin mengajaknya kembali bergumul …. ahhh …. pasti nikmattt ..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rating

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 5,844,851 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
November 2012
M S S R K J S
« Okt   Des »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
%d blogger menyukai ini: