Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Bercinta dengan Karyawanku yang Lugu

Beberapa tahun yang lalu aku bertemu dengan seorang dokter muda yang baru mulai praktek yang sekarang menjadi suamiku. Pesta pernikahanku memang cukup meriah, terutama untuk ukuran kota kecil. Tidak lama setelah itu suamiku, yang telah dipindah-tugaskan ke kota lain, memboyongku ke tempat kediamanku yang baru.

Benar saja ternyata tepat apa seperti apa yang telah kuperkirakan. Di kota ini aku kesepian dan segera merasa jenuh. Nikmatnya kehidupan perkawinan, seperti yang pernah digambarkan kakak-kakakku, ternyata tidak kualami.

Dalam keadaan hampir tidak tahan lagi seorang wakil perusahaan farmasi, yang kebetulan menjadi relasi suamiku, datang mengunjungiku. Dimintanya kesediaanku untuk menjadi manager penyalur obat-obatan produksi perusahaannya.

Singkat cerita saya mulai bekerja. Pada suatu hari aku harus melakukan kunjungan ke kota kecil di Jawa Barat. Kali ini aku ditempani asistenku dan seorang karyawan yang orangnya lucu dan cukup tampan tapi masih single. Sesuai rencana untuk malam pertama ini kami menginap di Bandung. Kupilih kamar yang baik dan bersih untukku, lalu aku mandi menyegarkan diriku.

Sehabis mandi kebiasaanku memang memakai celana pendek tipis dengan lingerie dan atasan mirip daster namun hanya sebatas perut yang agak longgar aku rebahan di sofa panjang. Biasanya dengan baju ini kulakukan untuk memancing gairah suamiku. Ini membuatku nyaman. Sulit sekali bagiku untuk memicingkan mataku malam ini. Akhirnya daripada kesal sendirian aku call karyawanku untuk menemani di kamarku. Rupanya dia juga belum tidur. Dia kuajak ngobrol di teras kamar yang berada dia dalam. Sambil ngobrol sana-sini aku tak tahan juga melihat dia. Kuperhatikan dia memang ganteng dengan kumis tipisnya. Akhirnya iseng kuminta dia memijatku, sambil aku mendengarkan cerita-ceritanya yang jenaka.

Tak banyak bicara aku kemudian rebahan dengan posisi terlentang. Rupanya dia agak sungkan menanggapi permintaanku. Namun sebagai karyawan yang setia ia mau saja. Tangannya aku tarik untuk memijat kakiku. Ahhh … nyaman rasanya sekali tangannya.  Makin mala makin keatas membuat jantungku berdegup kencang. Dasterku sengaja aku singkap agar dia terangsang. Otomatis kelihatan perutku. Betul juga … aku rasakan nafasnya naik turun. Tak tahan aku tengkurap dan tangannya kupegang dan kuminta dia memijat punggungku. Dia mengelus punggungku dengan lembut. Setelah beberapa saat kuminta ia memijit pinggangku kemudian aku suruh meremas pahaku. Kemudian sambil rebahan kusuruh dia menduduki pantatku, maksudnya supaya tekanan pijatannya lebih terasa. Santai saja kubiarkan ia mengurut dan memijati punggungku yang agak terbuka, karena jenis daster atas yang kukenakan tersingkap memang seperti itu. Saya sengaha perlihatkan lingerie hitam saya kelihatan karena celana pendek saya juga berkolor hingga mudah melorot jika aku bergerak. Tapi dia bilang minta maaf sambil melihat pantatku yang seksi. “Tak apa …pegang saja. Remas saja pantatku aku suka kok” pinta saya agar dia tidak termangu dalam kelu. Gimana mau mijit kalau hanya dipandang saja.

Rupanya saat dia memijit punggung dan  pantatku kurasakan ada ganjalan di pantatku. Yah .. akhirnya dia ngaceng juga. Tapi aku pura-pura tidak merasa karena remasan tangannya yang kuat membuat aku keenakan dan ini aku bernafsu dan bergairah. Kubiarkan saja tangannya menggerayangi tubuhku, punggung, kaki dan sesekali memijat pundaku. Kondisi membuat aku tidak tahan juga dibuatnya. Akhirnya aku berdiri. Dia Kaget. Maaf bu. Kenapa? ada yang salah bu?” dia setengah bertanya.

Kulepas bajuku dan celanaku akhirnya aku hanya mengenakan dalaman lingerie. Jembutku yang lebat menyembul dari cd yang sangat mini dan tipis.  Kulirik celananya rupanya kontolnya sudah ngaceng. Melihat aku melepas baju dia tambah kaget, apalagi tanpa basa-basi kulepas celananya dan juga kaonsya serta kupegang kontolnya yang sedari ngaceng. Sebelum dia sempat berucap kucium dia dan dia gelagapan mendapat serangan mendadak dariku. Sambil terus kumainkan lidahku di mulutnya, tanganku tak mau diam memegang kontolnya tentunya sambil meremas dan mengocoknya dengan sentuhan lembut tanganku. Rupanya aksiku ini membuat dia kelabakan kelihatan dari desahan mulut saat aku ciuman.

Setelah itu kuteruskan ke arah bawah hingga ke sekitar selangkangannya. Tapi kali ini aku hanya menciumi batang kemaluan sekedarnya saja. Sempat kulirik dia menatapku dengan pandangan heran. Tapi kuteruskan saja menciumi paha dan betisnya. Waktu ujung kontolnya kuemut dan kujilat dia menjerit, … “Aduh ahhhh” Setelah itu kecupan-kecupan bibirku bergerak menuju ke atas lagi, hingga aku berhenti di sekitar selangkangannya.

Tubuh dia terlihat berkeringat, padahal udara malam itu cukup dingin. Rupanya apa yang baru kulakukan tadi telah memacu birahinya. “Enak nggak ?” … tanyaku ingin memastikan. “Aduh enakkk bu, aku nggak pernah ngebayangin seperti ini rasanya.” Jawabannya membuat hatiku berbunga-bunga. Jangan panggila aku bu, ya. Panggil namaku saja. Dia tak sempat menggangguk karena keenakan.

Dengan tetep di teras dan dengan penuh semangat aku mulai menjilati ‘kontolnya’ dan ‘batang kontolnya’nya. Lidahku menyapu semua sudut ‘kemaluan’ yang besar dan keras itu. Tidak lupa kujilati juga ‘buah zakar’nya, hingga dia menjerit keenakan. Apalagi waktu pantatnya kugigit-gigit lembut. Karena masih ingin merangsang lebih jauh lagi kudorong bagian bawah pahanya ke atas. Lalu kujilati lagi kontolnya. “Aduh Eva, aduh, ampun Eva,” … dia mengerang keras sekali. Karena kuatir didengar orang kuhentikan jilatanku itu. Langsung ‘batang kemaluan’ dia aku kulum dalam dan setelah itu kuemut-emut dengan bernafsu. Beberapa saat kemudian dia menarik tanganku lembut, … “aku! …  belom pernah ngalamin yang seperti begini … Terima kasih ya bu!”  Eh dia panggil aku bu lagi.  Tak apa yang penting kami merasakan kenikmatan.

Sebelum timbul pikiran macam-macam di benak pemuda itu cepat kutarik ‘batang kejantanan’nya ke mulutku dan kuemut-emut dengan penuh gairah. Setelah itu di kuminta dia berbaring.  Dengan aku di atas kutunggangi dia dan kuberi kode bahwa aku ingin oral seks 69. Dia nampak bingung. Ia menjatuhkan tubuhnya ke arah bawah, dalam posisi 69 berlawanan arah dengan tubuhku. Akhirnya tanpa banyak bicara kamu juga akan tahu sendiri, begitu pikirku. Sambil setengah nungging kupegang kontolnya sedangkan memeku kedekatkan ke wajahnya yang tampan itu ke arah selangkanganku. Kuperintahkan dia menjilatinya seluruh bagian ‘kemaluan’ku. Sementara aku asik bermain dengan kontolnya, dipeluk dan ditariknya pantatku, lalu dijilatinya ‘memek’ku seperti tadi telah kulakukan padanya. Kalau tidak kugigit bibirku pastilah aku sudah menjerit-jerit kegelian. Sewaktu dia kembali menjilati kemaluanku hampir saja aku mencapai puncak orgasmeku. “sayang, udah ah saya nggak tahan,” … kataku memintanya berhenti. Rupanya di asik bermain dengan memeku yang berjembut lebat. Bu …. aku suka memek ibu yang berjembut lebat .. wow aku bangga di katakan begitu.

Kumulai lagi menjilati dan mengemut ‘senjata kejantanan’  yang keras itu. Sambil tentunya tanganku sendiri mengusap-usap ‘kemaluan’ku yang tadi sudah dirangsang. Lama-kelamaan mulai terasa cairan kental agak asin di mulutku. Kelihatannya dia sudah mendekati saat-saat puncaknya. ‘Nanti waktu keluar siramin ya ke atasnya saya.’ Ia bertanya heran, … “Mau  seperti begitu, ditumpahin sperma saya?” Kuyakinkan dia, … “Mau dong kan enak … Oh iya nanti kalau kamu udah keluar punya saya kamu usapin ya, biar saya juga puas.” Setelah itu kembali kuemut-emut ‘batang kontol’nya, sambil kukocok-kocok keras. Tidak terlalu lama kemudian terdengar dia mengerang dan mengaduh.

Sesuai permintaanku tadi ditariknya ‘tonggak kejantanan’nya dari dalam mulutku. Lalu aku mengambil alih dengan mengocok dengan tanganku. Kuatur posisi diriku sambil tanganku terus meremas-remas pahanya. Waktunya mulai mengocok kontolnya’ aku mengaduh kaget. Cairan yang tadinya kuharap akhirnya keluar dan  jatuh di dadaku dan leherku, ternyata begitu kuat semburannya sehingga tertumpah di wajahku. Mendengar eranganku rupanya semburan demi semburan cairan air mani tersiram ke wajahku. Aku menikmati itu semua sebisaku. Sementara itu kurasa telapak tangannya yang kasar meraba selangkangan dan celah pahaku, berusaha membawaku juga diriku ke puncak orgasme. Dalam keadaan terangsang mulutku mencari ‘batang kejantanan’. Ternyata masih dalam keadaan sangat keras, dan tetap besar, walaupun sudah mengalami ‘ejakulasi’nya. Dengan cepat kumasukkan ‘barang kepunyaan’ itu ke dalam mulutku dan kuemut-emut lagi. Dia mengerang keenakan dan mengaduh kegelian. Dalam keadaan itulah aku juga mencapai puncak pengalamanku di malam ini.

Melihat keadaanku yang sudah lemah lunglai aku berbaring santai. Setelah membersihkan dirinya di kamar mandi ia kembali membawa handuk. Dibersihkannya seluruh tubuhku dengan telaten dan penuh perhatian. Aku diangkatnya ke tempat tidurku. Wow … indah sekali. Setelah merebahkan tubuhku dia mau pamit kembali ke kamarnya. Tapi aku tahan. AKu bilang “temani aku malam ini”. Diapun mengangguk mau. Sambil merebahkan tubuhnya. “Peluklah aku sayang” pintaku.  Kali ini aku yang ingin dipeluknya. Sambil aku bisikan kata “Kontolmu enak, aku bangga sama kontolmu. Enak dijilat, diemut, disedot, dimasukin ke memek yang pasti nikmat, apalagi sambil menikmati sperma kamu yang muncrat ….”.

Demikianlah selanjutnya akupun terlelap dalam pelukan karyawanku, seolah-olah dalam pelukan lengan pasangan hidupku yang sejati. Malamnya kami terjaga dari terlelap dengan kontolnya meregang. Melihat itu aku tak kuasa untuk menelan air ludahku. Kugarap dia dan lalu kujilat dan kuremas dengan Posisi seks woman on toppenuh nafsu. Rupanya kontolnya terbangun makin keras dan menantang. Kontolnya jadi tambah besar. Aku makin bernafsu mengerjainya dan melumatnya dengan penuh perasaan. Akhirnya dia pasrah malam ini harus melayani nafsuku untuk kedua kalinya. Ronde ke dua malam ini kulalui dengan gairah yang memuncak. Kali ini dia lebih pengalaman dari pergumulan pertama tadi.   Sedikit perlawanan dari dia membuatku pergumulan makin seru dan membuatku makin puas dan buas. Aku tak bisa menahan diri untuk tidak liar kali ini. Akhirnya kami bercinta lagi. Kali ini lebih dahysat karena dia lebih berani dan tidak malu-malu lagi dan bisa mengimbangi aksi liarku. Berbagai gaya dan posisi kami lakukan dengan liarnya, membuatku semakin tak kuasa menahan gejolak liarku. Pergumulan kali ini membuat terkuras tenagaku walau begitu aku sangat puas karena aku mendapatkan kenikmatan yang kudambakan dari pemuda ini.

Selama di hotel tak terhitung lagi kami bercinta. Seringnya aku keluar kota membuatku aku nyaman dan menikmati pergumulan seru dengannya setiap kami bercinta.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,881,232 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
Januari 2013
M S S R K J S
« Des   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: