Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Aku Menikmati Menjadi Wanita Maniak Seks

Aku seorang wanita belum menikah yang selalu mendambakan sentuhan lelaki setiap saat. Usiaku masih tergolong muda, tapi aku sangat berpengalaman bercinta. Sudah lama tidak bercinta membuat aku seperti orang kesurupan, aku telanjang di dalam kamarku. Kupandang bayangan sekujur tubuh bugilku di cermin besar yang ada di lemari pakaianku. Lalu kuremas-remas sepasang buah dadaku yang sangat montok ini. Kuelus kemaluanku yang berbulu sangat lebat ini. Aaaah…seandainya tangan yang menyentuh kemaluanku ini bukan tanganku sendiri….seandainya ada seorang lelaki yang menyentuhku malam ini….aaaah….seandainya malam ini ada seorang lelaki yang mau menggelutiku, mengelus kemaluanku, meremas buah dadaku … lalu memasukkan penisnya ke celah vaginaku…alangkah indahnya kalau khayalanku ini menjadi suatu kenyataan. Bermenit-menit aku tenggelam di dalam khayalanku. Tiba-tiba aku teringat Seno, anak muda adik kelasku yang masih tetanggaku.

Hari ini sabtu malam minggu dia kebetulan libur jadi bisa kusuruh datang ke rumahku untuk minta bantuannya membetulkan lampu ruang kerjaku yang mati.  Lalu kukenakan gaun tidurku yang putih dan transparant, tanpa mengenakan apa-apa lagi di dalamnya. Akhirnya di datang. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Selesai membetulkan lampu aku panggil dia.   Tak lama kemudian Seno masuk ke dalam kamarku. “Kamu bisa mijet No?” tanyaku ketika Seno masih berdiri canggung di dekat tempat tidurku yang luas dan ditutupi bad cover bercorak bunga lotus. “Mijet asal-asalan sih bisa Mbak.” “Yang penting urut-urut aja, badanku pegel-pegel,” kataku sambil mengambil baby lotion dari meja riasku. “Baik Mbak,” katanya sambil menerima botol lotion itu.

Aku pun lalu telungkup di atas tempat tidur. “Ba…baik Mbak…“I..iya Mbak…yang mau dipijet apanya Mbak?” Seno duduk di pinggiran tempat tidurku. “Semuanya lah. Dari kaki sampai kepala.” “Ba..baik Mbak…” Lalu terasa Seno mulai memijit-mijit telapak kakiku. “Enak juga pijetanmu No. Belajar dari mana?” “Ah asal-asalan aja Mbak. Dulu waktu kecil suka disuruh pijetin ayah saya…” “Terus naik ke atas,” kataku sambil menyingkapkan gaun tidurku sampai ke paha. “Iya Mbak,” sahutnya sambil membalurkan lotion ke betisku. “Yang agak kuat ngurutnya ya,” kataku.

“Iya Mbak,” sahut Seno dengan suara agak terengah. Pasti karena melihat pantat besarku yang tak tertutup apa-apa lagi. Bahkan sebagian jembutku pasti ada yang nyembul di pantatku, karena memang lembutku lebat. Sambil menelungkup kuamati perilaku Seno, dengan mata disipitkan seolah-olah sedang terpejam.

Marie Josee Croze shows bush in hot sex sceneDia mengurut pahaku dengan mulut ternganga. Dan kulihat di celana dalamnya ada yang menonjol. Ah, rasanya aku tak sabar lagi, ingin memegang yang berada di balik celana dalam itu. Yah semua benda itu bernama kontol. Semua wanita pasti menyukainya. Munafik kalau tidak mengakuinya.   Tapi aku harus menahan diri dulu. Aku harus yakin dulu bahwa dia mau kuajak bersetubuh.

Sebenarnya saat itu aku juga gugup. Tapi aku bisa menguasainya. Bahkan kurentangkan sepasang pahaku lebar-lebar, agar dia bisa mengamati kemaluanku sepuasnya.

Dan Sambil tidur kakiku kuarahkan ke kontolnya. Lalu kutarik tangannya yang baru saja dibasuh dengan baby lotion, kuletakkan telapak tangan itu di kemaluanku sambil berkata binal, “Ini urutnya yang lembut ya.” “I…iya…ininya diurut juga Mbak?” ucap Seno dengan suara hampir tak terdengar, sementara tangannya terasa gemetaran.“Iya,” sahutku sambil menjulurkan tanganku ke arah celana dalam Seno. Ternyata bagian yang menonjol itu sudah berdiri dengan gagahnya. Hihihi…benar-benar sudah ngaceng. Dan Seno terkejut. Terlebih lagi waktu aku menyelinapkan tanganku ke balik celana dalamnya, karena aku ingin memegang penisnya tanpa terhalang celana dalam lagi.

Seno gelagapan. Tapi dengan senyum binal aku berkata, “Ya sudah, kamu elus memekku, aku elus kontolmu yang udah ngaceng ini, biar adil kan?” “I…iya Mbak…ta…tapi…duuuh…perasaan saya jadi gak bener nih…” kata Seno sambil berusaha mengikuti perintahku, mulai mengelus-elus kemaluanku dengan tangan yang sudah berlumuran baby lotion.

“Iya begitu ngelusnya, No…enak nih…oooh…” kata-kataku berlontaran begitu saja ketika tangan Seno mengelus bibir kemaluanku, “Masukin jarinya sedikit gak apa-apa No….duuuh…enaknya sih pake kontolmu ini No….” kataku lagi sambil meremas-remas batang kemaluan Seno.

“Ah…ma…masa pake punya saya Mbak….” “Kamu mau nggak? Kalau mau ya masukin aja kontolmu ke memekku..yang jujur dong kalau jadi cowok…kalau mau bilang mau, kalau gak bilang gak…” “Ma…mau Mbak…mau…mau…” “Ya udah masukin aja kontolmu…pasti lebih enak…” Dengan sikap bersemangat, Seno melepaskan celana dalamnya, lalu menempelkan puncak penisnya di mulut vaginaku.

Aku degdegan juga menunggu semuanya ini, karena tampaknya penis Seno sedikit lebih besar daripada penis Robby. Panjangnya pun melebihi penis Robby. Karena sudah dilumuri baby lotion, meskipun penis Seno lumayan gede, mudah saja ia mendorongnya sampai amblas ke dalam liang vaginaku.

“Ooooh…sudah masuk No…..ayo mainkan, kenapa didiamkan aja? Entotin aja …..nnaaaahhh…gitu No….oooh…enak No….entot terus No…ini enak sekali….”“Duuuh Mbk….kita jadi bersetubuh ya Mbak…duuuh, punya Mbak masih kecil banget…enak sekali Mbak…” “Ya iyalah masih kecil. Aku baru satu kali ngerasain dientot. Ini yang kedua kalinya No…” “Oooh, pantesan masih kecil banget lubangnya….enak sekali Mbak….mmm…” “Tetekku remas atau diemut dong, jangan dibiarkan nganggur,” kataku sambil menarik gaun tidurku tinggi-tinggi dan kulepaskan sekalian. Sehingga aku kini benar-benar telanjang bulat.

Seno patuh saja pada perintahku. Dia mulai mengentotku sambil meremas-remas buah dadaku, terkadang juga mengemutnya seperti yang dilakukan oleh Robby 3 hari yang lalu.“Ooooh…enak No…kontolmu gede No…lebih gede daripada punya pacarku…mantap No…iya…oooh…enak banget No…..” ucapku berlontaran begitu saja sambil meremas-remas rambut Seno, terkadang menjambaknya dengan gemas….bukan main nikmatnya.

Seno sendiri tampak sangat menikmati persetubuhan ini. Hmm…namanya kusimpan di hatiku, sebagai cowok yang bisa kuajak bersetubuh kapan pun aku menginginkannya.“Mbak…nanti kalau sa…saya mau keluar…lepasinnya di mana?” tanyanya terengah-engah.“Di dalam memekku saja,” sahutku sambil memeluk lehernya dengan gemas. Aku memang tak takut hamil lagi. Karena kemarin aku sudah dipasangi alat KB oleh dokter. Aku mengaku pengantin baru yang belum mau punya anak. Maka dipasanglah alat KB, yang membuatku leluasa bersetubuh dengan cowok yang kuinginkan, tanpa takut hamil.

Dan memang waktu bersetubuh dengan Seno ini aku ingin tahu bagaimana rasanya waktu air mani pria menyembur di dalam liang vaginaku. Pada waktu Seno sedang asyik mengayun batang kemaluannya, aku masih sempat menarik kaus oblongnya agar terlepas dari tubuhnya, supaya sama-sama telanjang bulat. Lalu kudekap pinggangnya erat-erat, sambil berusaha menggoyang-goyang pinggul dengan gerakan seadanya, karena aku belum berpengalaman dalam menggoyang pinggul. Yang penting jangan diam seperti gebok pisang aja.

Tapi baru kira-kira seperempat jam berlangsungnya persetubuhan ini, tiba-tiba Seno melenguh, “Oooh…Mbak…saya sudah mau keluar….” Aku agak heran, karena aku belum mencapai orgasme, justru sedang enak-enaknya disetubuhi oleh Seno. Dan tiba-tiba saja ia mendesakkan batang kemaluannya sedalam-dalamnya…kemudian terasa ada cairan hangat menyembur-nyembur di dalam liang kewanitaanku. Oh, ini nikmat sekali. Tapi sayangnya, aku belum mencapai orgasme.

“Kok cepat sekali kamu keluarnya?” bisikku ketika kurasakan penis Seno jadi mengecil dan melemah.“Iya Mbak,” Seno mengangguk malu-malu, “Maklum belum sekalipun merasakan. Tapi asal Mbak mau, dalam semalam ini saya kuat sampai lebih dari 5 kali. Biasanya yang kedua lebih lama. Yang ketiga jauh lebih lama lagi….”

“Ohya?” aku tersenyum, “Nanti buktikan ya. Aku mau nyoba sesering mungkin malam ini..

Sambil istirahat dia lihat vcd porno. Begitu layar LCD televisiku menayangkan isi DVD, Seno menoleh padaku yang menonton sambil rebahan di tempat tidurku.“Waduh, filmnya seru Mbak,” katanya ketika melihat layar televisi mulai memperagakan dua orang cowok sedang berdiri, di tengahnya ada cewek sedang duduk di kursi kecil sambil memegang penis kedua cowok itu.

kamasutra woman on topLalu tampak cewek itu mulai disetubuhi sama lelaki yang satu, sementara lelaki yang lainnya tampak asyik karena penisnya diemut oleh cewek itu.“Wah, ceweknya pasti keenakan. Kenyang banget tuh, bisa dapet dua cowok sekaligus,” kata Seno lagi.“Sini nontonnya No, jangan di bawah gitu duduknya,” kataku sambil menarik tangannya.

Seno patuh saja. Naik lagi ke atas termpat tidurku. Seno duduk di pinggiran tempat tidur, dengan kaki terjuntai ke lantai seperti duduk di kursi. Aku pun memeluknya dari belakang, dalam keadaan cuma ditutupi handuk yang dililitkan di tubuhku. Kemudian aku berganti posidi dan aku menindihnya untuk memulai pergumulan lagi.

Aku yang belum orgasme tadi merasa belum terpuasi. Maka dengan binal tanganku menyelinap ke balik celana dalam Seno. Wow, ternyata batang keemaluannya sudah ngaceng lagi! “Kamu benar-benar kuat lima kali?” tanyaku sambil meremas-remas penis Seno yang sudah tegang itu.

“Saya kalau lagi kepengen suka dikocok Mbak. Dalam semalam saya bisa ngook sampai tujuh atau delapan kali.” “Praktekkan malam ini ya,” kataku sambil menyembulkan penis Seno dari celana dalamnya, “tuh sudah ngaceng. Ayo main lagi No. Tapi sekarang kamu di bawah, aku di atas. Pengen nyobain posisi itu.”

Seno tidak membantah sepatah kata pun. Lalu menanggalkan celana dalam dan kaosnya. Aku melepaskan belitan handukku ketika Seno sudah menelentang dalam keadaan sudah sama-sama telanjang bulat.

Meski belum pernah melakukan sebelumnya, aku sudah sering nonton film bokep. Tentu tak sulit bagiku untuk berlutut dengan kedua kaki terletak di kanan kiri pinggul Seno. Lalu kupegang batang kemaluan Seno dan kutempelkan “kontol”nya di mulut vaginaku. Kuturunkan pantatku dengan hati-hati. Dan…blessss….penis itu terasa masuk ke dalam liang vaginaku.

Ini kesekian kalinya aku merasakan bersetubuh dengan posisi di atas begini. Jadi aku bisa melakukannya dengan baik. Karena aku sering menonton posisi begini di film-film bokep. Lagian aku sudah tahu prinsip dalam persetubuhan, yang penting penis bisa menggesek-gesek liang kenikmatanku. Mudah sekali mempraktekkannya.

Ketika aku menatap wajah Seno yang berada di bawah wajahku, sekali lagi hatiku dijalari perasaan sayang padanya. Maka seharusnya aku berterimakasih padanya, tanpa harus diucapkan, tapi dengan tindakan.

Maka tanpa ragu lagi, ketika aku semakin asyik mengayun pantatku berputar dan naik turun, kulumat bibirnya, yang ternyata disambut dengan lumatan penuh kehangatan juga. Bahkan kedua tangannya meremas-remas bahuku, buah pinggulku dan terkadang buah dadaku yang bergelantungan di atas dadanya pun tak luput dari remasan.

Tapi benar kata orang-orang, bahwa kalau cewek main di atas, biasanya lebih cepat mencapai orgasme. Belum sampai setengah jam aku mengenjot dari atas, aku tak kuasa lagi menahan puncak kenikmatanku. Lalu seperti orang kesurupan aku menggelepar-gelepar di atas tubuh Seno. “Aku mau keluar No…mau keluar…keluar…oooh..oooh….”

Lalu tibalah aku di titik orgasme yang sangat nikmat. Di saat itulah kucium bibir Seno dengan penuh rasa terimakasih, karena ia telah memberikan kepuasan padaku.

Ternyata Seno itu sesosok cowok yang bisa memuaskan hasratku. Bahkan kalau aku harus bicara jujur, Seno itu lebih memuaskan daripada Robby.Di malam yang indah itu Seno membuktikan ucapannya. Bahwa ia sanggup bersenggama lebih dari 5 kali dalam semalam.

Di kamar mandi, kami mandi bersama. Dengan telaten ia menyabuni sekujur tubuhku. Dan ketika kutantang untuk bersetubuh lagi, ia mengangguk dengan senyum. Lalu kami bersetubuh lagi untuk ketiga kalinya, sambil berdiri di bawah semburan shower air hangat.

Doggy Style untuk morning sexSetelah di kamar, aku ingin mencoba posisi doggy seperti di film bokep yang sedang kuputar. Seno pun langsung setuju saja. Lalu aku menungging, Seno mengenjotku dari belakang. Ini adalah persetubuhan yang keempat kalinya. Persetubuhan yang kelima, kami lakukan di ruang keluarga, di atas sofa. Tentu saja setelah pintunya dikunci dulu,  karena hari sudah hampir subuh.

Kelihatannya Seno masih mampu untuk menyetubuhiku keenam kalinya. Tapi aku menyerah, letih dan ngantuk.“Nanti aja kita lanjutin ya. Sekarang kita harus iistirahat dulu,” kataku sambil mengelus rambut Seno.“Iya Mbak,” Seno mengangguk patuh.“Tapi ingat No… aku ingin melakukannya lagi tiap malam.”

“Tentu aja Mbak.” Di pagi yang masih gelap itu aku baru mulai merebahkan diri di atas tempat tidur. Dengan batin puas. Puas sekali. Aku tersenyum sendiri di kamarku. Hihihihi…. Seno…malam ini kamu tidur di kamarku ya,” kataku, “aku lagi takut tidur sendiri. Kemaren juga mimpiku serem banget.” Seno kaget, memandangku sesaat. Tapi lalu mengangguk, “Ba…baik Mbak.”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22 Februari 2013 by in Cerita Seks and tagged , .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 205 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,863,587 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
Februari 2013
M S S R K J S
« Jan   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  
%d blogger menyukai ini: