Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Aku Ibu Dosen Doyan Bercinta dengan Mahasiswaku

Aku seorang dosen hidup sendiri di kota lain yang harus jauh dari suamiku. Kami tidak mau saling mengalah untuk melepaskan salah satu jabatan kami. Yah … beginilah jadinya. Aku tidak ambil pusing karena aku sangat menikmati pekerjaanku dan “kesendirianku”. Dalam kebutuhan seks tidak masalah bagiku karena semua terpenuhi. Siapa saja yang kuninginkan aku tinggal pilih. Siapa bisa menolak ajakan datang ke rumahku. Aku dosen cantik dan seksi walau umurku kepala emoat. Tubuhku seksi karena aku rajin aerobik. Karena aerobik staminaku jadi kuat terutama dalam bersetubuh. Aku merasa menjadi wanita sempurna. Hasrat seksku yang kuat bisa tersalurkan kapan saja tanpa halangan berarti. Aku masih sangat melayani dengan pemuda sekalipun. Apalagi nafsu mereka menggebu-gebu dan belum bisa mengontrol stamina. Tak susah menakkukan mereka.

Hari ini aku undang mahasiswaku untuk datang ke rumahku dengan alasan perbaikan nilai. Dia cakep dan aku suka padanya.  Kesempatan ini tak kan kusia-siakan menikmati dan menggrayangi tubuh atletisnya sambil meremas dan emut kontolnya.  Gairahku seksku tidak bisa ditahan lagi. Dia sudah datang saat aku baru selesai aerobik. Diruangan fitnestku dia aku suruh masuk. Rupanya dia kaget aku hanya mengenakan baju aerobik seksi. Memang aku sengaja. Sebuah keindahan tersendiri dalam kondisi polos di bagian bawah dan kaos masih melekat. Belahan payudaraku yang besar membayang di balik kaus tipis. Mungkin karena malu dia berbalik. Heee … mau ke mana, sambil kutarik tangannya. Anu bu ….. abu …. dia gugup. Mau tutup pagar.jawabnya.” Nggak usah. jawabku. Pagar otomatis terkunci. Kaos tipis masih kubiarkan tetap di badannya. Akhirnya dia duduk sementara aku di sampingnya. Aku mulai bergairah tetapi hanya diam menunggu aksinya. Sambil membetulkan kacamataku kuremas pahanya. “Kenapa kamu takut ya” Tanyaku. Kamu sudah ngaceng ya. Udah nggah usah malu”. Tak tahan birahi yang sudah di ubun-ubun kusandarkan dia dan celana kuplortin. 

Sementara dia berdiri juga menaruh hpnya di dekat meja. Aku mendekati dia kudorong ia dan kupepetkan ke dinding sambil berciuman lembut. Ia mengerang kecil” Ngghngngh..”.

Tanganku membuka celana panjangnya dan menariknya ke bawah. Kemudian aku meremas penisnya yang sudah ngaceng dan mengeluarkannya dari celana dalam.Aku diangkat dan cd-ku dilepasnya. Aku bergerak dan mendorongnya di dinding. Tak berapa lama aku sudah bermain dengan kontolnya. Dalam posisi setengah jongkok aku mulai mengulum kontolnya yang semakin lama semakin tegang. Aku mengkombinasikan permainan penis dengan mengocok, menjilat, mengisap dan mengulum penis. Sementara  dia pegang erat kepalaku dan menggerakkan maju mundur sehingga mulutku bergerak mengulum penisnya. Tanganku meremas pantat dan menarik celana dalam yang mengganggu gerakanku. Mulutku menyedot dengan kuat sampai sampai dia mengerang. Aksi emut kontol ini berlangsung lama, karena aku memang menyukai aksi ini. Aku suka sekali dengan dia, karena dia hanya diam saja sementara aku mengerjainnya kontolnya. Aku suka jika lawan seks ku diam sementara aku mempermainkannya.

Kurebahkan tubuhnya ke tempat tidur, kali ini aku ingin menikmati kontolnya. aku terus memainkan penisnya. Dilepasnya kacamataku dan diletakkan di meja samping ranjang. Aku berdiri dan melepaskan celana aerobik.  Pahaku yang mulus dan kencang terpampang di depan nya.

Kini dia yang jongkok di depan dan mulai menjilati dan memainkan clit-ku. Aku terguncang-guncang ketika clitnya dijilat dan dijepit dengan kedua bibirnya. Beberapa saat kami dalam posisi begitu. Tangan kiriku  memegang kepalanya dan menekankan ke selangkanganku. Tangan kananku meremas payudaraku sendiri.

Kemudian dia bangkit berdiri dan bermaksud melepas BH-ku. Dicari-cari di punggungku tetapi tidak kutemukan pengaitnya. “Di depan.. Buka dari depan sayang,” kataku berbisik. Rupanya dia tidak tahu model BH-nya dengan kancing di depan. Diremas kedua dadaku dengan lembut. Tangannya sudah menemukan kancing BH-nya. Tidak lama dadaku sudah terbuka. Putingnya yang coklat membayang di balik kaosku. Digigit dari luar kaos dan aku mengerang.

set317000Penisnya di bawah sudah berdiri melewati garis horizontal mulai mencari sasarannya. Tanganku mengocok penis lagi dan menggesekkannya pada vaginaku. Kucoba memasukkannya sekarang, namun meleset terus. Kemudian diangkat sebelah kakiku dan kucoba lagi. Tidak tembus juga. Mulutnya masih bermain dengan puting di dalam kaosku. Aku tidak sabar lagi dan dengan sekali gerakan kaosku sudah terlempar di sudut kamar. Tangannya mengusap gundukan payudara dan meremas dengan keras namun hati-hati. Ia menggelinjang. Mulutnya menyusuri bahukudan melepas tali BH-ku yang masih menggangtung sehingga kini kami dalam keadaan polos.

Karena sudah gagal berkali-kali mencoba untuk memasukkan penis dalam posisi berdiri, Kudorong dia ke arah ranjang dan akhirnya kudorong dia rebah ke ranjang. Saat itu aku mulai kepanasan karena gairah yang timbul. Lalu aku menerkam dan memeluknya. Perlahan-lahan ia mulai mengikuti permainanku. Kutindih tubuhnya dan kuremas pantatnya.

“Anto.. Kumohon please ayo.. Masukk.. Kan!” Tanganku meraih kejantananku dan mengarahkan ke guanya yang sudah basah. Dia menurut saja dan tanpa kesulitan segera kutancapkan penisnya dalam-dalam ke dalam liang vaginaku.

woman on topKami saling bergerak untuk mengimbangi permainan satu dengan lainnya. Aku yang lebih banyak memegang peranan. Ia lebih banyak pasrah dan hanya mengimbangi saja. Gerakan demi gerakan, teriakan demi teriakan dan akhirnya kamipun menggelosor lemas dalam puncak kepuasan yang tidak terkira.

Setelah sejenak kami beristirahat, kami saling melihat keindahan tubuh satu sama lain gairahku mulai bangkit lagi. Aku memeluknya kembali dan mulai menjilati kontolnya. Kontolnya yang gede membuat aku betah memainkannya. Lidahku menyapu semua sudut ‘kemaluan’ yang besar dan keras itu. Tidak lupa kujilati juga ‘buah zakar’nya, hingga dia menjerit keenakan. Apalagi waktu pantatnya kugigit-gigit lembut. Karena masih ingin merangsang lebih jauh lagi oral seks emut kontolkudorong bagian bawah pahanya ke atas. Lalu kujilati lagi kontolnya.Langsung ‘batang kemaluan’ dia aku kulum dalam dan setelah itu kuemut-emut dengan bernafsu. Kujilat, kuremas, kusedot sesekali aku meremasnya. Buah pelirnya tidak ketinggalan kumainkan membuat dia merem melek dan pasrah. Aku sangat menikmati sesi ini. Tak terasa hampir setengah jam terjebak aku dengan kontolnya.

Selanjiutnya aku minta oral vaginaku aku sudah tidak tahan lagi menahan gairahku. Sebelum timbul pikiran macam-macam di benak pemuda itu cepat kutarik ‘batang kejantanan’nya ke mulutku dan kuemut-emut dengan penuh gairah. Setelah itu di kuminta dia berbaring.  Dengan aku di atas kutunggangi dia dan kuberi kode bahwa aku ingin oral seks 69. Ia menjatuhkan tubuhnya ke arah bawah, dalam posisi 69 berlawanan arah dengan tubuhku. Akhirnya tanpa banyak bicara kamu juga akan tahu sendiri, begitu pikirku. Dengan posisi 69 kami saling merangsang, kuminta dia menjilati memeku yang mulai basah, kurasakan kenikmatan tiada tara. Kujepit kepalanya dengan pahaku sehingga kepalanya tidak bisa bergerak sementara aku asik memainkan kontolnya. 

oral seks posisi 69Sambil setengah nungging kupegang kontolnya sedangkan memeku kedekatkan ke wajahnya yang tampan itu ke arah selangkanganku. Kuperintahkan dia menjilatinya seluruh bagian ‘kemaluan’ku. Sementara aku asik bermain dengan kontolnya, dipeluk dan ditariknya pantatku, lalu dijilatinya ‘memek’ku seperti tadi telah kulakukan padanya. Kalau tidak kugigit bibirku pastilah aku sudah menjerit-jerit kegelian. Sewaktu dia kembali menjilati kemaluanku hampir saja aku mencapai puncak orgasmeku. “sayang, udah ah saya nggak tahan,” … kataku memintanya berhenti. Rupanya di asik bermain dengan memeku yang berjembut lebat. Bu …. aku suka memek ibu yang berjembut lebat .. wow aku bangga di katakan begitu.

Kumulai lagi menjilati dan mengemut ‘senjata kejantanan’  yang keras itu. Sambil tentunya tanganku sendiri mengusap-usap ‘kemaluan’ku yang tadi sudah dirangsang. Lama-kelamaan mulai terasa cairan kental agak asin di mulutku. Kelihatannya dia sudah mendekati saat-saat puncaknya. ‘Nanti waktu keluar siramin ya ke atasnya saya.’ Ia bertanya heran, … “Mau  seperti begitu, ditumpahin sperma saya?” Kuyakinkan dia, … “Mau dong kan enak … Oh iya nanti kalau kamu udah keluar punya saya kamu usapin ya, biar saya juga puas.” Setelah itu kembali kuemut-emut ‘batang kontol’nya, sambil kukocok-kocok keras. Tidak terlalu lama kemudian terdengar dia mengerang dan mengaduh.

Sesuai permintaanku tadi ditariknya ‘tonggak kejantanan’nya dari dalam mulutku. Lalu aku mengambil alih dengan mengocok dengan tanganku. Kuatur posisi diriku sambil tanganku terus meremas-remas pahanya. Waktunya mulai mengocok kontolnya’ aku mengaduh kaget. Cairan yang tadinya kuharap akhirnya keluar dan  jatuh di dadaku dan leherku, ternyata begitu kuat semburannya sehingga tertumpah di wajahku. Mendengar eranganku rupanya semburan demi semburan cairan air mani tersiram ke wajahku. Aku menikmati itu semua sebisaku.

Dasar anak muda belum apa sudah keluar. Tapi tak apa aku puas menikmati spermanya. spermanya anak muda yang masih ingusan. 

Aku sabar menanti kontolnya menegang kembali karena aku yakin dia juga masih kuat kugarap sambil kuelus-elus dan kumainkan kontolnua tak berapa lama ngaceng lagi ini kontol. Aku mulai bersemangat dan girang. Wahh ini cowok bisa buat muasin aku neh …. hahahahaha …

Setelah kuraskan benar-benar ngaceng kemudian memasukkan penisnya yang sudah kembali menegang. Kali ini aku ingin memaksimalkan tenaga mudananya. Biarlah dia yang diatas. Aku ingin mengajarinya bercinta yang benar agar aku juga bisa menikmati kebuasannya, tidak hanya aku saja yang liar.

Posisi Bercinta Terpanas ala KamasutraDia menusuk vaginaku Berulang kali. Ia pun mendesah sambil menarik rambutku. Kami saling bergoyang, hingga tempat tidur pun terasa mau runtuh dan berderit-derit. Setelah hampir setengah jam dari permainan kami yang kedua kali, aku mengejang dan kontolnya terasa hangat karena vaginaku lebih lembab dan hangat. Sejenak kuhentikan genjotanku.

Kini dia kembali menggenjot vaginaku lagi. Kami berdua bergulingan sambil saling berpelukan dalam keadaan merapat. Kuputar badannya sehingga aku tetap dalam posisi pegang kendali di atas. Aku tetap memainkan peranan. Akhirnya aku hampir mencapai puncak dari kenikmatan ini. Kutarik pantatku sehingga sehingga penisnya seolah-olah memanjang. Kumasukkan lagi… kugenjot lagi kali ini lebih kuat dan lebih keras. Pundaknya ake cengkeram sedangkan pinggul kutancapkan dengat kuat berkali-kali.

“Kayaknya aku nggak tahan lagi, aku mau keluar”. Akhirnya tak lama kemudian kami mencapai titik puncak. Aku keluar duluan dan tak lama diapun mendapatkan puncaknya dengan menikmati kedutan pada penisnya. Setelah itu kami terbaring lemas, dengan aku memeluknya dengan payudaraku menekan perutku.

Akhirnya dia kuajak ke tempat tidur yang bersebelahan dengan ruang fitnes. Selanjutnya aku pegangin kontolnya dan kumainkan lagi hingga ngaceng. Malam ini kulanjutkan permainan seru dengannya. Aku puas bercinta dengannya. Kesempatan ini tak kusia-siakan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 Maret 2013 by in Cerita Seks and tagged , , .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 205 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,863,587 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
Maret 2013
M S S R K J S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d blogger menyukai ini: