Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Kalau Ingin Bercinta Kenapa Harus Malu: Kupaksa Cowokku Melayaniku di Ranjang

Standing seksSuatu hari, aku lagi-lagi sedang tak ada jadwal kuliah pagi. Dan kebetulan bibi juga sedang arisan dengan sesama ibu-ibu dari tempat kerja Ical. Bibi bilang padaku untuk jangan lupa memasak untuk makan siang. Karena mungkin bibi pulang agak sore, karena sekalian mau belanja bareng sama ibu-ibu arisan ke Mal M. Kesempatan bathinku untuk bersantai, sekalian menunggu pangeranku  pulang kerja. Nanti sekitar pukul 9 pagi. Tanpa berharap terjadi apa-apa sih… karena masak iya mau melakukan ‘hal itu’ di rumah. Geli juga bathinku.

Setelah puas bersantai di depan TV sambil menonton acara gossip artis, aku putuskan untuk mulai memasak. Sengaja pintu depan tak kukunci, takut sewaktu-waktu pangeranku pulang. Aku naik ke atas untuk berganti pakaian dengan kaus terusan panjang berwarna putih, namun seksi karena hanya sedikit menutupi pahaku. Bisa dipastikan bila aku sedikit saja membungkuk, celana dalam merah seksi ber-renda-ku pasti terlihat menyembul dengan bongkahan pantat montok yang tersembunyi dibaliknya. Aku tak mengenakan pakaian bawahan apa-apa lagi. Karena biar leluasa memasak fikirku. Dan memudahkan bila harus bolak-balik jongkok berdiri saat mengolah makanan. Namun mungkin terselip juga niatan nakalku untuk sedikit menggoda Mangci Zul saat dia datang nanti. Lucu juga membayangkan ekspresi mukanya bila melihatku berpakaian seperti ini. Padahal selama ini toh semua lekukan tubuh putih mulusku telah dilihatnya. Namun tetap aku berniat menggodanya. Biar saja, dia khan kekasihku.

Tanpa kusadari sudah cukup lama mungkin, ternyata beliau sudah pulang, langsung masuk ke rumah karena melihat pintu tak terkunci, berdiri sambil memperhatikanku memasak. Ehmm.. ehmm, si cantik lagi masak. Sapaannya mengagetkanku. Lalu aku menoleh, emmmh.. chayankku udah pulang. Sambutku mesra padanya. Lalu dia beranjak menghampiriku dan memelukku dari belakang. Aduh senangnya hatiku. Sempat aku membayangkan, andaikan saja aku yang jadi nyonya di rumah ini, dan saat ini aku sedang menyambut suamiku ini pulang kerja. Hayo.. kok diem? Ngelamunin apa hayo…, kata Mangci, sambil tetap memelukku dari belakang. Cukup membuyarkan lamumanku. Emmh.. chayank.. lagi masak sayur sop ama perkedel nih yank. Jawabku.

Dia tak menanyakan kemana yang lain, kenapa rumah kok sepi. Karena mungkin dia sudah tahu. Lalu dengan manjanya dia kecup bibirku lembut. Kubalikkan badanku, dan kubalas dengan ciuman yang panas. Iih… nafsu ya si cantikku ini…, katanya menggodaku. Kutatap manja sambil kujawab. Iya nih yank.. abis gara-gara nyium aroma badan kamu jadi horny bgt nih.. gimana donk..?. sambil kugesek-gesekkan pahaku di pangkal pahanya yang sudah mengeras, walaupun masih tertutup celana. Bisa kupahami, mungkin sedari tadi saat memperhatikanku dari belakang dengan pakaian menggoda seperti ini, sudah pasti hasrat kelelakiannya muncul. Ayank mau..? kataku lagi. Dia hanya menganggukkan kepala tanda iya.

Lalu kamipun berpagut lagi, kini semakin liar dan panas, tangan kanannya menggerayangi susuku, meremas-remasnya gemas dan semakin berani untuk menelusupkan tangannya dari bawah bajuku, hingga kini, kaus terusanku ini tersingkap hingga ke atas. Segera di raihnya bongkahan daging besar nan montok, yang sangat disukainya ini. Secepat kilat, BH-ku telah dilepaskannya dengan sekali menarik tali simpul, karena saat ini aku memang sedang memakai salah satu koleksi bra seksiku, berwarna merah menyala, yang jenisnya memang hanya berpengikat tali. Pasti sangat memudahkannya untuk segera menikmati isi di dalamnya. Dan benar saja setelah terlepas, dia segera meraih kausku, menariknya keatas hingga terlepas, dan setelah itu giliran BH ku yang terlucuti olehnya. Hingga.. Kini, aku adalah perempuan hampir bugil, yang hanya menyisakan g-string yang melekat di tubuhku. Sedang berdiri di depan seorang lelaki yang amat kucintai. Sesaat lagi, kembali akan kuserahkan tubuh ini padanya, untuk dijamah dan dinikmati lagi, demi menunjukkan betapa dalam rasaku ini padanya.

Tak sekejappun matanya berkedip melihat pemandangan indah yang kini terpampang jelas di hadapannya. Walaupun telah sering dia melihatnya, namun karena begitu indah, tetap saja membuatnya takjub. Dengan tubuh jenjangku tanpa busana, dihiasi dua bongkah payudaraku yang besar nan montok, yang seolah menantang untuk disentuh. Serta dengan siluet sempurna lekukan tubuhku dari leher hingga ke pinggul yang amat menggoda. Semua ini jelas membuat laki-laki normal manapun diam membatu terpana. Termasuk sayankku ini.

wanita agresifTak seberapa lama, mungkin juga tak ingin menyia-nyiakan tawaran kenikmatan ini. Sambil bediri kami berciuman sangat liar dan panas, ini karena aku memang melumatnya habis bagai kuda binal. Aku ya mulai beraksi kembali, cepat diraihnya susuku untuk diraba dan diremas-remasnya, sambil sesekali putingku di pilin-pilinnya. Uuuhh.. geli sekali rasanya, namun pastinya bercampur nikmat bagiku. Sementara tangan kirinya berusaha meraih pantatku, lau setelah dapat, langsung juga diremas-remasnya penuh nafsu. Entah kenapa sayangku ini terlihat begitu bergairah hari ini..

Kami saat itu saling menyentuh, meraba, dan meremas. Akupun tak mau diam saja. Kuusap-usap dan kuelus kontolnya dari balik celana yang masih menempel. Namun dapat kurasakan, batang kelelakian itu semakin mengeras saja. Dalam kondisi itu, kami juga tetap berciuman panas. Lidah kamu berpagut saling menari-nari liar beradu. Hanya suara desahan .. emmmhh.. aakkh… emmmpppp.. oohh, yang bisa mewakili suasana saat itu. Semuanya seolah berbaur seirama dengan birahi yang sudah semakin memuncak. Tangan kami saling bergelayut, hembus nafas kami semakin memburu rasanya.

Akhirnya dia tersadar sejenak. Foreplay liar ini telah membuat keringat di tubuh kami bercucuran deras. Dia mengusap keningku yang penuh peluh. Sambil berucap, sayank.. didalem aja ya.. dikamar depan. Katanya. Lalu kujawab, Dimana yank?, masa di kamar depan, tar kalo.., buru-buru bibirku ditahannya saat hendak meneruskan bicara, dengan satu jari telunjuknya secara halus. Yakin yank…? gpp? Kataku. Dan tanpa di jawab lagi, dengan sekali senyuman mautnya, dia langsung mengangkat tubuhku, dan membopongnya menuju ke kamar utama. Walaupun sebenarnya saat dibopong menuju kamar itu, hati ku tetap sedikit bimbang, bukan karena apa, hanya saja dihatiku masih menyisakan was-was, takut-takut tiba-tiba…, namun, ah sudahlah demi menyenangkan sayankku, aku turuti saja. Sambil berharap semoga tak ada…

Kini kami sudah berada di kamar utama, kamar tempat peraduan cinta sayangku. Kamar yang untuk sesaat sebentar lagi akan menjadi kamar pengantin kami. Kamar tempat kami memadu cinta dan menggelorakan birahi kami. Sempat sekali lagi terbersit dalam bathinku.. andaikan saja.. duh, senangnya. Lalu kecupannya di bibirku membuyarkan hayalan gila itu lagi. Hmmhh… ngelamun lagi ya sayank.. katanya. Dan aku hanya tersenyum.

Diturunkannya aku dengan sangat hati-hati di ranjang. Dibimbingnya tubuhku dengan penuh kasih sayang.. hingga kini kami saling duduk berhadapan di ranjang itu. Kulihat senyum manis kembali tersungging di bibirnya. Dan akupun membalas senyuman itu, sambil berkata, Tania sayang ayank… dan kusentuh jemarinya dengan lembut.

Kulihat dia masih mengenakan pakaian lengkap seragam kerjanya, melihatnya seperti itu, dan juga karena naluriku untuk melayaninya. Kini aku berinisiatif mainkan kontol perjakauntuk melepas pakaiannya. Kupindahkan posisiku turun dari ranjang. Agak berlutut. Dengan telaten kubuka satu-persatu kancing bajunya. Setelah itu kaus dalam putih itupun turut kulucuti dengan pelan dan halus. Sesaat aku berbisik sambil menggodanya.., celananya mau dibuka juga ga Tuan..?, dan kulihat dia hanya tersenyum menahan geli, namun sambil mengguk, tanda iya. Setelah itu kubuka sabuknya, kuraih resletingnya, kuturunkan, dan lalu celana itu kutarik perlahan kebawah hingga terlepas. Dan aku langsung berdiri. Lagi-lagi kugoda dia. Udah ya Tuan, khan udah dibuka… permisi Tuan, saya mau kembali ke dapur. Mau masak lagi. Reflek dia berkata., nah lho… kok? Lha.. cahayaaank.. kok udah sih? Khan celana dalamnya belum.. iih.

Melihat muka kekasihku ini manja sembari meminta sesuatu yang lebih. Dan memang tadi aku hanya menggodanya. Uuuh.. cahayank.. ganteng dech klo ngambek. Kataku. Dan setelah itu langsung kuraih celana dalamnya dan kupelerotkan hingga.. barang yang amat aku sukai di dalamnya kini terlihat jelas mengacung hebat. Berdiri tegak. Seakan siap untuk digunakan mengoyak-ngoyak liang kenikmatanku, yag sedari tadi sudah agak licin akibat pelumas yang meleleh saat tadi foreplay di dapur. Langsung aku duduk kembali di ranjang tepat disisinya. Kupatap dengan tatapan nakal.. lalu, kupeluk tubuhnya.

Sambil berpelukan, kamipun kembali berciuman penuh nafsu. Bibir kami beradu, lidah kami saling berpilin kembali.. kurasakan bibir bagian bawahku ditarik-tariknya dengan lembut saat berciuman. Tak mau kalah, kubalasnya dengan permainan lidah yang lebih erotis. Lidahku kumainkan di rongga atasnya, menari-nari menjelajahi sudut bibirnya. Seraya sesekali kukulum dengan lembut. Sambil tetap berciuman liar, kini direbahkannya tubuhku di ranjang. Tak lepas pagutan bibir kami karena perpindahan posisi itu.. tangannya kini makin leluasa untuk menjamah susuku yang tegak keatas bersentuhan dengan dadanya yang bidang. Hangat kurasa menjalar di seluruh tubuh ini. Tangan lembut itu, kurasakan dengan lihai bermain-main di daerah rangsanganku.. mulai dari tepi hingga akhirnya putingku tak lepas di sentuhnya. Sesekali perutkupun ikut disentuh, namun dengan cepat kembali tangan itu menikmati gundukan hangat putih nan menggairahkan milikku. Memilin-milin putingnya.

Aka hanya bisa menggelinjang menahan nafsu yang semakin menderu. Dilepaskannya pagutan bibir kami olehnya. Sembari kepala itu kini bergerak kebawah. Dan benar saja. Kini putingku dilahapnya penuh nafsu.. dijilatinya seperti anak kecil yang sedang menyusu. Dia terlihat selalu bergairah dan terobsesi dengan payudaraku ini, termasuk kali ini. Walaupun bila aku jujur.. rasanya ubun-ubunku sudah mau meledak menahan birahi karena perlakuannya. Namun kubirkan saja, toh memang bagiku, segenap raga dan hati ini, kini adalah miliknya. Aku pasrahkan saja untuk dinikmati sesuka hatinya. Lelaki yang amat kusayangi.

Woman on topCukup lama sepertinya dia bermain-main dengan susuku. Hingga tiba-tiba kurasakan permainan di sekitar dadaku itu terhenti, lalu kepala sayanku kurasakan bergerak lagi turun kearah pusar. Berhenti sesaat disitu.. dia menciumnya. Mencium pusarku, sekali mengecup, menjilat, tak terlalu lama. Lalu terus bergerak kembali kebawah hingga…, tak perlu terlalu lama, vaginaku telah dilumatnya. Dijilatinya klitorisku, sembari tangannya tetap meremas-remas susuku. Kurasakan labia mayora-ku juga tak luput dari sergapan bibirnya yang lembut. Sedikit ditarik-tarik. Dilepaskan.. diemut lagi, ditarik lagi.. aaahhh, perlakuan yang sungguh membuatku terbang.. nikmat sekali rasanya. Tak sedikitpun terlihat dia akan menghentikan permainan lidah dan bibirnya di daerah paling sensitifku itu. Bila aku tidak salah.. aku sudah sempat lumer kala itu. Namun tak kukatakan. Tapi sepertinya dia tahu aku keluar, karena sempat terdengar dan kurasakan.. slluuurrpp. Sepertinya cairan cintaku dilahap dan ditelannya. Oh sayank, kau apakan aku.. aku sangat nafsu yank…

Setelah aku biarkan dia bermain-main, dan aku hanya bisa mendesah-desah tak karuan.. aaahhh.. emmmpph… ayo yaaank.. teruus.. emmmph.. hanya ocehan itu yang kuingat saat dia memainkan liang senggamaku. Kini, giliranku.

Kusentuh rambutnya.. sedikit kuangkat kepalanya hingga kini terlihat wajahnya olehku.. kuberkata padanya. Gantian ya sayank..,. tak perlu lama, kutarik tubuh kekasihku keatas, kubalikkan badannya, dan kubuat dia terlentang. Saat itu kukerlingkan mataku dengan tambahan senyuman binal padanya. Nikmatin yaa sayank, bathinku.

Kepalaku kini kuarahkan kedadanya.. dan lalu, langsung kujilati seluruh badan kekasihku. Kenyalnya toketku kubiarkan berayun-ayun di sekitar kontolnya. Memberikan rasa hangat nan mengasikkan buatnya. Lidahku mulai bermain menjilati lehernya.. turun kembali ke dada, kugigit-gigit kecil putingnya, hingga dia sedikit menggelepar. Kutahu dia sedang menikmati permainan cumbuanku. Permainan lidahku kulanjutkan semakin kebawah. Keperutnya, pusarnya, hingga, saat ini bibirku sudah tepat berada di kepala penisnya. Tak perlu menunggu, langsung kukecup, dan kujilati kepala penis bulat nan indah itu. Air liurku kubiarkan melumer mengalir di batang berurat, aku sengaja supaya tambah memberikan sensasi lain. Tak terlewat, kedua bolanya-pun tak luput dari servis bibir dan lidahku. Bahkan hingga ke arah lebih bawah lagi. aku sangat menikmatinya. Karena ada sesuatu kepuasan buatku, saat sesekali kulihat muka kekasihku ini terpejam menahan nikmat sambil meringis dan berdesah. Emmhh… uuuhh…, kudengar. Naik turun kepalaku bergerak seiring dengan keluar masuknya kontol itu di mulutku. Kuluman lembut erotis yang pastinya membuat kekasihku mabuk kepayang menahan gelora. Suara slluurpp… mmmppph.. sllluurrp, serasa mendominasi. Semakin menambah panasnya suasana bercinta kami. Hingga dalam keadaan masih terlentang, sayankku sedikit menggangkat badannya, dan menatap kearahku yang sedang meng’oralnya’. sambil berkata, sayank… masukin ya.. udah ga kuat nih.

Mendengar permintaan dari kekasihku, akupun langsung menurutinya, aku wwotberanjak, kuarahkan tubuhku kedekatnya. Dengan posisi dia masih terlentang, kini aku naikkan tubuhku tepat di atas tubuhnya. Aku mengangkang di pahanya, sembari mengusap-usap liang senggamaku, memastikan bahwa memekku sudah basah, dan siap untuk dimasuki benda kesayanganku. Setelah kupastikan cukup basah, kini kuposisikan tubuhku mengangkang lebih keatas lagi, dan saat ini posisi bibir memekku sudah tepat searah dengan kontol kekasihku. Kugenggam lembut batang itu, kuarahkan kepalnya yang bulat, kuoles-oleskan dulu di bibir memekku. Dan kulihat ekspresinya sudah tak tahan ingin segera memulai persenggamaan yang pentilku dijilat priasesungguhnya. Melihat muka kekasihku yang sudah sangat galau dan bernafsu, pelan-pelan kini kuturunkan tubuhku seiring dengan masuknya kontol itu ke liang senggamaku. Sleeepp… sleep, pelaaan.. dan bless. Tenggelamlah sudah kini kontol itu di sangkar kenikmatan. Kurasakan sesaat. Ingin kunikmati kesan sensasi tusukan pertama yang begitu nikmat. Sangat mentok dan dalam. Hingga tanpa sadar aku berkata. Ooohh.. emmmh.. enak bgt yank.., kulihat iya hanya mengangguk menikmati juga. Setelah beberapa saat kunikmati rasa itu, kini mulai kuayunkan tubuhku keatas .. kebawah.. , naik turun, seirama dengan goyangan toketku yang bergelantungan bebas berharap untuk diraih oleh tangan kekasihku, dan di remasnya. Pasti akan menambah sensasi dan semangatku untuk ‘menggoyangnya’. Benar saja, tanpa kusuruh, atau mungkin dia memang tergoda dengan keindahannya, kini diraihnya sepasang daging kenyal nan montok milikku itu, dan diremas, dimainkannya. Aku tak mengurangi goyanganku di atas tubuhnya, justru aku semakin bergelora, kini kugerakkan pinggul dan pantatku maju mundur.. hingga menghasilkan suara sleepp.. sleep.. , aaahhh.. emmmhh. Ohh,, aahh… ayank.. emmmh, ocehku bersamaan dengan gerakanku yang semakin cepat. Dalam posisi ini, kurasakan g-spotku sangat tersentuh oleh ujung kepala kontolnya. Dan jelas sangat membuatku menggila, merasakan sensasi nikmat birahi yang teramat sangat.

Sesekali kukombinasi gerakan pinggulku dengan gerakan memutar seperti penari goyang karawang yang melegenda, kumaju mundurkan lagi, kuputar lagi… begitu bergantian ku merangsangnya, menservis kekasihku dengan layanan kenikmatan terbaik yang bisa kuberikan. Namun dengan posisi itu, justru nyatanya… setelah sekitar 10 menit.. kurasakan ada yang akan meladak di tubuh bagian bawahku, di area pangkal pahaku, dan benar saja. Seiring gerakanku yang kupercepat.. aaakkkkhhh.. aku kelonjotan sendiri diatas tubuh kekasihku. Kurasakan sensasi hebat, kutarik-tarik rambutku, kumainkan dengan tak karuan. aku klimaks sayank.. aku sampai.. emmmh…,bathinku.

Akupun tertelungkup di dadanya. Dengan kontolnya yang masih menancap di memekku. Lemas rasanya setelah merasakan klimaks untuk yang kedua kalinya. Namun kulihat kekasihku hanya tersenyum, sambil nafasnya tetap menderu. Dapat kurasakan karena wajah kami sedemikian dekatnya. Entah apa yang difikirkan kekasihku ini, mungkin dia puas bisa membuatku lumer dua kali sejauh ini. Fikirku. Dan dia masih bertahan. Tapi biarlah, yang penting aku sangat menikmati sensasinya.

remas kontolTak tahan juga aku menahan birahiku, kuciumi dia. kurasakan kontolnya mulai mengeras lagi. Dengan poisi sedikit miring kukocok kontolnya semenata kugarap bibirnya kulumat habis, sampai dia tak beri kesempatan bernafas. Tak berapa lama aku berada di posisi itu. Tubuhku kini sedikit diangkat dan dibalikkan olehnya. Kini aku terlentang. Dan dia sudah memposisikan tubuhnya untuk akan segera…, dan benar saja, sesaat kemudian dibukanya kedua kakiku melebar.. aku mengangkang di depannya. Terlihat liang senggamaku kembali berhadapan dengan batang kontolnya yang masih sangat tegak berdiri. Dan tak lama. Sleep.. sleep. Bless ! kontol itu kembali menghujam memekku. Kali ini agak keras hentakannya. Hingga aku agak tersentak, sekaligus merasakan sensasi nikmat, karena lagi-lagi g-spot ku tersentuh.

variasi gaya misionarisKocokannya lalu dimulai, dengan gerakan pinggul maju mundur, kontol berurat itu kini leluasa menikmati liang kenikmatanku yang sudah becek. Plok.. plok..plok… suaranya terdengar halus. Nikmat sekali rasanya, apalagi dengan gerakan andalannya. Sesekali dia memain-mainkan aku.. tusukannya tak beraturan.. kadang hanya sampai kepala.. ditarik lagi.. dimasukkan hanya setengah.. ditarik lagi.. lalu tiba-tiba menghujam dahsyat tanpa bisa aku perkirakan.. aaakkkhh.. oh yeeees. Emmmhh.. ohh.., ocehku karena perlakuannya itu. Bagaimana tidak, sensasinya sangat berbeda dan membuatku menggila. Kamu memang hebat sayank.. gumamku dalam hati. Plok.. sleepp… plok… sllleppp.. , masih terasa dan terdengar mengiringi persenggamaan kami. Lalu..
Kocokan itu sesaat dihentikannya, dimiringkan tubuhku.. lalu dikocoknya lagi… ya ampuuun.. eeemmhpp.. makin terasa sentuhan dan gesekan antara kulit kelamin kami, dalam posisi itu. Karena dengan posisis kedua kakiku beradu ke arah samping, pastinya lubang memekku akan ikut menyempit. Dan pastinya itu akan menambah lagi sensasi nikmat untuk kami.

Tak seberapa lama, tanpa mengurangi kecepatan kocokannya yang sudah dari tadi membuatku menggelinjang, dia ubah lagi posisi menyampingku ke arah sebaliknya. Dan tetap dikocoknya terus miaw-ku olehnya. Hingga tiba-tiba iya berkata, namun sambil tetap menusuk-nusuk lubang memekku, ayank angetnya… emmmh…, bisiknya saat itu. Dan memang iya, jujur kuakui lagi-lagi aku klimaks. Namun aku hanya terdiam dan tersenyum.

doggy style Kemudian, dengan sedikit gerakan, iya mencabut kontolnya dari memekku, diangkatnya tubuhku yang telah lemas ini, di posisikannya menungging, dan iya.. ditusukkannya lagi kontol itu ke memekku dengan posisi kami kini ber-doggy-style. Dalam posisi ini leluasa dapat kulihat dari cermin meja kosmetik milik bibiku di kamar itu. Dia sedang mengentotiku dengan sangat bernafsu. Maju mundur gerakan pantatnya terlihat olehku seiring dengan sensasi tusukan yang tak berkurang rasa nikmatnya.. ooh.. yess.. aaahhh.. sayank…,

Di raba-rabanya pantat dan punggungku dengan tatapan mata kagum. Mungkin karena keindahan bentuknya. Rambut hitam tebal layer-ku pun tak luput dari fantasi seksnya. Rambutku yang tadi tergerai bebas di punggung mulusku, kini diraihnya. Seolah dia kini adalah seorang joki yang sedang naik menunggangi kudanya yang berbody aduhai. Emmh.. sayaank… kamu cantik banget sih yank… emmh… , ocehnya tak karuan kudengar. Kubiarkan saja dia menikmati tubuhku dalam posisi ini. Karena aku yakin pasti sangat nikmat baginya. Menyetubuhi gadis putih mulus nan sintal sepertiku dari arah belakang. Plok.. plok..plok, suara syahwat saat dua kelamin kami beradu-pun semakin lantang terdengar. Karena mungkin memekku sudah semakin lumer, dan lumer lagi akibat tusukan kontolnya.

gaya bercinta misionarisKekasihku ini masih sangat bernafsu saat.. kurasakan ia merubah posisi bercinta kami kembali ke gaya konvensional. Ya, kini aku kembali terlentang dan mangangkang membuka pahaku lebar-lebar. Mempersilahkan kekasihku untuk kembali memasukkan batang kelelakiannya ke dalam lubang senggamaku. Dan benar saja, tak lama kemudian, bless. Kembali kontol itu terbenam di memekku. Namun kali ini kutahan pantatnya agar iya untuk sesaat tak bisa mengocokku. Bukan karena apa. Karana saat ini akan kuberikan sensasi servis lain untuknya.

Kutarik pantat kekasihku lebih merapat lagi ke tubuhku. Hingga kini tubuh kami berdua berhimpit sangat erat. Dalam posisi seperti itu, kontolnya-pun menjadi terbenam sangat dalam. Sesaat lagi akan kubuat dia merem melek. Pastinya. Karena setelah itu, langsung kumainkan rongga didalam liang senggamaku. Kuatur bergerak seiring dengan tarikan nafas dan perut yang tertahan-terlepas secara beraturan. Ya. Kubuat sensasi menyedot dan berdenyut untuk kontolnya yang sedang terbenam dalam. Emmpph.. hufft.. empph.. huft. Hasil latihan senam seks dan kegel-ku ini pastinya membuatnya tak kuasa menahan kenikmatan. Dan itu terlihat dari ekspresi mukanya. Matanya sesekali terpejam dan deru nafasnya makin tak karuan. Huuhh.. emmhh… kudengar. Dan benar saja, tak terlalu lama setalah itu. Langsung ditepiskannya tanganku dari pantatnya. Dan dia langsung mengocok lagi memekku dengan hebat. Kali ini bahkan kurasakan jauh lebih cepat dan cepat lagi.. yess.. emmmh.. fuck honey.. come on.. fuck me ! kataku. Nikmat sekali rasanya.

Dan beberapa saat kemudian, untuk sesaat kocokannya terhenti. Dia membungkuk mendekatkan wajahnya ke arah wajahku. Lalu dia berbisik. Ayank.. aku dah mau keluar..

Kubalas dengan tatapan sayang pada kekasihku ini, sambil berkata lembut padanya. Ya udah sayank.. keluarin aja di dalem, kayaknya aku lagi gak subur.. keluarin aja yank. Mendengar jawabanku seperti itu, kulihat sinar cerah diwajahnya. Dan, kini iya kembali mengocokku dengan cepat.. sangat cepat, hingga entah tanpa aku sadari mungkin aku sudah lumer lagi tadi. Plok.. plok.. plok.. , suara itu beriring beradu dengan ohhh.. yeess.. ayo sayank.. ayo.. fuck me.. sayank.. emmh, ocehku.

Menjilati spermaHingga akhirnya. Crettt.. creettt.. crettt.., aakkhhh… teriaknya bersamaan dengan tersemburnya pejuh hangat nan kental itu di memekku. Benar-benar nikmat yang teramat sangat kurasakan saat itu. Diapun lemas menjatuhkan tubuhnya diatasku sambil memelukku. Ku tahan pantat itu lebih lama lagi. Aku ingin benar-benar menikmati moment intim seperti ini. Tak terbayangkan sebelumnya, klo akan sangat nikmat seperti ini bila dikeluarkan di dalam. Sesaat kemudian kontolnya kupegang kujilati sisa spermanya masih menempel di kontolnya. 

Tubuh kami masih bersatu saat iya tersadar dari klimaksnya dan berbisik padaku.. sayank, tadi enak banget. Iya sayank.. enak banget. Kataku membalas ucapannya. Dikecupnya keningku sambil rambutku dibelainya. Dan dia berkata, aku sayang kamu..

Kali ini tak kujawab. Karena tak perlu kuucapkan. Dia pasti sudah dapat merasakan apa kata hatiku. Karena dari hati yang paling dalam, akupun sangat menyayangi dia.

Kini iya terlentang tepat disampingku. Dan aku memeluknya. Memeluk erat. Kudekap tubuhnya. Hingga dapat kurasakan kehangatan itu. Lalu setelah cukup lama kemudian, aku berbisik padanya, ayank, udah yuk. aku mandi dulu ya kebelakang, takut keburu bibi dateng..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 19 April 2013 by in Cerita Seks and tagged , , , .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,881,232 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
April 2013
M S S R K J S
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d blogger menyukai ini: