Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Bercinta dengan Bawahan : Ronde Pertama

 

Nama saya Silvia saat ini usia 38 tahun. Biasa dipanggil Eva. Kata orang saya memiliki segalanya kekayaan, kecantikan dan keindahan tubuh yang menjadi idaman setiap wanita. Dengan tinggi 167 cm dan berat 51 menjadikan aku memiliki pesona bagi lelaki mana saja. Apalagi wajahku boleh dibilang cantik dengan kulit kuning langsat dan rambut sebahu. 
  
Kuceritakan pengalamanku tempatku bekerja. Kami hanya berdua  di kantor, sedangkan satpam sedang istirahat di luar. Sejenak kupanggil Rio anak buahku yang cakep. Dari pertama ketemu aku mengincarnya untuk merasakan kontol pemuda itu. 
 
Tanpa basa-basi, di ruanganku aku duduk seenaknya di kantor. Kubiarkan Rioa menatapku pahaku yang sengaja aku singkap. Rupanya dia hanya terdiam walau aku tahu dia menginginkanku. Sekian lama akhirnya aku tak tahan. “Rio ngapa hanya liat aja. Kamu hanya melihat pahaku ha…. hardikku”
Sepetinya Rio tersadar dan langsung mendekatiku sambil meremas paha mulusku. Aku tidak sempat berlama-lama merasakan sensasi itu saat tangan Rio yang kokoh menekan kepalaku ke bawah. Diarahkannya kepalaku ke arah kemaluannya, sementara tangan satunya memegang batang kemaluannya yang berdiri gagah di depan wajahku. Aku tahu ia menginginkan aku untuk mengulum batang kemaluannya.
Tanpa perasaan malu lagi kubuka mulutku dan kujilati batang kemaluan Rio yang mengkilat. Gila besar sekali!! Mulutku hampir tidak muat dimasuki benda itu.
aEsArghh..ter..terushhh, BuuaE|aEt. Mulut Rio mengoceh tak karuan saat kumasukkan batang kemaluannya yang sangat besar itu ke dalam mulutku. Kujilati lubang di ujung kemaluannya hingga ia mendesis-desis seperti orang kepedasan. Sementara itu, kedua tangan Rio terus memegangi kepalaku seolah takut aku akan menarik kepalaku dari selangkangannya.
Setelah beberapa lama, dengan halus kubelai tangan Rio dan kulepaskan cengkeramannya dari kepalaku. Setelah itu, sambil mulut dan tanganku terus bekerja memanjakan penisnya, mataku senantiasa menatap mata Pak Marsan. Sesekali aku pun melempar senyum manisku padanya jika mulutku sedang tak dipenuhi oleh alat vitalnya. Dengan begitu, aku seolah ingin mengatakan padanya. Jangan khawatir. Aku tak akan menjauhkan kepalaku dari selangkanganmu. Aku akan terus memanjakan penismu yang besar dan indah ini dengan mulut dan kedua tanganku. Rio pun jadi lebih santai dan menikmati pekerjaanku yang kulakukan dengan penuh ketulusan.
set317016Tidak puas bermain-main dengan batang kemaluannya saja, mulutku lalu bergeser ke bawah menyusuri guratan urat yang memanjang dari ujung kepala kemaluan Rio hingga ke pangkalnya. Rio semakin blingsatan menerima layananku! Tubuhnya semakin liar bergerak saat bibirku menyedot kedua biji telor Pak Marsan secara bergantian.
 
Aku semakin nakal, bibirku tidak hanya menyedot kantung zakarnya melainkan lidahku sesekali mengais-ngais pelirnya yang ditumbuhi rambut. Rio semakin membuka kakinya lebar-lebar agar aku lebih leluasa memuaskannya.
Aku tahu aku telah bertindak sangat gila. Aku yakin telah mengalahkan pelacur yang manapun saat memberikan layanan kepada pelanggannya. Seorang pelacur bahkan dibayar untuk melakukan itu semua. Sedangkan aku memberikannya secara gratis kepadaRio! Aku yakin Rio pun belum pernah mendapatkan layanan istimewa ini dari wanita manapun, termasuk dari istrinyaaE| Pastilah ini karena rasa horny yang telah menyelimuti sekujur tubuhku!
Beberapa saat kemudian tubuhku ditarik Rio dan dilemparkannya ke tempat tidur.
Aku masih tengkurap saat tubuh telanjangku ditindih tubuh telanjang Rio. Kakiku dibentangkannya lebar-lebar dengan kakinya. Otomatis batang kemaluannya kini terjepit antara perutnya sendiri dan pantatku. Ditekannya pantatnya hingga batang kemaluannya semakin ketat menempel di belahan pantatku. bluefame.com
Tubuhku menggelinjang hebat saat lidahnya kembali menyusuri tulang belakangku dari leher terus turun ke punggung dan turun lagi ke arah pantatku.
48356-ambcchbg075Setelah puas melumat seluruh jari kakiku, Rio membalikkan tubuh telanjangku hingga kini aku terlentang di tempat tidur. Kakiku dibentangkannya lebar-lebar dan ia sekali lagi menindihku. Kali ini posisi kami saling berhadap-hadapan dengan tubuhku ditindih tubuh kekarnya.
Lidahnya kembali bergerak liar menjilati tubuhku. Sasarannya kali ini adalah daerah sensitif di belakang leherku. Aku menggelinjang kegelian. Bibir Rio dengan ganasnya menyedot-nyedot daerah itu.
ahhhhhhhhhh …. erangku memohon padanya. Tentu saja aku tidak mau disedot sampai merah soalnya besok pasti orang sekantor pada ribut.
aEsTidak.. BuaE|. saya cuma gemasss!!aEt desis Rio sambil tetap menjilati bagian belakang telingaku.
aEsTapi kalo di sini boleh kan?aEt katanya nakal sambil tiba-tiba menyedot payudaraku.
aEsAaaauuwwwwaE|..aEt jeritku terkejut karena gerakannya yang tiba-tiba.
Rupanya Rio dengan sengaja meninggalkan cupangan merah yang banyak di seputar kedua payudaraku. Tingkah lakunya seperti ingin menandai bahwa tubuhku sekarang telah jadi miliknya jugaaE| Aku kegelian dan semakin bertambah horny karena aksinya itu. Aku hanya bisa berharap agar semua cupang itu telah hilang saat Bang Ikhsan pulang nanti.
Sementara itu tangannya terus bergerak liar meremas payudaraku bergantian. Aku semakin mendesis liar saat mulut Rio dengan liar dan gemas menyedot payudaraku bergantian. Kedua puting payudaraku dipermainkan oleh lidahnya yang panas sementara tangannya bergerak turun ke bawah dan mulai bermain-main di selangkanganku yang sudah basah. Liang vaginaku berdenyut-denyut karena terangsang hebat, saat jari-jari tangan Rio menguak labia mayoraku dan menggesek-gesekkan jarinya di dinding lubang kemaluanku yang sudah semakin licin.
 
Sensasi hebat kembali menderaku saat dengan liar mulut Rio menggigit-gigit perut bagian bawahku yang masih rata. Perutku memang rata karena aku rajin berlatih kebugaran selain itu aku belum mempunyai anak hingga tubuhku masih sempurna.
aEsAkhh.. PakaE|ouchh..aEt Aku mendesis saat bibir Rio menelusuri gundukan bukit kemaluanku.
Lidahnya menyapu-nyapu celah di selangkanganku dari atas ke bawahLidahnya terus bergerak liar seolah tak ingin melewatkan apa yang ada di sana.Tubuhku tersentak saat lidah Pak Marsan yang panas menyusup ke dalam liang kemaluanku dan menyapu-nyapu dinding kemaluanku. Kakiku dibentangkannya lebar-lebar hingga wajah Rio bebas menempel gundukan kemaluanku. Rasa geli yang tak terhingga menderaku. Apalagi kumisnya yang tebal kadang ikut menggesek dinding lubang kemaluanku membuat aku semakin kelabakan.
Tubuhku serasa kejang karena kegelian saat wajah Rio dengan giat menggesek-gesek bukit kemaluanku yang terbuka lebar. Perutku serasa kaku dan mataku terbeliak lebar. Kugigit bibirku sendiri karena menahan nikmat yang amat sangat.
ak..ku..ohhhhaE|aEt
Aku tak kuasa meneruskan kata kataku karena aku sudah keburu orgasme saat lidah Rio dengan liar menggesek-gesek kelentitku. Tubuhku seolah terhempas dalam nikmat. Aku tak bisa bergerak karena kedua pahaku ditindih lengan Rio yang kokoh.
Tubuhku masih terasa lemas dan seolah tak bertulang saat kedua kakiku ditarik Rio hingga pantatku berada di tepi tempat tidur dan kedua kakiku menjuntai ke lantai. Rio lalu menguakkan kedua kakiku dan memposisikan dirinya di tengah-tengahnya.
Sejenak ia tersenyum menatapku yang masih terengah-engah tak berdaya di bawahnya. Sebuah senyum kemenangan karena ia telah berhasil mengalahkanku satu ronde! Aku pun tentu saja sangat senang diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki. Maka aku pasrah saja membiarkannya berbuat apa pun yang disukainya untuk melampiaskan nafsunya pada diriku sekarang.
Kemudian ia mencucukkan batang kemaluannya yang sudah sangat keras ke bibir kemaluanku yang sudah sangat basah karena cairanku sendiri.
Aku menahan napas saat Rio mendorong pantatnya hingga ujung kemaluannya mulai menerobos masuk ke dalam jepitan liang kemaluanku. Seinci demi seinci, batang kontol Rio mulai melesak ke dalam jepitan liang kemaluanku. Aku menggoyangkan pantatku untuk membantu memudahkan penetrasinya.
Rupanya Rio sangat berpengalaman dalam hal seks. Hal ini terbukti bahwa ia tidak terburu-buru melesakkan seluruh batang kemaluannya tetapi dilakukannya secara bertahap dengan diselingi gesekan-gesekan kecil ditarik sedikit lalu didorong maju lagi hingga tanpa terasa seluruh batang kemaluannya sudah terbenam seluruhnya ke dalam liang kemaluanku.
Kami terdiam beberapa saat untuk menikmati kebersamaan menyatunya tubuh kami.
Kami bisa melihat saat-saat yang indah itu secara utuh melalui cermin besar yang ada di kamar tidur tamu. Tiba-tiba aku melihat bahwa kami adalah pasangan yang sangat serasi. Terlihat tubuh Rio yang bugil memiliki otot-otot yang keras dengan kulit yang bersih. Tubuhku yang bugil pun terlihat bagus dengan kulit yang putih dan otot-otot yang kencang karena sering berolah raga secara teratur. Kami betul-betul terlihat sangat serasi. Karena itu, kupikir Rio benar-benar berhak atas tubuhku dan demikian pula sebaliknya.
Mungkin hanya status sosial dan status pernikahan kami masing-masing yang tak memungkinkan kami untuk menjadi sepasang suami istri. Tapi sepanjang kami dapat menikmati persetubuhan ini dengan leluasa, rasanya tak ada masalah.
Bibir Rio memagut bibirku dan akupun membalas tak kalah liarnya. Aku merasakan betapa batang kontol Rio yang terjepit dalam liang kemaluanku mengedut-ngedut.
Kami saling berpandangan dan tersenyum mesra. Tubuhku tersentak saat tiba-tiba Rio menarik batang kemaluannya dari jepitan liang kemaluanku.
aEsAkhh..aEt aku menjerit tertahan. Rupanya Rio nakal juga!! aEsEnak, Bu..?aEt bisiknya.
aEsKamu nakal Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Rio mendorong kembali pantatnya kuat-kuat hingga seolah-olah ujung kemaluannya menumbuk dinding rahimku di dalam sana.
Aku tidak diberinya kesempatan untuk bicara. Bibirku kembali dilumatnya sementara kemaluanku digenjot lagi dengan tusukan-tusukan nikmat dari batang kemaluannya yang besar, sangat besar untuk ukuran orang Indonesia.
posisi bercinta woman on topSetelah puas melumat bibirku, kini giliran payudaraku yang dijadikan sasaran lumatan bibir Rio. Kedua puting payudaraku kembali dijadikan bulan-bulanan lidah dan mulut Rio sementara  aku teteap leluasa menungganginya. Pantas tubuhnya kekar begini habis neteknya sangat bernafsu sampai-sampai mengalahkan anak kecil!!
Tubuhku mulai mengejangaE| Gawat, aku hampir orgasme lagi. Kulihat Rio masih belum apa-apa!! Ini tidak boleh dibiarkanaE| pikirku. Aku paling suka kalau posisi di atas sehingga saat orgasme bisa full sensation. Lalu tanpa rasa malu lagi kubisikkan sesuatu di telinga Rio.
 
Gantian aku di telentangkan. Rio meluluskan permintaanku dan menghentikan tusukan-tusukannya. Lalu tanpa melepaskan batang kemaluannya dari jepitan liang kemaluanku, aku menggulingkan tubuhnya ke samping. Kini aku sudah berada di atas tubuhnya.
Aku sedikit berjongkok dengan kedua kakiku di sisi pinggulnya. Kemudian perlahan-lahan aku mulai menggoyangkan pantatku. Mula-mula gerakanku maju mundur lalu berputar seperti layaknya bermain hula hop. Kulihat mata Rio  mulai membeliak saat batang kemaluannya yang terjepit dalam liang kemaluanku kuputar dan kugoyang. Pantat Rio pun ikut bergoyang mengikuti iramaku.
 
Rio mulai menggeram. Tangannya yang kokoh mencengkeram kedua pantatku dan ikut membantu menggoyangnya.
Gerakan kami semakin liar. Napas kami pun semakin menderu seolah menyaingi gemuruh hujan yang masih turun di luar sana. Cengkeraman Rio semakin kuat menekan pantatku hingga aku terduduk di atas kemaluannya. Kelentitku semakin kuat tergesek batang kemaluannya hingga aku tak dapat menahan diri lagi.
Tubuhku bergerak semakin liar dan kepalaku tersentak ke belakang saat puncak orgasmeku untuk yang kesekian kalinya tercapai. Tubuhku mengejat-ngejat di atas perut Rio. Ada semacam arus listrik yang menjalar dari ujung kaki hingga ke ubun-ubun.
aEsAkhhaE| ohhhaE| ter..rushhh, PakkkkkaE| ohhhaE|aEt
Aku menjerit melepas orgasmeku meminta Rio untuk semakin kuat memutar pantatnya. Akhirnya aku benar-benar ambruk di atas perut Rio. Tulang belulangku seperti dilolosi. Tubuhku lemas tak bertenaga. Napasku ngos-ngosan seperti habis mengangkat beban yang begitu berat.
Aku hanya pasrah saat Rio yang belum orgasme mengangkat tubuhku dan membalikkannya. aku mengganjal perutku dengan beberapa bantal hingga aku seperti tengkurap di atas bantal. Kemudian Rio aku suruh menempatkan diri di belakangku. Setelah itu batang kemaluannya di belahan kemaluanku dari belakang.Aku paling menyukai doggy style.
Setelah tepat sasaran, Rio mulai menekan pantatnya hingga batang kemaluannya amblas tertelan lubang kemaluanku. Ia diam beberapa saat untuk menikmati sensasi indahnya jepitan liang kemaluanku. Dengan bertumpu pada kedua lututnya, Rio mulai menggenjot lubang kemaluanku dari arah belakang.
Kembali terdengar suara tepukan beradunya pantatku dengan tulang kemaluan Rio yang semakin lama semakin cepat mengayunkan pantatnya maju mundur. Kurang puas dengan jepitan liang kemaluanku, kedua pahaku yang terbuka dikatupkannya hingga kedua kakiku berada diantara kedua paha Rio.
Kembali ia mengayunkan pantatnya maju mundur. Aku merasakan betapa jepitan liang kemaluanku kian erat menjepit kemaluannya. Aku bermaksud menggerakkan pantatku mengikuti gerakannya, tetapi tekanan tangannya terlalu kuat untuk kulawan hingga aku pasrah saja.
Aku benar-benar dibawah penguasaannya secara total. Tempat tidurku ikut bergoyang seiring dengan ayunan batang kemaluan Rio yang menghunjam ke dalam liang kemaluanku.
Nafsuku mulai terbangkit lagi. Perlahan-lahan gairahku meningkat saat batang kemaluan Rio menggesek-gesek kelentitku.
aEsUgh..ugh..uhhhaE|aEt
Terdengar suara Rio mendengus saat memacu menggerakkan pantatnya menghunjamkan kemaluannya.
Nikmatnya Variasi Bercinta Posisi Woman on TopBerbagai gaya kami lakukan kadang dia kutelentangkan dengan aku posisi aku diatas dan menunggunganinya sambil kugoyngkan pinggulku. Kembali tubuhku bergetar melepas orgasmeku. Kepalaku terdongak ke belakang, sementara Rio tetap menggerakkan kemaluannya dalam jepitian liang kemaluanku. Kini tubuhnya sepenuhnya menindihku. Kepalaku yang terdongak ke belakang didekapnya dan dilumatnya bibirku sambil tetap menggoyangkan pantatnya maju mundur. Aku yang sedikit terbebas dari tekanannya ikut memutar pantatku untuk meraih kenikmatan lebih banyak.
Kami terus bergerak sambil saling berpagutan bibir dan saling mendorong lidah kami. Entah sudah berapa kali aku mencapai orgasme selama bersetubuh dengan Rio ini. Hebatnya ia baru sekali mengalami ejakulasi saat persetubuhan pertama tadi.
Tubuhku terasa loyo sekali. Aku sudah tidak mampu bergerak lagi. Rio melepaskan batang kemaluannya dari jepitan kemaluanku dan mengangkat tubuhku hingga posisi terlentang. Aku sudah pasrah. Dibentangkannya kedua pahaku lebar-lebar lalu kembali Rio menindihku.
Lubang kemaluanku yang sudah sangat licin disekanya dengan handuk kecil yang ada di tempat tidur. Kemudian ia kembali menusukkan batang kemaluannya ke bibir kemaluanku. Perlahan namun pasti, seperti gayanya tadi dikocoknya batang kemaluannya hingga sedikit demi sedikit kembali terbenam dalam kehangatan liang kemaluanku. Tubuh kami yang sudah basah oleh peluh kembali bergumul.
Bu.. kalau ronde kedua saya suka susah keluarnyaaE|aEt demikian kilahnya.
Namun kami tidak dapat berbicara lagi karena lagi-lagi bibir Rio sudah melumat bibirku dengan ganasnya. Lidah kami saling dorong-mendorong sementara pantat Rio kembali menggenjotku sekuat-kuatnya hingga tubuhku timbul tenggelam dalam busa springbed yang kami gunakan.
Kulihat tonjolan urat di kening Rio semakin jelas menunjukkan napsunya sudah mulai meningkat. Napas Rio semakin mendengus seperti kerbau gila. Aku yang sudah lemas tak mampu lagi mengimbangi gerakan Rio.
Dengus napasnya semakin bergemuruh terdengar di telingaku. Bibirnya semakin ketat melumat bibirku. Lalu kedua tangan Rio menopang pantatku dan menggenjot lubang kemaluanku dengan tusukan-tusukan batang kemaluannya. Aku tahu sebentar lagi ia akan sampai. Aku pun menggerakkan pantatku dengan sisa-sisa tenagaku. Benar saja, tiba-tiba ia menggigit bibirku dan menghunjamkan batang kemaluannya dalam-dalam ke dalam liang kemaluanku.
CrrtaE| crrtt.. crattaE| crattt.. crrataE| Ada lima kali mungkin ia menyemprotkan spermanya ke dalam rahimku. Ia masih bergerak beberapa saat seperti berkelojotan, lalu ambruk di atas perutku. Aku yang sudah kehabisan tenaga tak mampu bergerak lagi.
Kami tetap berpelukan menuntaskan rasa nikmat yang baru kami raih. Batang kemaluan Rio yang masih kencang tetap menancap ke dalam liang kemaluanku. Keringat kami melebur menjadi satu. Akhirnya kami tertidur sambil tetap berpelukan dengan batang kemaluan tetap tertancap dalam liang kemaluanku.
Paginya kami sempat bersetubuh lagi sebelum Rio pulang kembali ke kantor.Kami sepakat bahwa kami akan berlaku wajar seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara kami.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 8 Oktober 2013 by in Cerita Seks and tagged , .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rating

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 5,844,851 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
Oktober 2013
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: