Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Bertempur Habis-habisan di Ranjang Sampai Puas dengan Teman Kantorku yang Cakep

mandi di showerNamaku Dina umur 35 tahun. Aku mempunyai teman kantor yang cakep dan atletis. Tak terbayangkan olehnya aku bisa bercinta dengannya. Walau dalam hati aku membayangkan bisa bercinta dan bertempur dengan dia. Seringa ku berfantasi menaiki dia bak kuda liar di ranjang sambil melumat bibirnya.

Sesuatu tidak terduga terjadi ketika kami harus kemalaman dan jalan pulang longsor sehingga kami tidak bisa pulang. Aku mengajaknya menginap. Dia sepertinya agak ragu dan tidak percaya aku berani mengajaknya menginap. Malam ini kesempatanku untuk menghajarnya di ranjang, karena aku sebetulnya dari tadi tidak bisa menahan birahiku. Sesekali aku melirik calananya sambil membayangkan yang di dalam balik celananya kuremas, kujilat dan kuemut. Kemudian kami berlalu dari tempat itu, mobil langsung kubawa ke arah Dago atas, dan langsung menuju Hotel S**** (edited). Sesampainya di kamar, kuletakkan travel bag kecilku, istirahat sejenak. dia minta ijin ke kamar mandi ke bathroom untuk bebersih sebentar. Aku menghempaskan pantat pada pinggiran bed, dan meraih remote TV, menyalakannya. Dari bathroom gemericik air.

Aku tak tahan untuk masuk bathroom kuketuk pelan dari luar. “Ron … boleh aku kamasutra-style1d.jpgmasuk bentar..” dari dalam tidak ada jawaban. Aku akhirnya nekat dan Aku lalu meraih handel pintu, begitu pintu terbuka sedikit, langsung menerobos masuk dan yang membuatku tersenyum, terkejut, dia sudah tidak mengenakan selembar benang pun. Telanjang bulat. Dari belakang kurangkul dia, dan kuremas batang yang kutunggu-kutunggu dari tadi yaitu kontolnya. Aku tak tahan juga aku langsung mendekapnya, dan dengan sekali renggut, handuk yang kupakai untuk menutupi tubuhku terlepas sudah, jatuh ke lantai. Setelah kuremas dan kontolnya makin gede dan berdenyut kubalikan dia dan Bibirnya langsung menyambar bibirnya, kurasakan lidahnya menjelajahi rongga mulutku dengan penuh nafsu, dia pun membalasnya dengan tak kalah bernafsunya, kadang lidahnya kuhisap, kujilat dan saling memilin. Kurasakan kewanitaanku mulai hangat. Ciumannya mulai menjelajah, dari mulai leherku yang jenjang, lalu beralih ke arah telinga, kurasakan geli luar biasa menjalari sekujur tubuhku. Aku makin terangsang.

xxxx_pp03Di kamar mandi kami menggila dan aku makin liar. Tangannya juga beraksi meremas-remas payudaraku, sambil tak lupa memilin-pilin putingnya, yang makin mengacung keras karena terangsang, satu tangannya lagi menelusup pada pangkal pahaku, mengusap-usap bukit lembut yang kenyal yang mulai basah oleh cairan kewanitaanku. Aku tak tinggal diam, tanganku meremas-remas batang kejantanannya yang mulai tegang dan keras itu, sambil perlahan aku mengurutnya lembut. Dia menikmatinya, terdengar lenguhan-lenguhan pendek dari mulut kami.

“Ouhh.. mmhh.. yahh..” “Suka Sayang?” desahnya lembut. “Hmm.. hh..” aku tak mampu menjawabnya, hanya mengangguk pelan, mataku pun telah sayu. Ciumannya makin mengganas, kali ini kedua puting payudaraku dihisapnya bergantian, hingga tubuhku serasa dibakar birahi yang panas. “Auuhh.. oohh.. Sayang.. oohh.. sshh.. ahh..” aku mengerang-erang penuh kenikmatan. Tangannya mulai beraksi menyibakkan rerumputan halus di kewanitaanku, lalu satu jarinya menelusup masuk ke dalam rongga hangatnya, hingga menemukan tonjolan daging kecil, dan segera mengusap-usapnya lembut. Aku menggelinjang-gelinjang kenikmatan. Kewanitaanku kurasakan makin merah, merekah, licin dan basah oleh lendir yang makin keluar seiring oleh rangsangan yang kuterima. Di kamar mandi aku merasa tidak bisa maksimal aku mengajaknya ke kamar. Karena lantainya berkarpet

Kemudian aku membimbing menuju tempat tidur, lalu aku menyuruhnya telentang sambil kusuruh buka pahaku lebar-lebar, aku ingin oral. Rupanya dia pun tanggap ingin memberiku oral seks. Aku pun segera menuruti perintahnya, kubuka pahaku lebar-lebar, dia lalu merangkak dan mulai menempatkan mulutnya pada pangkal pahaku, kemudian kurasakan lidahnya yang hangat menyapu kewanitaanku, lalu menelusup ke bagian dalamnya, sambil sesekali menghisapnya, menimbulkan suara-suara kecil yang lucu, begitu hebat rangsangan yang kuterima dari perlakuannya padaku. Aku makin gila menggelinjang-gelinjang penuh kenikmatan, belakang kepalanya kupegangi erat-erat dan menyurukkannya makin dalam pada pangkal pahaku.

Aku ingin dia melumat habis kewanitaanku. Kurasakan kewanitaanku makin basah oral seks posisi 69oleh cairan lendir hangat bercampur liur miliknya, kadang dia malah menghisap-hisap tonjolan daging kecil sebesar biji kacang polong dalam kewanitaanku, membuatku makin mengerang-erang dengan penuh kenikmatan, kurasakan sensasi yang luar biasa hebat, seakan-akan ada hawa panas yang berpangkal dari kewanitaanku menjalari seluruh syaraf tubuhku. Aku menginginkan posis oral seks 69, aku di atasnya agar leluasa mengerjain kontolnya.

Aku bermandikan keringat, dan mendesah-desah memohon padanya untuk segera menghujamkan batang kejantanannya pada lubang kewanitaanku. “Oohh.. Sayang.. please.. sekarang.. uuhh.. mmhh..” mataku terpejam rapat. “Sebentar”, akhirnya dia beranjak, lalu menempatkan ujung kepala batang kejantanannya pada bibir kewanitaanku, aku membantunya dengan menggenggamnya dan mengarahkannya perlahan memasuki lubang senggamaku yang hangat dan licin. “Sreett.. sreett..” terasa agak susah, karena batang milliknya lumayan besar dan panjang. “Wah agak susah yaa..?” dia tersenyum, memandangku. Aku berinisiatif untuk membantunya, dengan berbalik dan langsung kupegang batang kejantanannya, mengarahkannya pada mulut mungilku, lalu langsung kujilati, kuhisap dan kubasahi dengan liurku. Mulutku terasa penuh menampung kejantanannya, kemudian aku mulai mengeluar-masukkannya pada mulutku, sambil sesekali menghisapnya, hingga kedua pipiku terlihat kempot, saking bernafsunya.

Tubuhnya bergetar hebat menerima perlakuan lidahku pada kejantanannya, dia mendesah-desah, “Ooohh.. Din.. aauuhh.. ennakk.. egghh.. ouhh.. mm..” Batang kejantanannya keluar masuk dalam mulut mungilku, hingga terlihat mengkilap karena air liurku. Sambil posisi diatas kukerjai birbirnya semantara tanganku masih meremas kontolnya dan sesekali kujepit dengan pahaku. Setelah kurasa cukup, aku menyuruhnya untuk segera memasukannya pada lubang kewanitaanku, yang sudah tidak sabar lagi menanti untuk diterobosnya. “Sekarang.. Say, ahh”, aku memohon pendek.

Posisi Seks Woman On Top Aku pegang kontolnya dan membantu mengarahkan ke vaginaku, dan Dia juga mengarahkan lagi batang kejantanannya pada mulut kewanitaanku, lalu aku menekannya sedikit demi sedikit, “Srett.. sreett..” kali ini terasa agak lebih mudah, aku membantunya dengan menjepitkan kedua kakiku pada pinggangnya, kemudian setelah sekitar sepertiga bagian batang itu masuk, dia tiba-tiba menghujamkannya keras-keras. “Auuhh.. oouuhh.. iyahh.. yahh.. sshh.. hh..” aku berseru pendek saat kurasakan batang itu masuk menyungkal dalam-dalam pada kewanitaanku.

Dia lalu menggoyang-goyangkan pinggangnya maju-mundur, menghajar lubang kewanitaanku dengan kejantanannya. Aku merasakan kenikmatan luar biasa berpangkal pada lubang kewanitaanku, hingga makin banyak cairan bening yang hangat, berbau khas keluar dari kewanitaanku. Aku mengimbanginya dengan ikut bergoyang seirama hujaman tubuhnya kadang kuputar-putar pantatku hingga batangnya makin terjepit erat dalam kewanitaanku. Berdua kami mengerang-erang terbakar birahi. “Auuhh.. oohh.. iiyaahh.. yaahh.. yahh.. sshh.. uh.. uh.. oouuww!”

Tiba-tiba bibirnya melumat bibirku dengan liarnya, lidah kami beradu saling jilat, saling hisap dengan rakusnya, beberapa saat kemudian mulutnya segera berpindah pada kedua puting payudaraku, memberinya gigitan-gigitan kecil, sementara kejantanannya masih dengan buasnya menghajar lubang kewanitaanku. Aku benar-benar merasakan nafsu yang begitu panas membara. Hingga akhirnya aku mencapai puncak, aku menjerit kecil, “Auuhh.. ouhh.. ouuw.. aku.. auuhh.. aahh.. hh.!” kurasakan seluruh persendian tubuhku berlolosan, tubuhku yang bermandi keringat bergetar dengan hebatnya, dua tanganku mencakar-cakar punggungnya, saat itu kurasakan sesuatu meledak dari dalam tubuhku dan memberikan sensasi hebat ke seluruh saraf tubuhku, kurasakan sangat ringan sekali dan nikmat tiada tara, serasa terbang ke nirwana, aku orgasme dengan sempurna.

Dia sendiri belum selesai, dia menghentikan genjotannya pada kewanitaanku, memberikan kesempatan padaku untuk menikmati sensasi orgasme, setelah dirasanya cukup, tanpa mencabutnya dahulu, dia langsung mulai lagi meningkatkan goyangannya. Batangannya mulai lagi keluar masuk dalam liang kewanitaanku, kurasakan lagi kenikmatan yang luar biasa akan hal itu. Kupandangi dalam-dalam wajahnya yang diliputi nafsu membara, seakan-akan kami berbicara dengan tindakan, bukannya dengan kata-kata.

Menjilati spermaHingga akhirnya dia merasa tidak kuat lagi, dan sebelum benteng pertahanannya jebol, aku segera beranjak meraih batang kejantanannya yang amat tegang hingga urat-uratnya bertonjolan, yang mengkilat basah oleh cairan kewanitaanku, dan segera saja aku mengulumnya lagi, menghisapnya kuat-kuat, kemudian, “Auuhh.. oohh.. Diinn.. sshh.. hh..”´ erangnya. Kurasakan cairan hangat dan kental muncrat deras memenuhi rongga mulutku, begitu banyak hingga berleleran pada bibirku, aku segera menelannya dengan rakus seakan-akan haus akan lendir itu, menghisapnya hingga tetes terakhir. Aku puas sekali.

Tubuhnya menggelosoh pelan di samping tubuhku, basah oleh keringat. Kamar itu hening, suara TV sudah lama hilang, sebagai gantinya hanya terdengar dengusan nafas dua manusia dewasa berlainan jenis yang terkapar sehabis bercinta dengan liarnya. Dia memandangku dengan lembut, lalu berbisik, “Terima kasih Sayang, aku menikmatinya..” dia mengecup keningku. Aku tidak menjawab, hanya mengangguk pelan dengan senyum kecil menghiasi bibirku.

Setelah beberapa saat berlalu dengan canda dan obrolan kecil, kami mulai lagi bersiap-siap untuk ronde berikutnya. Kali ini aku mengambil alat bantu dari travel bag yang kubawa, yaitu batang vibrator plastik yang digerakkan dengan tenaga baterai, kuangsurkan barang itu padanya. Dia sekali lagi kaget, tidak menyangka kalau aku menyuruhnya merangsang dengan menggunakan vibrator itu.

“Wah, kamu sering pakai ini yah..?” dia tergelak kecil. “Ah, banyak kok wanita yang pakai, cuma mereka nggak pernah bilang aja ke pasangannya masing-masing..” paparku. “Iya gitu..?” dia masih terheran-heran. Aku tidak memberinya kesempatan bertanya lebih lanjut, aku segera menubruknya dan melumat bibirnya dengan penuh nafsu, buah dadaku yang kenyal menekan dadanya. Dia membalas gaya liar wwoman on toppagutanku. Kemudian aku meraih batang vibrator itu dari tangannya dan menyalakannya, terdengar suara berdengung pelan saat barang itu bergetar perlahan. Dengan mulut masih berpagutan erat, aku mencoba menyelipkan vibrator itu pada selangkanganku, getaran dari alat itu membuat saraf-saraf pada bukit kewanitaanku terangsang kembali, hingga kurasakan berdenyut-denyut pelan, dan mulai menghangat oleh cairan kewanitaanku.

Kemudian, kuberikan vibrator itu padanya. Sementara itu tubuhku telah ditelusuri oleh jilatan lidah dan pagutan-pagutan kecilnya, hingga akhirnya kembali lagi mulutnya telah berada di bibir kewanitaanku. Kali ini dengan vibrator yang menancap dalam-dalam pada kewanitaanku, lidahnya berusaha mencari tonjolan daging kecil milikku. Akhirnya berhasil juga dia melakukan hal itu, dengan mulutnya dia melumat habis areal sekitar kewanitaanku, tetapi tangannya juga beraksi mengocok-kocok batang vibrator itu keluar masuk liang kewanitaanku, hingga dilumuri lendir putih, licin, dan berbau khas. Sebagian lendir lain yang berubah menjadi busa karena dikocok, meleleh keluar kewanitaanku menuju lubang anus. Tubuhku menggelepar-gelepar merasakan rangsangan yang sedemikian hebatnya. Aku mengerang-erang penuh kenikmatan. Keringat membasahi sekujur tubuhku, aku merasa geli luar biasa. “Oohh.. oohh.. hess.. sshh..

Kugigit bibirku kuat-kuat dengan mata terpejam, menahan panasnya gelombang birahi yang menjalari tubuhku. Aku mulai tak tahan lagi. Tiba-tiba kudengar perintahnya, “Din, tolong kamu berbalik tengkurap.” Aku mengerti maksudnya, maka dengan vibrator masih menancap pada lubang kewanitaanku, aku berbalik, lalu menunggingkan pantatku yang mengkilap karena keringat.

Kemudian dia mengambil posisi tepat di belakangku, lalu kurasakan lidahnya menjilat-jilat areal sekitar vagina, dibarengi dengan ibu jarinya yang mencoba diselipkan keluar-masuk pada lubangnya. Akhirnya dia berdiri mengangkangiku, lalu menggengam batang kejantanannya mencoba menusuk dengan pelahan. “Sreett.. sreett..” agak terasa susah pada awalnya, tetapi karena telah dilumuri oleh ludah dan sebagian cairan lendir kewanitaanku, maka pelan-pelan batang kejantanannya melesak masuk pada lubang pantatku.

“Auusshh.. sstthh.. sshh.. egg.. ouhh.. oh..” aku makin merasakan rangsangan yang luar biasa hebat saat dia mulai menggoyangkan pinggangnya, menghajarku dengan Nikmatnya Variasi Bercinta Posisi Woman on Topbatang kejantanannya, menancap pada lubang kewanitaanku, kukocok-kocok dengan sebelah tanganku. Batang menghajar bagian bawahku. Maka makin deraslah lendir yang keluar dari kewanitaanku, makin hangat, dan sensasi yang ditimbulkan juga luar biasa hebat.

Aku makin tak tahan lagi. “Aaarrgghh.. aahh.. oohh.. hhss.. sshh..!” aku berteriak-teriak penuh kenikmatan, rambutku telah acak-acakan. Tubuhku makin menggelinjang-gelinjang tak karuan. Pinggangku dipegangnya, hingga memudahkannya menghajar lubang pantatku. Batang itu bergantian membongkar lubang kewanitaan, hingga kurasakan tubuhku bergetar dengan hebatnya. “Ohh.. yaah.. akkh.. aku.. kelluuarrh.. oohhs.. ssh..” aku mengalami orgasme dengan hebatnya, kurasakan lagi sesuatu meledak menjalari seluruh saraf tubuhku, tak lama kemudian dia pun mengerang-erang juga, “Oohh Din.. oouhh.. aku.. juga mau.. mau..” belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, dia segera mencabut batang kejantanannya, lalu dengan tergesa dia cabut pula vibrator pada kewanitaanku, menggantikannya dengan menghujamkan dalam-dalam batang kejantanannya sendiri ke lubang kewanitaanku, lalu sepersekian detik kemudian dinding-dinding rongga kewanitaanku merasakan semprotan lendir hangat dengan derasnya memenuhi lubang kewanitaanku yang berdenyut-denyut merah merekah, licin dan basah. Lendir putih hangat, kental itu sampai berleleran keluar di mulut bukit empuk milikku, bercampur dengan cairan kewanitaanku.

Saatnya Mengajari Pria BercintaAkhirnya malam itu kami bertempur habis-habisan, aku sendiri sampai merasakan orgasme berturut-turut. Benar-benar malam yang panas dan liar. Begitu juga malam-malam berikutnya, kami selalu bercinta, mencoba berbagai macam gaya, hingga akhirnya tak terasa weekend telah habis dan aku harus kembali bekerja esok harinya. Aku sangat puas memperoleh lawan yang seimbang, yang begitu mengerti bagaimana seni bercinta di tempat tidur, dan bagaimana memperlakukan wanita dengan penuh kelembutan dan kematangan emosi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 27 April 2014 by in Cerita Seks and tagged , , .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 204 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,854,459 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
April 2014
M S S R K J S
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
%d blogger menyukai ini: