Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Berawal dari Cuci Mobil Kuajari Pemuda Itu Bercinta

Aku seorang akuntan manager sebuah bank ternama yang tinggal di kompleks perumahan dinas. Suamiku berada di kota asalku. Suatu hari aku harus mencuci mobil karena mobilku kotor sekali. Kejadian ini berlangsung ketika aku sedang mencuci mobil di garasi rumahku. Karena pembantuku ijin pulang maka terpaksa aku mencuci mobilku sendiri. Sudah menjadi kebiasaanku saat mencuci aku mengenakan busana seadanya, celanda pendek dan tanktop mini. Karena cuci mobil pastilah basah jadi itulah alasanku mengenakan busana mini. Umurku masih tergolong muda membuat aku masih kelihatan cantik dan segar bagaikan gadis muda belia.

Sambil cuci mobil di garasi pintu pagar yang memang tidak terkunci membuat orang bisa masuk tanpa halangan. Itulah yang terjadi. Saat asik mencuci mobil dalam kondisi badanku basah yang membuat baju transparansi tembus kelihatan dalamanku. Datanglah tamu tak diundang. Rupanya tetanggaku anak pak RT yang masih kuliah semester terakhir yang mengantarkan undangan rapat RT. Dia berumur 25 tahun dan aku 35, sehingga dia memamnggilku mbak. Dia yang mengenakan celana pendek kolor tapi bukan kolir ijo dan mengenakan kaos tipis makin terlihat seksi dan macho. Sesaat dia masuk terkejut begitu juga aku karena melihat cowok ganteng yang selama ini aku ngeres bercinta dengan perjaka itu. Gairah makin tak terkendali. Tanpa aku sadari dia telah menatapku tajam, melihat aku mengenakan baju seadanya. Seksi dan menggoda tentunya.

Terpojok dengan keadaan dan kepalang basah sudah terlanjut melihatku, akupun tak sengaja menyemprotkan kran air ke arahnya dan basahlah kaosnya.   Akupun tkaget dan minta maaf. Undangan yang ia bawa  basah semua. AKu jadi merasa bersalah. walau dalam
hatiku aku merasa senang dia jadi lama nih di rumah gue. Kesempatan ini bagiku untuk mengerjainnya. Ini namanya beruntung. Makanya dia aku tawarkan untuk mengerinngkan kaosnya. Gayung bersambut dia menerima. Gak lama kok mas, paling juga 5 menit. gak apa kok mbak. Yah … sambil melihat pemandangan indah 1 jam juga ga apa. Glekkkk ….. bagaikan disambar peting di pagi hari, aku senang bukan kepalang. Berani juga dia. Aku tersenyum sendiri mendengarnya.  Dasar anak sekarang. Keinginanku untuk menherjainnya di ranjang tak terbendung lagi. Gua tak ambil pusing aku ingin merasakan kontolnya.  Dan aku semakin tak sabar, rasanya ingin sekali liang vaginaku digesek dan dienjot oleh batang kemaluan lelaki.

Sebenarnya saat itu aku juga gugup. Tapi aku bisa menguasainya. Tanpa basa-basi aku omong ke dia. Kontolmu ngaceng ya. Tuh kontolnya menonjol dari celanamu. “Iya,” sahutku sambil menjulurkan tanganku ke arah celana dalam Seno. Dan kupegang bagian yang menonjol itu. Hihihi…benar-benar sudah ngaceng. Dan Seno terkejut. Terlebih lagi waktu aku menyelinapkan tanganku ke balik celana dalamnya, karena aku ingin memegang penisnya tanpa terhalang celana dalam lagi.

Seno gelagapan. Tapi dengan senyum binal aku berkata, “Ya sudah, kamu elus memekku, aku elus kontolmu yang udah ngaceng ini, biar adil kan?”
“I…iya Mbak…ta…tapi…duuuh…perasaan saya jadi gak bener nih…” kata Seno
sambil berusaha mengikuti perintahku, mulai mengelus-elus kemaluanku dengan tangan yang sudah berlumuran baby lotion.
“Iya begitu ngelusnya, No…enak nih…oooh…” kata-kataku berlontaran begitu saja ketika tangan Seno mengelus bibir kemaluanku, “Masukin jarinya sedikit gak apa-apa No….duuuh…enaknya sih pake kontolmu ini No….” kataku lagi sambil meremas-remas batang kemaluan Seno. “Ah…ma…masa pake punya saya Mbak….”
“Kamu mau nggak? Kalau mau ya masukin aja kontolmu ke memekku..yang jujur dong kalau jadi cowok…kalau mau bilang mau, kalau gak bilang gak…” Kalaupun ga mau kamu tetap aku paksa No …. “Ma…mau Mbak…mau…mau…” “Ya udah masukin aja kontolmu…pasti lebih enak…” Dengan sikap bersemangat, Seno melepaskan celana dalamnya, lalu menempelkan puncak penisnya di mulut vaginaku.

Aku deg degan juga menunggu semuanya ini, karena tampaknya penis Seno sedikit lebih besar daripada penis suamiku. Panjangnya pun melebihi penisnya.
Karena sudah licin oleh rangsanganku meskipun penis Seno lumayan gede, mudah saja ia mendorongnya sampai amblas ke dalam liang vaginaku.
“Ooooh…sudah masuk No…..ayo mainkan, kenapa didiamkan aja? Entotin aja …..nnaaaahhh…gitu No….oooh…enak No….entot terus No…ini enak sekali….”
“Duuuh Mbk….kita jadi bersetubuh ya Mbak…duuuh, punya Mbak masih kecil banget…enak sekali Mbak…”
“Ya iyalah masih kecil. Aku baru satu kali ngerasain dientot. Ini yang kedua kalinya No…”
“Oooh, pantesan masih kecil banget lubangnya….enak sekali Mbak….mmm…”
“Tetekku remas atau diemut dong, jangan dibiarkan nganggur,” kataku sambil menarik gaun tidurku tinggi-tinggi dan kulepaskan sekalian. Sehingga aku kini benar-benar telanjang bulat.
Seno patuh saja pada perintahku. Dia mulai mengentotku sambil meremas-remas buah dadaku, terkadang juga mengemutnya.
“Ooooh…enak No…kontolmu gede No…lebih gede daripada punya suamiku…mantap No…iya…oooh…enak banget No…..” ucapku berlontaran begitu saja sambil meremas-remas rambut Seno, terkadang menjambaknya dengan gemas….bukan main nikmatnya.
Seno sendiri tampak sangat menikmati persetubuhan ini. Hmm…namanya kusimpan di hatiku, sebagai cowok yang bisa kuajak bersetubuh kapan pun aku menginginkannya.
“Mbak…nanti kalau sa…saya mau keluar…lepasinnya di mana?” tanyanya terengah-engah.
“Di dalam memekku saja,” sahutku sambil memeluk lehernya dengan gemas. Aku memang tak takut hamil lagi. Karena kemarin aku sudah dipasangi alat KB oleh dokter. Aku mengaku pengantin baru yang belum mau punya anak. Maka dipasanglah alat KB, yang membuatku leluasa bersetubuh dengan cowok yang kuinginkan, tanpa takut hamil.
Dan memang waktu bersetubuh dengan Seno ini aku ingin tahu bagaimana rasanya waktu air mani pria menyembur di dalam liang vaginaku.
Pada waktu Seno sedang asyik mengayun batang kemaluannya, aku masih sempat menarik rambutnya saking nikmatnya. Lalu kudekap pinggangnya erat-erat, sambil berusaha menggoyang-goyang pinggul dengan gerakan seadanya, karena aku belum berpengalaman dalam menggoyang pinggul. Yang penting jangan diam seperti gebok pisang aja.
Tapi baru kira-kira seperempat jam berlangsungnya persetubuhan ini, tiba-tiba Seno melenguh, “Oooh…Mbak…saya sudah mau keluar….”
Aku agak heran, karena aku belum mencapai orgasme, justru sedang enak-enaknya disetubuhi oleh Seno. Dan tiba-tiba saja ia mendesakkan batang kemaluannya sedalam-dalamnya…kemudian terasa ada cairan hangat menyembur-nyembur di dalam liang kewanitaanku. Oh, ini nikmat sekali. Tapi sayangnya, aku belum mencapai orgasme.
“Kok cepat sekali kamu keluarsnya? ”Protes bisikku ketika kurasakan penis Seno jadi mengecil dan melemah.
“Iya Mbak,” Seno mengangguk malu-malu, “Maklum belum perasakan merasakan. Tapi asal Mbak mau, dalam semalam ini saya kuat sampai lebih dari 5 kali. Nanti bisa  lebih lama lagi….”

Oh ya?” aku tersenyum dan bersemangat, “Nanti buktikan ya. Aku mau nyoba sesering mungkin malam ini. Tapi ingat, ini rahasia No.  Ketika penis Seno dicabut, terasa ada yang mengalir dari vaginaku. Pasti itu air mani Seno. Aku pun turun mengambil handuk kecil dari lemariku. Kulap vaginaku, kemudian handuknya diberikan kepada Seno sambil menyuruhnya melap penisnya yang berlepotan lendir. Aku sendiri melangkah ke kamar mandi di dalam kamarku. Kusemprot vaginaku dengan air hangat shower. Kemudian menyabuninya dan membilasnya sampai bersih. Dia kamar mandi kami bermain lagi dengan saling meremas dan kontolnya yang sudah mulai ngaceng lagi kuremas dan kupilin-pilin.

Lalu kuambil salah satu handuk yang terlipat di dinding kamar mandi. Kubelitkan ke badanku dan kembali ke ruang tidur.
Tiba-tiba aku ingat bahwa di dalam dvd player yang tersambung ke televisi itu masih ada film bokep yang belum jadi kutonton.

Maka kuambil remote control TV dan DVD player. “Waduh, filmnya hot Mbak,” katanya ketika melihat layar televisi mulai memperagakan dua orang cowok sedang berdiri, di tengahnya ada cewek sedang duduk di kursi kecil sambil memegang penis kedua cowok itu. Lalu tampak cewek itu mulai disetubuhi sama lelaki yang satu, sementara lelaki yang lainnya tampak asyik karena penisnya diemut oleh cewek itu.

“Wah, ceweknya pasti keenakan. Kenyang banget tuh, bisa dapet dua cowok sekaligus,” kata Seno lagi. “Sini nontonnya No,” kataku sambil menarik tangannya. Seno patuh saja. Rupanya celana dalam Seno celana dalamnya sudah dipakai lagi. Tapi biarlah, nanti gampang lepasinnya. Mungkin dia memang masih malu-malu, meski sudah menyetubuhiku tadi.
Seno duduk di pinggiran tempat tidur, dengan kaki terjuntai ke lantai seperti duduk di kursi. Aku pun memeluknya dari belakang, dalam keadaan cuma pakaian dalam yang kupakai.
Aku yang belum orgasme merasa belum terpuasi. Maka dengan binal tanganku menyelinap ke balik celana dalam Seno. Wow, ternyata batang keemaluannya sudah ngaceng lagi!
“Kamu benar-benar kuat lima kali?” tanyaku sambil meremas-remas penis Seno yang sudah tegang itu.
“Saya kalau lagi kepengen suka dikocok Mbak. Dalam semalam saya bisa ngook sampai tujuh atau delapan kali.”
“Praktekkan malam ini ya,” kataku sambil menyembulkan penis Seno dari celana dalamnya, “tuh sudah ngaceng. Ayo main lagi No. Tapi sekarang kamu di bawah, aku di atas. Pengen nyobain posisi itu.”

Seno tidak membantah sepatah kata pun. Lalu menanggalkan celana dalam dan kaus oblongnya. Aku melepaskan belitan handukku ketika Seno sudah menelentang dalam keadaan sudah sama-sama telanjang bulat.
Meski belum pernah melakukan sebelumnya, aku sudah sering nonton film
bokep. Tentu tak sulit bagiku untuk berlutut dengan kedua kaki terletak di kanan kiri pinggul Seno. Lalu kupegang batang kemaluan Seno dan kutempelkan “topi baja”nya di mulut vaginaku. Kuturunkan pantatku dengan hati-hati. Dan…blessss….penis itu terasa masuk ke dalam liang vaginaku.
Ini pertama kalinya aku merasakan bersetubuh dengan posisi di atas begini. Tapi aku bisa melakukannya dengan baik. Karena aku sering menonton posisi begini di film-film bokep. Lagian aku sudah tahu prinsip dalam persetubuhan, yang penting penis bisa menggesek-gesek liang kenikmatanku. Mudah sekali mempraktekkannya.

Ketika aku menatap wajah Seno yang berada di bawah wajahku, sekali lagi hatiku dijalari perasaan sayang padanya ia bisa menjadi sarana kepuasanku. Maka seharusnya aku berterimakasih padanya, tanpa harus diucapkan, tapi dengan tindakan.
Maka tanpa ragu lagi, ketika aku semakin asyik mengayun pantatku berputar dan naik turun, kulumat bibirnya, yang ternyata disambut dengan lumatan penuh kehangatan juga. Bahkan kedua tangannya meremas-remas bahuku, buah pinggulku dan terkadang buah dadaku yang bergelantungan di atas dadanya pun tak luput dari remasan.
Tapi benar kata orang-orang, bahwa kalau cewek main di atas, biasanya lebih cepat mencapai orgasme. Belum sampai setengah jam aku mengenjot dari atas, aku tak kuasa lagi menahan puncak kenikmatanku. Lalu seperti orang kesurupan aku menggelepar-gelepar di atas tubuh Seno. “Aku mau keluar No…mau keluar…keluar…oooh..oooh….”
Lalu tibalah aku di titik orgasme yang sangat nikmat. Di saat itulah kucium bibir Seno dengan penuh rasa terimakasih, karena ia telah memberikan kepuasan padaku.
Ternyata Seno itu sesosok cowok yang bisa memuaskan hasratku. Bahkan kalau aku harus bicara jujur, Seno itu lebih memuaskan daripada suamiku.
Di malam yang indah itu Seno membuktikan ucapannya. Bahwa ia sanggup bersenggama lebih dari 5 kali dalam semalam. Di kamar mandi, kami mandi bersama. Dengan telaten ia menyabuni sekujur tubuhku. Dan ketika kutantang untuk bersetubuh lagi, ia mengangguk dengan senyum. Lalu kami bersetubuh lagi untuk ketiga kalinya, sambil berdiri di bawah semburan shower air hangat. Sayang dilewatkan kesempatan bercinta dengannya. Jadi di kamar mandi tetep kugarap dia habis-habisan.

Setelah kembali ke kamar, aku ingin mencoba posisi dogy seperti di film bokep yang sedang kuputar. Seno pun langsung setuju saja. Lalu aku menungging, Seno mengenjotku dari belakang. Ini adalah persetubuhan yang keempat kalinya. Persetubuhan yang yang kami lakukan di ruang keluarga, di atas sofa. Tentu saja setelah pintunya dikunci dulu, karena hari sudah hampir subuh. Di sini kami bertarung habis-habisan. Dia terkapar setelah kujahar dan melayani nafsu birahku yang menggebu. walau tampak kepayahan dia mengaku puas dan pergumulan denganku. Akupun demikian, apalagi merasakan kontol perjaka. Sungguh membuat aku bergairah mengaruhi hari-hariku. Setelah ini dia sering aku hubungi saat aku membutuhkan kehangatan dia, tak jarang dia ajak menginap di rumahku.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22 Oktober 2014 by in Gaya Bercinta and tagged , .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rating

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 5,844,851 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
Oktober 2014
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d blogger menyukai ini: