Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Bercinta dengan Anak Muda yang Kost di Rumahku (1)

Aku seorang dosen yang mapan tinggal sendiri di rumahku yang mewah. Usiaku matang baik secara seksual maupun materi. Suamiku saat ini tugas belajar di luar negeri. Hari-hariku sangat sepi tanpa kehadiran laki-laki disampingku. Tak ada lagi tempat mencurahkan hasrat birahku yang menggebu, walau kadang aku tidak mendapat kepuasan darinya setidaknya aku merasakan kehangatan tubuh laki dan kontolnya.

Untuk mengusir rasa sepi kuputuskan aku kontrakkan 3 kamar yang ada di lanta ibawah dekat ruang belakang daripada kosong.  Sedangkan aku tinggak di lantai atas, sehingga pravasiku masih terjaga dengan kolam renang kecil di dalam kamarku. Sehingga aku leluasa berenang dengan pakain sesukaku, bahkan bugil. Sejak ada teman kost di rumah, pembantuku hanya datang setiap siang saja. Secara tak terduga yang kost di rumah adalah mahasiswa dan satu pegawai kantor yang masih cukup muda dan kelihatan cakep. Cuman saya lebih terkesan dengan karyawan yang menurutku orangnya cool dan kalau saya liat dia sudah menikah. Tapi aku hasratku ingin mencoba dua-duanya. Sedangkan kamar satunya di huni oleh seoarang karyawati.

Saat ini aku ingin memangsa yang mahasiswa dulu karena aku ingin merasakan kontol perjakanya. Jurus maut akhirnya aku susun sampai suatu saat dia pagi itu aku liat dia di kamar sedang ganti celana dengan memainkan kontolnya. Wowwwww besar nia. ahhh dasar muda daripada mainin sendiri sini aku bantuin ngocok kontolmu” Kataku pada dia dengan tiba di kamarnya. Dia rupanya terkejut. ahhhh ehhh anu tante …. Belum sempat dia omong lagi kupegang kontolnya dan kupegang . Sudah tegang rupanya. Sudah ayo ke kamat tante aja biar aku urus kontolmu daripada kamu mainkan sendiri. Kontol tetap aku pegang dan kutarik dia dan aku bawa ke kamarku.

Setelah di kamar aku langsung telungkup “tolong pijatin tante ya.  “Udah..kamu pijit kaki tante aja, soal pegal”. Farizpun mulai memijit kakiku. “Agak keatas sedikit Riz”, kataku sambil mengarahkan tangannya ke pahaku.
Dia tampak semakin gugup. Pijatan didekat daerah kemaluanku membuatku secara tidak sadar melebarkan pahaku, menurutku Fariz dapat melihat bulu kemaluanku yang tidak terlalu lebat itu.
“Tadi kamu tadi masturbasi kan?”, kataku mulai memancing.
“Mmm….”, dia terdiam. “seumuran kamu pasti pernah masturbasi”, kataku lagi. “Pernah tan”, jawabnya pelan.
Kamipun terdiam.

“Agak keatas lagi Riz”. Farizpun memijit dekat pantatku.“Udah pernah ML?”, kataku makin tak tahan.“Be..belum tan”.Wah perjaka batinku. Aku pun menarik handuk yang menutupi pantatku sehingga kini aku benar-benar bugil.
Fariz benar-benar terkejut.“Sekarang pijitin pantat tante aja, dari tante duduk nyetir terus”.Farizpun mulai memijit pantatku yang montok bersih itu. Akupun makin lama makin melebarkan kedua pahaku.“Riz…”.
“Iya tan”.
“Kamu mau pegang ‘itu’ tante?”, tanyaku nakal. “Pegang aja Riz, ga pa pa kok”, pancingku lagi.
Fariz memindahlan tangannya dari pantatku kea rah kemaluanku. Dia mulai memegang bulu kemaluanku. Nafsuku makin tidak tertahan.“Gerakin tanganmu maju mundur Riz”, kataku mengarahkan.Arizpun mulai menggerakkan tangannya di atas kemaluanku. Gesekan antara tangannya dan bulu kemaluannya makin membuat vaginaku basah. Akupun sedikit menunggingkan badanku untuk mempermudah tangan Fariz bermain di atas kemaluanku.

“Masukin jari tengah kamu Riz”, pintaku setengah memohon.Farizpun mulai mengerti jalannya permainan ini. Dia mulai memasukkan jari tengahnya kedalan vaginaku sambil terus menggosok-gosoknya. Sentuhan tangannya sesekali menyentuh klitorisku, dan itu makin membuatku bernafsu.
Suaraku makin lama makin meracau karena keenakan.
“Iya Riz..yang itu. Gosok ‘itu’ tante Riz”.
“Yang mana tante?”, katanya polos.
Akupun tersadar, dia masih terlalu polos.

Lalu aku membalikkan tubuhku, sehingga Fariz kini dapat melihat seluruh rubuhku yang telah bugil dengan leluasa.
“Kamu mau pegang payudara tante?”, tanyaku sambil memgang kedua tangannya dan mengarahkannya ke kedua payudaraku. Aku meremas tangannya sehingga tangannya itu meremas kedua buah dadaku.
Setelah meremas-remas buah dadaku, aku pun menarik kepala Fariz dan mengarahkannya ke dadaku. Diapun mulai menjilati putingku, mataku terpejam akupun makin mendesah tidak karuan.

“Oouuh…aaahh…euuhhh…”, aku mulai liar. Tanganku tidak tinggal diam. Aku mulai meraba celana Fariz dan memegang kemaluannya yang aku yakin sudah makin tegang kontolnya. Tanganku menarik celana dan mengeluarkan kemaluannya. Tanganku mulai memainkan kejantannya, aku mulai mengocoknya.

Akhirnya aku berhenti. Akupun duduk dan mulai melucuti seragam Fariz. Kulihat badannya yang masih polos itu. Kemaluannya baru sedikit ditubuhi bulu-bulu halus. Aku menyuruhnya terlentang. Akupun mulai melakukan oral kepadanya dalam posisi berlutut.

“Hmmph…mmph…mmphh”, suara mulutku yang sedang mengulum batang kemaluannya sambil tanganku memainkan kedua bolanya.

“Aahhhh…ahhhh…enak tan”, Fariz berteriak keenakan. Fariz merubah posisinya dari tidur menjadi duduk. Tangannya kini memainkan buah dadaku. Sesekali aku berhanti mengulum batang kejantanannya untuk menikmati remasan tangan Fariz. Tangan kiriku kini beralih memainkan klitorisku. Aku benar-benar menikmati semua ini.
Tiba-tiba Fariz berteriak, “Aa..aa..aaahhhhh, geli banget tan. Aaahh..aaahh…aaahhh…ma..ma..ma u kkkelluuaaarrr”, aku makin mempercepat mulutku dan makin menghisap kuat-kuat batang kejantannya.
Tidak berapa lama…..

“AAAAHHHHHHH…AAAHHHHHH…AAAAHHH HHH”, Fariz mengeluarkan cairan spermanya didalam mulutku. Aku sempat terkejut, karena banyak sekali cairan sperma. Tapi itu kupikir karena jarang sekali bermasturbasi.

oral seks emut kontolSperma yang telah dikeluar didalam mulutku ku keluarkan lagi ke atas batang kemaluannya, hanya untuk kuhisap lagi. Fariz terlihat begitu menikmati oral seks ini. Akhirnya kutelan semua sperma Fariz, dan kuhisap lagi kemaluannya untuk membersihakan sisa-sisa spermanya.

“Enak Riz?”, tanyaku puas. “Enak banget tante. Beda ya sama masturbasi”, jawabnya polos.Aku hanya tertawa sambil menjawab, “ada yang lebih enak, mau?”.

Akupun mulai mengulum kembali batang kejantanan Fariz yang telah terkulai. Aku sengaja melakukan oral terlebih dahulu kepada Fariz, supaya nanti saat permainan utama dia tidak cepat ‘keluar’. Pelan-pelan aku mulai menjilati video oral sekskemaluannya. Posisi Fariz kini tiduran kembali dengan kedua kaki diangkat, sehingga kepalaku berada dikedua pahanya. Jilatanku mulai berubah menjadi kuluman. Semakin lama semakin cepat, akupun mulai memperkuat hisapanku pada kepala penisnya. Sesekali paha Fariz menjepit kepalaku menahan rasa geli di penisnya. Ketika penis fariz telah berdiri lagi aku menghentikan oralku.

“Eh..kenapa tante?”, tanyanya heran.“Gantian dong, masa kamu aja yang enak?!”, kataku. “Maksudnya?”.

Akupun mulai berbaring dan menarik Fariz ke pelukanku. Akupun mulai menciumnya. Mula-mula dia seperti risih, tetapi permainan lidahku mulai mengajarinya untuk berciuman. Kami terus berpelukan sambil berciuman, sesekali penisnya menyentuh klitorisku dan ini membuatku makin menggila. Puas berciuman aku mengarahkan kepalanya ke bauah dadaku. Kini Fariz telah tahu apa yang harus dilakukan.

Nafsuku makin tak tertahan. Aku mengangkat kepala Fariz, “Riz, jilatin ‘itu’ tante”.“Yang mana tante?”. Aku mengambil posisi bersandar pada pinggiran tempat tidur. Kutekuk pahaku dan kubuka lebar-lebar pahaku. Kedua tanganku memegang vaginaku, jari-jariku menyisir bulu kemaluan. Setelah terlihat jelas kemaluanku yang telah basah dari tadi, kutunjukan klitorisku dengan kedua jari telunjuk.
“Yang itu Riz, jilatin ‘itu’ tante”, pintaku setengah memelas. “Yang ini tante?”, katanya sambil menyentuh klitorisku. Sontak aku menggelinjang, sentuhan tangan Fariz pada klitorisku membuat tubuhku seperti melayang.
Dia tampaknya menikmati hal ini. “Yang ini ya?”, tanyanya lagi sambil mulai memainkan klitorisku.
“Aaaahhhh…ii..iiyyaaa…yang itu. Ka..kha..kamu nakal ya”, kataku mulai terengah-engah. “Aaaahhhh…oouuuhh….uuuhhhhh….j ilatin aja Riz”, kataku tak tahan sambil menurunkan kepalanya kekemaluanku.

Fariz mulai menjilati vaginaku, mula-mula meras aneh, mungkin karena aroma khas vagina yang telah basah. Akupun makin melebarkan pahaku, sambil tanganku membuka vaginaku agar tampak klitorisku oleh Fariz.
“Jilatin yang ini Riz”, kataku sambil menunjukkan letak klitoris.
Fariz mulai menjilati klitorisku dengan lidahnya. Akupun memegang kepalanya dan menggerakkan kepala Fariz naik turun di atas klitorisku. Gerakan lidah Fariz yang kasar menari diatas klitorisku membuatku hampir mencapai orgasme. Aku ganti posisi setengah jongkok dan mengarahkan vagina di mulutnya sementara dia tetap berbaring.

Cepat-cepat kuangkat kepala Fariz dan kutarik badannya kearahku. Dengan tisak sabar kupegang batang kemaluannya yang telah keras kembali, kuarahkan ke vaginaku.
Cllep…bleessshhh…penisnya langsung masuk kedalam vaginaku yang sudah semakin basah.

“Aaaaahhhh…”, teriakku. Aku mulai memegang pinggang fariz dan menggerakkannya maju mundur. Plok..plok.. plookk… cloopps…clo oppss …. suara selangkangan kami beradu ditengah semakin banjirnya cairan vaginaku.

“Ooooohhh…aaahhhhh…aaahhh…..aa ahhh….aaaa..aaaaa….aaaahhhh…te rus Riz…eennaaak”, teriakku.Aku mulai manarik-narik rambutnya, sambil sesekali kuciumi Fariz dengan brutal.
“Hmmmppph..hmmmppp…aahhhh..hmm pphh… ooohhh…. ohhh yyeesss.. hmmmppphhhh”.

Kakiku kini melingkari pinggang Fariz agar penisnya bisa masuk sedalam-dalamnya kedalam vaginaku. Tubuhnya menempel dengan tubuhku, kamipun bermandikan keringat. Sensasi bersetubuh dengan bocah polos yang masih perjaka ini benar-benar membuatku bernafsu. Tangan Fariz mulai memainkan kembali buah dadaku. Tidak berapa lama aku merubah posisi. Aku berjongkok di atas Fariz. Ku pegang penisnya dan kumasukkan kedalam vaginaku.
Plok..plok..plok..vaginaku berbunyi karena sangat basah.

Kugoyangkan badanku maju mundur, penis Fariz melesak penuh kedalamku. Goyangan ini makin menggesek klitorisku. “Aaahhhhh…ooouuuhhhhh….eenaaaa kkkkkk”. Aku tahu sebentar lagi fariz akan ejakulasi yang kedua, sehingga aku marubah posisiku menjadi “doggy style”. Tubuhku bersandar pada sandaran temapt tidur. Fariz tanpa permisi langsung memasukkan penisnya dengan tidak sabar.

“Ah!” jeritku. Fariz makin tidak sabaran. Dia terus memompa vaginaku dengan batangnya, batang yang baru sekali ini merasakan nikmatnya dunia. Dia terus menggerakkan tubuhnya maju mundur, makin lama makin cepat, sambil tangannya memegang pinggulku.

“Ah..ah..ah…teerrruuus Riz….terruuusss…..aaaaahhhh”. “Tan, Faarriizz maau kke…..lluaarr….giimaannaa nihhhh…..aahhhh…ahhh?”. “Ahhh…aahhh…kkee… ahh…keeluaari nn aja Riz…aahhhhh”.

Plok..plook…clooppss….cloppss… . Akupun mulai bersiap meneriam muntahan sperma fariz didalam vaginaku, akupun mulai mencapai orgasme yang sejak tadi kutahan.

“Aahhhhh… tteerrruuussss Rizzzzz…tante ju….Ah!..ga mau keeluuuarrr…… aaahhhhh …terusss” . Fariz terus mempercepat kocokan penisnya di dalam vaginaku. “aahh…ahhh.. AAAAHHHHHHHHH….!!! !”

Fariz memuntahkan seluruh spermanya didalam vaginaku. Kurasakan semprotan kuatnya di dinding vaginaku, seperti dikejutkan oleh sengatan listrik. Vaginaku langsung terasa hangat dan basah oleh cairan spermanya, tapi aku tidak menghentikan goyangannya. Tidak berapa lama….

“Oh…oh…oh…ah..ah..ah..ah..ah.. AAAAHHHHHHH!!!!”, akupun berteriak karena orgasme. Vaginaku makin basah oleh karena cairan kami berdua. Aku tidak membiarkan Fariz melepaskan penisnya dari vaginaku, sambil menggoyang-goyangkan pinggulku.

19f84-b3b346246ec65e5df3df432027dc285“Gimana Riz, lebih enak dari yang tadi kan?”, tanyaku.
“He..he..he..iya tan, jauh lebih enak”, jawabnya sambil mengikuti goyangan pinggulku.

Bersamaan dengan mengecilnya penis Fariz, keluar jugalah cairan spermanya dari dalam vaginaku. Cairan sperma itu langsung menempel pada kami berdua. Aku langsung berbalik dan menghisap cairan sperma yang ada pada penis Fariz.
Sambil merasa kegelian Farisz berkata, “Makasih ya tan, ga rugi nganterin tante”.
“Aku juga ga rugi melayani kamu”, apalagi ini sperma perjaka” jawabku singkat lalu kembali mengulum penis Fariz.

Berikutnya gantian yang karyawan itu yang aku mangsa …..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,872,804 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
November 2014
M S S R K J S
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
%d blogger menyukai ini: