Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Bercinta dengan Pemuda di Kamar Kost (3)

Melihat keadaanku yang sudah lemah lunglai Teguh menyuruhku berbaring santai. Setelah membersihkan dirinya di kamar mandi ia kembali membawa handuk yang telah dibasahinya dengan air hangat. Dibersihkannya seluruh tubuhku dengan telaten dan penuh perhatian. Sambil merebahkan tubuhnya masih sempat ia berkata, … Aduh Mbak, enak sekalirasanya. Iya Teguh, saya juga puas sekali, …jawabku sambil beringsut mendekatinya. Kali ini akuyang ingin dipeluknya. Besok paginya karena sudah nggak ada kuliah dan aku masih capek ngerjain kontol Teguh tadi malam, aku bermalas-malasan saja di kamar.

Lalu diucapkannya sesuatu yang membuat aku merasa merinding. Katanya, … Apa Mbak Mae maunya Teguh perkosa? Tubuhku terasa lemas, rasanya aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Melihat wajahku yang pasti sudah menjadi pucat pasi Teguh menghampiriku. Aku mencoba berontak, tapi rasanya tenagaku sudah menguap entah kemana. Tersenyum agak menyeringai Teguh, seperti senang melihat keadaanku begitu tak berdaya. Lalu katanya, Obatnya manjur ya Mbak! Tapi nggak pusing kan? Lalu dibimbingnya aku menuju ke ranjang.

Aduh tolong Teguh, jangan dong, jangan. Tapi Teguh hanya diam saja, bahkan dengan tenangdirebahkannya tubuhku ke atas pembaringan. Pelan-pelan dilepasnya daster terusanku dan satu
persatu dilepasnya bra dan celana dalamku. Sesekalidikecupnya tubuhku di sana sini. Aku yang sudahlemas sekaligus ketakutan lama kelamaan semakinmerasa pasrah. Mulai kucoba untuk menikmati apayang sedang dilakukan Teguh. Kusadari kemaluanku sudah mulai agak basah. aEsMbak, Mbak Mae, udahlama rasanya Teguh nggak nyiumin badannya MbakMae yang begini wangi.aEt Aku hanya tersenyum lemah, sekarang aku sudah bersikap menyerah. Diemut-emutnya puting tetekku dengan ganas, dipilin-pilin dan diremas-remas tetekku dengan gemas, dicium-ciumnya seluruh tubuhku. Pada waktu bibir dan lidahnya menyapu betis dan pahaku aku sampai menggigil kegelian. Puncaknya adalah pada waktu ia menjilati memekku.

Lidahnya ganas menyapu, mulai dari selangkangan kuhingga memekku. Mulanya rasa geli yang kualamimasih dapat aku tahan. Tapi akhirnya daya tahankubobol juga. Aaaahhh… … .aaaddd… uuuhhhh Teguhuuuuhhhhh… dddaaaahhhh … uuu… …dddaaakkhhhhhh … ampun mbak nnggg… gggaaakkk tahannn… . Begitu saja aku berteriak, sementara tubuhku menggeliat-geliat mencoba membebaskandiri dari cengkeraman laki-laki ganas ini. Kutatap laki-laki tampan tapi lugu itu, lalu kuambil keputusan yang tidak lagi mengandung keraguan. Teguh, siniin punya kamu, mbak pengen ngemutin penis kamu! Suaraku terdengar agak serak, dan nafaskupun memburu kencang. Sekejap Teguh terdiam, seperti tidak percaya ia menatapku. Lalu ia menegakkan tubuhnya dan beranjak mendekati wajahku. Segera tanganku menyambar tali ikat pinggangnya, dan segera kulepaskan. Rasanya tidak sabar aku karena masih harus menurunkan ruitsliting celana jeansnya dan melorotnya ke bawah. Padahal setelah itu di baiknya masih ada celana dalam lagi. Aku merasa sudah sangat tidak sabar. Maka sebelum seluruh celananya berhasil kulepas turun aku sudah memerosotkan celana dalamnya. Wajah Teguh terlihat senang melihat tanganku begitu bergairah menggenggam penisnya yang besar dan tegang mencuat itu. Langsung kuciumi dan kuusapi dengan bibirku. Diikuti jilatan lidahku yang terus menerus bergerak denganl incahnya. Karena Teguh berada pada posisi mengangkang di atasku maka aku dapat menikmati semua bagian penisnya. Selangkangan dan buah zakaranya sempurna kujilati, hingga membuat Teguh merintih-rintih keenakan. Aaaaahhhhhhhh…… mmmppphhhh… … aaahh… aakkhh… …oooouuuuuhhhh… … aaahhh… …

Tapi tidak lupa juga ia pelan-pelan melepas celananya, yang tadi baru sampai kulorot kebawah. Setelah itu sementara aku mengulum kepala penisnya, dan kemudian mengemut-emut seluruh batang penisnya itu dalam mulutku, Teguh melepas jilbabku yang masih terpasang awut-awutan sambil sesekali diremasnya rambutku. Dengan lembut diramas-remasnya tetekku, sambil sesekali memilin-milin putingku yang sudah mencuat dan menegangkeras.

Sejenak sempat kulirik wajahnya sedang tersenyum-senyum kecil. Rupanya ia sedang memandangi aku yang sedang melahap kontolnya. Sempat agak merasa malu juga aku dibuatnya, tapi karena sedang asyik-asyiknya kuputuskan untuk berlaga seolah-olah tidak sadar. Mbak, Mbak Mae, sekarang Teguh masukin ya?Suara pemuda itu terdengar mengusikku. Sempat terbersit keinginan di hatiku untuk menolaknya, tapi akhirnya birahiku yang sudah sangat memuncak mendorongku mengambil keputusan yang berbeda.

Kutatap dia dengan lembut, lalu kuiyakan permintaannya. Tapi pelan-pelan ya, soalnya, soalnya, … aku kebingungan memilih kata-katayang tepat. Teguh tersenyum bangga. Diteruskannyaapa yang kumaksud dengan berkata, … Soalnyabelum pernah dimasukin yang sebesar ini ya? Aku hanya dapat mengangguk pelan, rupanya Teguh telah dapat membaca pikiranku. Kemudian Teguh membuka selangkanganku, sembari mengemut-emut dan menggigit-gigit puting tetekku serta meremas ganas tetekku, seperti seorang bayi besar yang sedang dahaga, membuat gairahku kian meledak, akupun mendesis keenakan Uuuukkhhhhh… uummmmpphhhhhh… … aaakkhhhhh… …sssshhhhhh… … a

Diusap-usapnya bibir kemaluanku dengan ujung penisnya. Aku menggelinjang kegelian, sudah merasa ingin, tapi juga agak takut. Ketika Teguh mendorong penisnya itu masuk, rasa pedih yang amat sangat melanda seluruh tubuhku. Ternyata memekku menjadi agak sempit setelah beberapa hari terakhir belum merasakan penis-penis lelaki. Aduh Tegu hsakit … , sambil kugigit bibirku. Dia berhenti sejenak, lalu mulai mendorong penisnya kembali. Setelah kurang-lebih masuk setengahnya tiba-tiba Teguh mendorong agak keras, hingga membuatku menjerit. Aaaawwwwhhhhh… … Adduuuhhh… , aduh, aduh, sakit sekali sayang, … sambil kucoba merenggangkan pahaku selebar-lebarnya. Rasa pedihyang kuderita berlangsung selama kurang-lebih dua menit, sebelum berangsur-angsur mereda. Lubrikasi dari liang memekku akhirnya semakin mempermudah gerakan penis Teguh, sehingga dapat bergerak maju mundur lancar.

Aku merinding dan menggigil dilanda kenikmatanyang baru sekali ini aku rasakan. Belum pernah liangmemekku menerima kunjungan daging nikmat miliklelaki yang sebesar ini. Karena memang selama inipengalaman yang kumiliki menikmati penis-penislelaki yang lain tidaklah sebesar ini. Dibanding lelaki- lelaki yang pernah ngentotin aku, kelebihan Teguhbukan hanya karena ukuran penisnya yang besar,tetapi dia sendiri juga pandai memainkannya.
Akibatnya baru sepuluh menit saja aku sudah mencapai orgasmeku yang pertama. Rasanya tubuhku melambung tinggi, dan terbawa melayang entah kemana. Tanpa kendali lagi aku menjerit-jeritmemanggil nama pemuda itu, sambil sesekalimenggigit-gigit lengannya. Oookkhhhhhh… ..ookkhhh… . aaakkhhh… . aakhhhh… .aEt Teriakkua Aaaarrgghhhh… … uuuufffhhhh… . Eenaakkhh… eennaakkhh… bbanggettthhh… .. oookkhhhhh… .. yyyyaaahhh… . Mmpphh… . mmpphhh… aEtaEsmmmbbaa… aakkk… kkkeeee… .llluuaaarrrrr… … hhaaahhhh… . Ooowwww… . Ssssshhhhh… .Setelah perasaanku mereda baru kusadari bahwa Teguh masih dengan gagah menunggangiku.

Terpaksa kuatur nafas dan posisi diriku, supaya bisa mengimbangi keperkasaannya. Menjelang Teguh mencapai klimaksnya masih sekali lagi aku dilanda gelombang nikmat orgasme kewanitaanku. Maka ketika kudengar Teguh berkata, SSShhhhh… .ssekaarrr… . aaangggg… . Teguh llleeeppp… .. aaaassshh… . yyyaaahhh… .,aEt aku hanya dapatmengiyakannya saja. Begitu kukatakan, … Iii… . yyyyaaaahhhh… … Ssshhh… . sssaayang, tolongsekaraaang… .. aaaahhh jjjjjaaaa …aaaaakkkkhhhhhh… … oooouuuggggghhhhh… … . sssshhh… ., langsung Teguh mempercepat gerakan menghunjamnya. Mmmbbbaaaakkkk… … ., Mbak Maaee… , Mmmmbbb… bbaaaakkkhhh … aaakkhhh… .dduuuhhhh… … Mbak … aaakkkkhhh… …oooookkhhhhh… … mmmmpphhh… .aakkhh… .akkkhh… .aaakkkkhhh… .aarrrrggghhhhhhh… … , demikian Teguh meracau sambil menghujam penisnyasedalam-dalamnya memasuki rahim kewanitaanku. Hhhaaahhhhh… . Ccrrootttt… .. ccroott..cccrroott… .crrooott… .sssshhhhh… …  Sangat erat ia memeluk tubuhku, sementara jari-jariku meremas punggungnya, karena orgasmea yang juga sedang kualami. Ooouuggghhhhh… .. hhaaahh…hhaaahh… hhaahh… . aakkhh.. aakkhhh… aakkhh… …mmpphhhhh… . Oooowww… .. sshhhhhh… ..
aaaaakkkhhhhhhhh… … ssseerrrrr… . lolongku panjang. Setelah beberapa saat berlalu, barulah gerak dan erangan kami berdua mereda. Teguh masih membiarkan penisnya di dalam rahimku selamabeberapa saat, setelah itu baru ditariknya keluar.Sebagian dari air maninya tadi ikut mengalir tertumpah di selangkanganku. Kupegang selagi masih ada sperma aku kocok lagi dan kusedot dan kukulul agar sperma keluar sambil kujilat kontolnya, sampai habis sampai puas …

Pagi itu aku dan Teguh kembali melakukannya di dapur sambil membuatkan aku minuman hangat dan kamipun terus bergumul sampai siang hari. Ffiiuhhh…lega rasanya bisa menikmati penis lelaki lagi, badanku menjadi lebih fresh sekarang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 Oktober 2015 by in Cerita Seks and tagged , .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,872,804 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
Oktober 2015
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d blogger menyukai ini: