Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Pengalaman Cowok Bercinta dengan Teman Fitness (1)

Awalnya aku hanya bercanda dengan  cewek fitnes yang sering bersamaku. Sudah menjadi kebiasaan kami nonton film begitu aerobik selesai.

“Mending aku bantuin lho kalo begini”, pintaku sambil senyum. Diana ikut senyum dan menimpali, “Ah, De paling-paling kamu juga takut…, cuman omong aja”.”Mancing ya..” dia menimpali.Aku merasa tertantang dengan omongannya langsung kujawab, “Nggak kok bener deh coba aja nyalain televisinya”.”Terus ngapain…, Berani beneran kamu”, tantangnya tak kalah ngotot.”He em…, Lihat aja…, aku udah tadi kog geregetan lihat kamu”, balasku menantang, kulihat wajahnya memerah dan tanpa menunggu waktu lagi tangan Diana memijit tombol remote dan kulihat kembali bagaimana adegan di DVD ganasnya cewek menghisap kemaluan si cowok.

“De terus terang aku sama teman-teman sudah lama memperhatikan dirimu”, belum sempat dia meneruskan dia sudah menyorongkan mulutku padanya aku langsung membalas dengan ganas dan buas. Hampir aku tidak bisa bernafas dan dengan sigap tanganku menjelajah seluruh tubuhnya. Tiba pada gumpalan daging yang mulai tadi kulirik kini sudah berada digenggamanku. Dengan lembut kuelus dan kuremas, Diana menggelinjang. Karena kursi yang kududuki sempit aku mencoba menggeser Diana pada tempat yang lebih lapang yaitu di karpet bawah.

Dengan perlahan tanganku mulai masuk pada gading susunya lewat celah ketiaknya. Kenyal sekali, kukucek terus sampai kurasakan puting Diana mulai mengeras sementara mulutku masih dikuasai oleh lidahnya yang panas. Kutarik mulutku dan kuangkat kaos Diana lewat kepalanya sehingga kini Diana tinggal hanya BH dan rok mininya. Aku melihat tak berkedip betapa besar dan indahnya payudara Diana walaupun sudah beranak tiga. Dengan cepat kutarik payudara itu keluar dari BH-nya.

Perlahan mulutku mendarat mulus pada lingkaran coklat kehitaman di tengah payudaranya. Kuhisap puting Diana yang mengeras dan besar. Dia mengerang tak karuan. Kuteruskan sambil tanganku mengusap seluruh tubuhnya. Aku menindih Diana perlahan, kurasakan penisku yang mulai membesar menatap perut Diana dan Diana menarik diri ke atas sehingga penisku mengarah tepat di selangkangannya. Tangan kiriku memeluk lehernya mulutku ke arah payudara kiri dan kanan sementara tangan kananku menjelajah tubuhnya. Kini tangan kiriku berpindah di susunya dan mulutku menciumi perut dan pusarnya sementara tangan kananku kini pada tempat yang tadi ditindih penisku yaitu vaginanya.

Diana terkejut dan, “Enngghh…, zz” dan suara itu tak beda dengan suara televisi yang kulirik semakin hot saja, tanganku tambah berani saja, kusibakkan rok mininya dan kuelus vaginanya. Tanganku tak sabar dengan cepat kumasukkan tanganku pada CD-nya dan kurasakan betapa lebat rambut vaginanya. Basah dan becak semakin terasa saat lubang vaginanya tersentuk jari tengahku. Kuucek perlahan Diana semakin tak karuan tingkahnya dan jariku yang lain mempermainkan clitorisnya. Aku tak bebas kutarik semua yang melekat di daerah pahanya yaitu rok dan CDnya, Diana hanya terpejam merasakan seluruh gerakanku. Kuperhatikan sekarang seorang perempuan telanjang bulat dengan payudara yang besar serta rambut kemaluan lebat dan clitorisnya yang cukup panjang keluar agak kaku. Tanganku terus mengucek lubang kemaluan Diana dan kudengar lenguhan tak karuan saat dua jariku masuk ke lubangnya.

Aku terkejut tiba-tiba Diana bangun dan menarik tanganku menjauh dari lubang kemaluannya, dengan mendesah Diana menarik kancing bajuku dan menurunkan retsleting celanaku hingga terlepas dan kini aku tinggal memakai CD saja. Diana menelusuri tubuhku dengan mulut mungilnya. Kini aku yang merasakan gejolak nafsu yang luar biasa, kurasakan tangan Diana mengelus penisku dari luar CD-ku. Mulut Diana semakin tak karuan arahnya leher, dada, pinggangku digigit kecil dan perutku juga tak luput dari ciumannya aku didorong sehingga posisiku telentang saat ini, tanganku hanya bisa menggapai kepala Diana yang kini berada di perutku. Kurasakan tangan mungil mulai meremas-remas keras penisku dan penisku semakin kaku saja. Kuperhatikan wajah Diana terkejut saat tangannya mulai masuk CD dan memegang penisku. Cepat-cepat disibaknya semua penghalang penisku dan kini dia nampak jelas bagaimana penisku meradang. Kepala penisku memerah dan tangan Diana tak sanggup menutup semua bagian penisku.

Diremas-remas dengan gemas penisku dan memandangku mesra, Aku mengikuti matanya dan mengangguk. Diana mengerti anggukanku dan dengan perlahan mulut Diana disorongkan pada kepala penisku. Aku merasa hangat saat mulut kecil itu mendarat pada penisku. Diana mulai menggila dengan menghisap dan menjilat seluruh bagian penisku. Aku merasakan penisku berdenyut keras menahan hisapan kuat mulut Diana.

“Ahh…, zzt..”, Diana semakin menjadi mendengar eranganku, seluruh tubuhku terasa melayang merasakan panasnya lidah yang menjilat dan mulut mungil yang menghisap, dan kuperhatikan kepala Diana naik turun dengan mulut penuh. Tangan Diana juga tidak tinggal diam kuperhatikan tangan kirinya sibuk meggosok vaginanya sendiri dan tangan kanannya memegang penisku dan mengocoknya sementara mulutnya tetap aktif menghisap dan terus menghisap.

Diana kini mulai menjauhkan mulutnya pada penisku dan tak seberapa lama dia duduk sambil menuntun penisku diarahkan pada vaginanya, rupanya Diana juga tidak sabar ini terbukti dengan dipaksakan dengan keras vaginanya untuk tertusuk penisku dan
kurasakan penisku hangat saat menembus lubang vaginanyana. Kusaksikan wajah Diana meringis menahan laju penisku di vaginanya, dia tidak bergerak menyesuaikan diri dengan penisku. Aku merasakan penisku berdenyut seperti dipijat, Diana perlahan mulai menggoyangkan pantatnya naik turun sambil rambutnya tergerai dan kulihat payudara Diana bergerak dan bergoyang indah, cepat-cepat kuremas dan kuusap-usap payudara besar itu dan tak seberapa lama kusaksikan Diana mengejang dengan memelukku erat dan kurasakan ada kuku yang menancap di punggungku”sszztt…, eenngghh…, Aku nggak tahan De…”, lenguhnya. Aku menjadi giat menggoyang penisku menusuk-nusuk vaginanya yang semakin basah, suara kecipak vaginanyana saat kutusuk membuatku semakin bergairah dan, aku memegang pinggang Diana untuk mengarahkan semua penisku pada lubangnya, aku mulai merasakan penisku panas dan mau keluar, Akhirnya…

PERANGSANG WANITA“Diana.,., aku mulai nggak tahan nih.., mau keluar.., ahhzz”, sambil terus kugoyang pantatku berputar dan meremas pinggulnya yang berisi, Diana semakin menjadi dan…, Creet…, creett…, creett. bersamaan dengan keluarnya spermaku aku merasakan ketegangan yang luar biasa bahkan lebih hebat dari yang tadi, kaki Diana kaku dan melingkar pada kakiku dan erangannya semakin keras dan binal. Pagutan tangannya kurasakan sampai aku hampir tak bernafas, Kami berdua puas dan sama-sama kelelahan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24 Agustus 2016 by in Cerita Seks and tagged .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,872,804 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
Agustus 2016
M S S R K J S
« Jul   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d blogger menyukai ini: