Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Seks Itu Nikmat

Kurasakan ranjang bergoyang, aku membuka mata, si om berbaring miring diseblahku. Reflex akupun duduk. “Kok duduk, rebahan ja nape”. Aku masi risi ja berbaring diranjang bareng si om bule. “Santai aja Sin, kalau horny enjoy aja, gak usah malu.. itu artinya kamu normal” bisiknya sambil meremas pundakku. Remasan dan terpaan nafasnya saat berbisik menyebabkan semua bulu-bulu di tubuhku meremang, tanpa terasa tanganku meremas ujung rok. Si om menarik tanganku meletakan dipahanya ditekan sambil diremasnya, tak ayal lagi tanganku jadi meremas pahanya. “Remas aja paha aku Sin daripada rok” bisiknya lagi.
Aku merasakan pahanya dalam remasanku membuat darahku berdesir keras. “Ngga usah malu Sin, santai aja” lanjutnya lagi. Entah karena bujukannya atau aku sendiri yang menginginkan, tidak jelas, yang pasti tanganku tidak beranjak dari pahanya. Merasa mendapat angin, si om melepaskan rangkulannya dan memindahkan tangannya di atas pahaku, awalnya masih dekat dengkul lama kelamaan makin naik, setiap gerakan tangannya membuatku merinding. tangannya mengelus-elus dengan halus, ingin menepis, tapi, rasa geli-geli enak yang timbul begitu kuatnya, membuatku membiarkan kenakalan tangannya yang semakin menjadi-jadi. “Sin, aku suka deh liat leher sama pundak kamu” bisiknya seraya mengecup pundakku.
Aku yang sudah terbuai elusannya karuan saja tambah menjadi-jadi dengan kecupannya itu. Dia terus aja mengecup, bahkan semakin naik keleher, “Om.. ahh” desahku tak tertahan lagi. “Enjoy aja Sin” bisiknya lagi, sambil mengecup dan menjilat daun telingaku. “Ohh om” aku sudah tidak mampu lagi menahan rangsangan yang perlahan merayapi tubuhku. Aku hanya mampu tengadah merasakan kenikmatan mulutnya di leher dan telingaku. Merasa tidak puas disingkapnya rok miniku, tangannya sudah berada dipaha dalamku, diselipkannya tangannya kedalam CD-ku membelai-belai bulu-bulu tipis di permukaan memekku dan.. akhirnya menyentuh itilku. “Aaahh.. sshh.. eehh” desahku merasakan nikmatnya elusan-elusannya, jarinya merayap tak terkendali ke bibir memekku, membuka belahannya dan bermain-main ditempat yang mulai basah dengan cairan pelancar, manakala kenikmatan semakin membalut diriku. Melihat aku sudah pasrah dia semakin agresif. Tangan satunya semakin naik hingga akhirnya meremas toketku ditambah dengan kehangatan mulutnya dileherku membuat magma birahiku menggelegak sejadi-jadinya.
“Agghh.. om.. ohh.. sshh” desahanku bertambah keras. Si om menyingkap tang-top dan bra sehingga toket 34b-ku menyembul, langsung dilahapnya dengan rakus sementara tangan satunya tetep meraba-raba memekku yang sudah basah oleh cairan pelicin. Aku jadi tak terkendali dengan serangannya, tubuhku bergelinjang keras. “Emmhh.. aahh.. ohh.. aagghh” desahanku berganti menjadi erangan-erangan.
Dia melucuti seluruh penutup tubuhku, tubuh polosku dibaringkan diranjang. “Sin kamu merangsang sekali deh, toketmu kenceng dan memekmu imut banget”. Si om melumat bibirku dengan bernafsu lidahnya menerobos kedalam rongga mulutku, lidah kami saling beraut, mengait dan menghisap dengan liarnya. Dari bibirku, bibirnya merayap turun kearah toketku, pentilku yang kemerah-merahan jadi bulan-bulanan bibir dan lidahnya.
Diperlakukan seperti itu membuatku kehilangan kesadaran, tubuhku bagai terbang diawang- awang. aku mulai meremas punggungnya, kujambak rambutnya dan merengek-rengek memintanya untuk tidak berhenti melakukannya. “Aaahh.. om.. teruss.. sshh.. enakk sekalii” “Nikmatin Sin.. nanti bakal lebih lagi” bisiknya seraya kembali menjilat dalam-dalam telingaku.
Kemudian jilatannya turun ke pentilku, diemutnya sebentar dan menurun lagi kaearah puserku, lubang puserku diciuminya sehingga aku menggelinjang kegelian, lidahnya dijulurkannya menjilati lubang userku. “Om, geliiii…” lenguhku. Kemudian dia mulai menjilat pahaku, lama kelamaan semakin naik.. naik.. dan akhirnya sampai di memekku, lidahnya bergerak-gerak liar di itilku. aku seperti tersihir menjadi hiperaktif, pinggul kuangkat-angkat, ingin si om melakukan lebih dari sekedar menjilat, ia memahami, disantapnya memekku dengan menyedot-nyedot gundukan daging yang semakin basah oleh ludahnya dan cairanku. Tidak berapa lama kemudian aku merasakan kenikmatan itu semakin memuncak, tubuhku menegang, “Aaagghh.. om… oohh” jeritku keras, dan merasakan hentak-hentakan kenikmatan didalam memekku. Tubuhku melemas.. lungai. Si om menyudahi ‘hidangan’ pembukanya, dibiarkan tubuhku beristirahat dalam kepolosan, sambil memejamkan mata kuingat-ingat apa yang baru saja
kualami.
Aku semakin tenggelam saja dalam bayang-bayang yang menghanyutkan, dan tiba-tiba kurasakan hembusan nafas ditelingaku dan rasa tidak asing lagi.. hangat basah. Ahh.. bibir dan lidah si om mulai lagi, tapi kali ini tubuhku seperti di gelitiki ribuan semut, ternyata si om sudah polos dan bulu-bulu lebat di tangan dan dadanya menggelitiki tubuhku. Tapi aku belum melihat sebrapa gede kontolnya. Mataku terpejam. Gairahku bangkit merasakan lidahnya menjalar di pentilku yang kemudian diemutnya dengan rakus, membuat tubuhku mengeliat-geliat merasakan geli dan nikmat dikedua titik sensitif tubuhku. Kemudian ia membuka kedua pahaku lebar-lebar dengan kepala sudah berada diantaranya. “Aaahh.. om.. nngghh.. aaghh” rintihku tak tertahankan lagi. Dia kemudian mengganjal pinggulku dengan bantal sehingga pantatku menjadi terangkat, lalu kembali lidahnya bermain dimemekku. Kali ini ujung lidahnya sampai masuk kedalam liang memekku, bergerak-gerak liar diantara memek dan anus, seluruh tubuhku bagai tersengat aliran listrik aku hilang kendali. Aku merintih, mendesah bahkan menjerit-jerit merasakan kenikmatan yang tiada taranya.
Dia kembali melahap pentilku,yang satu dihisap-hisap satunya lagi dipilin-pilin oleh jari-jarinya. Dari dada kiriku tangannya melesat turun ke memekku, dielus-elusnya itil dan bibir memekku. Tubuhku langsung mengeliat-geliat merasakan kenakalan jari-jari nya.
“Ooohh.. mmppff.. ngghh.. sshh” desisku tak tertahan. “Teruss.. om.. aakkhh” Aku menjadi lebih menggila waktu dia mulai memainkan lagi lidahnya di memekku. Tubuhku setengah melonjor di pinggir ranjang dengan kaki menapak kelantai, dia berlutut dilantai dengan badan berada diantara kedua kakiku. Mulutnya mengulum-ngulum memekku, tak lama kemudian dia meletakan kedua kakiku dibahunya dan kembali menyantap ‘segitiga venus’ yang semakin terpampang dimukanya. Tak ayal lagi aku kembali berkelojotan diperlakukan seperti itu. “Ssshh.. sshh.. aahh” desisku. “Oohh.. om.. nikmat sekalii.. Gigit.. om.. pleasee.. gigitt… Auuwww.. pelan om gigitnyaa” Melengkapi kenikmatan yang sedang melanda diriku, satu tanganku mencengkram kepalanya. tanganku yang lainnya meremas-remas toketku sendiri serta memilin pentilnya.
Beberapa saat kemudian kita berganti posisi, aku yang berlutut di lantai, baru aku lihatnya kontolnya yang extra large itu, besar panjang berwarna putih dan sudah keras sekali. kujilat batangnya yang besar dan sudah keras membatu itu, si om mendesah-desah merasakan jilatanku. “Aaahh.. Sin.. jilat terus.. nngghh” desahnya.
“Jilat kepalanya Sin” aku menuruti permintaannya yang tak mungkin kutolak. lidahku berputar dikepala kontolnya membuat dia mendesis desis. “Ssshh.. nikmat sekali Sin.. isep sayangg.. isep” pintanya disela-sela desisannya. Dia memanggilku sayang, mesranya. kepala kontolnya pertama-tama kumasukan kedalam mulut, dia meringis. “Jangan pake gigi Sin.. isep aja” protesnya, mulutku penuh kemasukan palkon yang gede itu sehingga gigiku menyentuh palkonnya yang sensitif itu. kucoba lagi, kali ini dia mendesis nikmat. “Ya.. gitu sayang.. sshh.. enak.. Sin” sebagian kontolnya melesak masuk menyentuh langit-langit mulutku. Aku mengulum kontolnya, kepalaku turun naik, sekali-kali kujilat palkonnya bagai menikmati es krim. Setiap gerakan kepalaku sepertinya memberikan sensasi yang luar biasa baginya. “Aaahh.. aauugghh.. teruss sayangg” desahnya, “Ohh.. sayangg.. enakk sekalii”. aku memvariasikan emutan dengan kocokan kontolnya yang separuhnya berada dalam mulutku. Beberapa saat kemudian si om mempercepat gerakan pinggulnya dan menekan lebih dalam batang kontolnya, tanganku tak mampu menahan laju masuknya ke dalam mulutku. Aku menjadi gelagapan, ku geleng-gelengkan kepalaku hendak melepaskan benda panjang itu tapi malah berakibat sebaliknya, gelengan kepalaku membuat kontolnya seperti dikocok-kocok. Dia bertambah beringas mengeluar-masukan batangnya dan..“Aaagghh.. nikmatt.. Sin.. aku.. kkeelluaarr” jeritnya, pejunya menyembur-nyembur keras didalam mulutku membuatku tersedak, sebagian meluncur ke tenggorokanku sebagian lagi tercecer keluar dari mulutku. Aku sampai terbatuk-batuk dan meludah-ludah membuang sisa yang masih ada dimulutku. “Sorry Sin, ngga tahan.. abis isepan kamu enak banget”. Dia mengambilkan aku minum dan membersihkan sisa peju dari mulutku.
Dia memelukku dengan lembut. Dikecupnya keningku, hidungku dan bibirku. Kecupan dibibir berubah menjadi lumatan-lumatan yang semakin memanas, kami pun saling memagut, lidahnya menerobos mulutku meliuk-liuk bagai ular, aku terpancing untuk membalasnya. Ohh.. sungguh luar biasa permainan lidahnya, leher dan telingaku kembali menjadi sasarannya membuatku sulit menahan desahan-desahan kenikmatan yang begitu saja meluncur keluar dari mulutku. Luar biasa staminya, baru aja ngecret dimulutku, kontolnya dah kembali mengeras. Tak lama kemudian dia merayap naik keatas tubuhku, dia membuka lebih lebar kedua kakiku, dan kemudian kurasakan ujung palkonnya menyentuh mulut memekku yang sudah basah oleh cairan cinta.“Ohh.. om.. ngga tahann.. masukin dong” pintaku. tanganku menggapai batang kontolnya, kuarahkan kemulut memekku dan kugesekkan pada itilku. “Aaagghh” lenguhku panjang merasakan kenikmatan gesekan palkonnya pada itilku. Si om juga dah gak nahan lagi, ditekannya pelan sehingga palkon gedenya mulai melesak kedalam memekku. “Aauugghh.. om.. pelann” jeritku lirih. Dia menghentikan dorongannya, sesaat ia mendiamkan palkonnya dalam kehangatan liang memekku. Kemudian-masih sebatas ujungnya-secara perlahan ia mulai memundur-majukannya. Sesuatu yang aneh segera saja menjalar dari gesekan itu keseluruh tubuhku. Rasa geli, enak dan entah apalagi berbaur ditubuhku membuat pinggulku mengeliat-geliat mengikuti tusukan-tusukannya. “Ooohh.. om.. sshh.. aahh.. enakk om” desahku lirih.
Aku benar-benar tenggelam dalam kenikmatan yang luar biasa akibat gesekan-gesekan di mulut memekku. Mataku terpejam-pejam kadang kugigit bibir bawahku seraya mendesis. “Enak.. Sin” tanyanya berbisik. “Banget om.. oohh enakk.. om.. sshh”
“Nikmatin Sin.. nanti lebih enak lagi” bisiknya lagi. “Ooohh.. om.. ngghh”. Dia terus mengayunkan pinggulnya turun-naik-tetap sebatas ujung palkonnya -dengan ritme yang semakin cepat. Selagi aku terayun-ayun dalam buaian birahi, tiba-tiba dia menekan kontolnya lebih dalam membelah memekku. “Auuhh.. sakitt om” jeritku, dia menghentikan tekanannya. “Kont0l om extra large si, mem3k Sintia kan baru skali ini kemasukan yang gede gini”.
“Pertama sedikit sakit Sin. nanti juga hilang kok sakitnya” bisiknya seraya menjilat dan menghisap telingaku. Entah bujukannya atau karena geliat liar lidahnya, yang pasti aku mulai merasakan nikmatnya kontolnya yang besar-keras dan hangat didalam rongga memekku. Dia kemudian menekan lebih dalam lagi, membenamkan seluruh batang kontolnya dan mengeluar-masukannya. Gesekan kontolnya dirongga memekku menimbulkan sensasi yang luar biasa! Setiap tusukan dan tarikannya membuatku
menggelepar – gelepar. “Ssshh.. ohh .. ahh.. enakk om.. empphh” desahku tak tertahan. “Ohh..Sin.. enak banget mem3k kamu.. oohh” pujibya diantara lenguhannya. “Agghh.. terus om.. teruss” aku meracau tak karuan merasakan nikmatnya hujaman-hujaman kontolnya di memekku. Peluh-peluh birahi mulai menetes membasahi tubuh. Jeritan, desahan dan lenguhan mewarnai pergumulan kami. Menit demi menit kontolnya menebar kenikmatan ditubuhku. Magma birahi semakin menggelegak sampai akhirnya tubuhku tak lagi mampu menahan letupannya.
“Om.. oohh.. tekan om.. agghh.. nikmat sekali om” jeritan dan erangan panjang terlepas dari mulutku. Tubuhku mengejang, kupeluk dia erat-erat, magma birahiku meledak, mengeluarkan cairan kenikmatan yang membanjiri relung-relung memekku. Tubuhku terkulai lemas, tapi itu tidak berlangsung lama.
Beberapa menit kemudian dia mulai lagi memacu gairahku, hisapan dan remasan didadaku serta pinggulnya yang berputar kembali membangkitkan birahiku. Lagi-lagi tubuhku dibuat mengelepar-gelepar terayun dalam kenikmatan duniawi. Tubuhku dibolak-balik bagai daging panggang, setiap posisi memberikan sensasi yang berbeda. Entah berapa kali memekku berdenyut-denyut mencapai klimaks tapi dia sepertinya belum ingin berhenti menjarah tubuhku. aku secara reflex mulai menggerakan pinggulku kekiri kekanan, karuan saja dia mengeliat-geliat merasakan kontolnya diurut-urut oleh memekku. Sebaliknya, kontolnya yang menegang keras kurasakan seolah mengoyak-ngoyak dinding dan lorong memekku. Suara desahan, desisan dan lenguhan saling bersaut.
Selagi posisiku di atas kedua tangannya memainkan toketku. Apalagi ketika tanganku mulai bermain-main diitilku ndiri membuatku menjadi tambah meradang. Kutengadahkan kepalaku, mulutku yang tak henti-hentinya mengeluarkan desahan. Pinggulku semakin bergoyang berputar, mundur dan maju dengan liarnya. Aku begitu menginginkan kontolnya mengaduk-aduk seluruh isi rongga memekku. “Aaargghh.. Sin.. enak banget.. terus Sin.. goyang terus” erangnya. Erangannya membuat gejolak birahiku semakin menjadi-jadi, kuremas toketku sendiri. Ohh aku sungguh menikmati semua ini.
Si om yang merasa kurang puas meminta merubah posisi. Akupun merangkak dan dia menggesek-gesek bibir memekku dengan
palkonnya dari belakang. Tubuhku bergetar hebat, saat kont0l besarnya dengan perlahan menyeruak menembus bibir memekku dan terbenam didalamnya. Tusukan-tusukan kontolnya serasa membakar tubuh, birahiku kembali menggeliat keras. Aku menjadi sangat binal merasakan sensasi erotis batang kontolnya didalam memekku. Namun hujaman-hujaman kontolnya yang begitu bernafsu dalam posisi ‘doggy’ dapat membuatku kembali merintih-rintih.  Sodokan-sodokan dimemekku dan Ibu jarinya membuatku mengerang-erang. “Ssshh.. engghh.. yang keras om.. mmpphh,…Enak banget om.. aahh.. oohh” Mendengar eranganku dia tambah bersemangat menggedor, membuatku tambah lupa daratan.
Sedang asiknya menikmati, dia mencabut kontolnya. “Om.. kenapa dicabutt” protesku. “Masukin lagi om.. pleasee” pintaku menghiba. Perlahan-lahan perasaan nikmat mulai menjalar disekujur tubuhku. “Aaahh.. aauuhh.. oohh om” erang-erangan birahiku mewarnai setiap sodokan kontolnya yang besar itu. Dia dengan buasnya menghentak-hentakan pinggulnya. Semakin keras dia menghujamkan kontolnya semakin aku terbuai dalam kenikmatan.
Akhirnya dia mencabut kontolnya dan merebahkan diri terlentang ditempat tidur dengan kepala beralas bantal, aku bereaki dengan tubuhku menindihinya. Sambil melumat mulutku yang segera kubalas dengan bernafsu ia membuka lebar kedua pahaku dan langsung menancapkan kontolnya kembali kedalam memekku.
Dia memagut leherku dan satu tangannya meremas buah dadaku, dan melengkapinya dengan menghisap pentilku satunya. Aku sudah tidak mampu lagi menahan deraan kenikmatan demi kenikmatan yang menghantam sekujur tubuhku. Hantaman-hantamannya yang semakin buas sungguh tak terperikan rasanya. Hingga akhirnya kurasakan sesuatu didalam memekku akan meledak, keliaranku menjadi-jadi. “Aaagghh.. ouuhh.. om.. tekaann” jerit dan erangku tak karuan. Dan tak berapa lama kemudian tubuhku serasa melayang, kucengram pinggulnya kuat-kuat, kutekan agar kontolnya menghujam keras dimemekku, seketika semuanya menjadi gelap pekat. “Aduuhh.. om.. nikmat sekalii” “Aaarrghh.. Sin.. enakk bangeett” Dia menekan dalam-dalam kontolnya, cairan hangat menyembur dimemekku. Tubuhku bergetar keras didera kenikmatan yang amat sangat dahsyat, tubuhku mengejang berbarengan dengan hentakan-hentakan dimemekku dan akhirnya kami.. terkulai lemas dengan posisi diatas.

“Sin, nikmat banget deh ngentotin kamu, mem3k kamu peret banget deh, kedutannya berasa banget”. “Sintia juga nikmat banget om dimasukin kont0l om yang super gede, penuh deh mem3k Sintia jadinya. Kalo om amblesin smuanya rasanya sampe ke perut deh, kapan om ngasi Sintia kenikmatan kaya gini lagi”. “Bisa diatur kok Sin”.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16 September 2016 by in Cerita Seks and tagged , .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rated

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 4,881,232 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
September 2016
M S S R K J S
« Agu   Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
%d blogger menyukai ini: