Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Bercinta dengan Anak Kost yang Cakep

Sebetulnya aku mendambakan suami yang bisa melayaniku dalam kebutuhan seks. Namun dia tidak bisa mengimbangiku. Karena aku harus menempuh tugas pendidikan S2 aku harus tinggal sendirian di kota tempat aku melanjutkan pendidikanku. Karena sendirian aku kadang kesepian di tempat kost, karena tempat kosku memang bukan untuk kost pada umumnya. Aku sengaja cari paviliun biar tenang. Untunglah aku berkenalan dengan anak pemilik kost yang masih mahasiswa sehingga aku tidak kesepian. Dia sangat tampan menurut ukuranku. Dia cukup atletis dan memiliki bibir seksi. Kami sangat akrab bahkan sangat akrab. Hingga suatu hari kami hanya berdua duduk di teras paviliun rumah. Tempatnya dio belakang dan sejuk membuta kami terbuai. Sambail ngobrol berdua, tidak ada orang di kiri kanan karena hanya aku yang kost, kami berdua duduk bersebelahan dengan rapat. Kemudian dia membuka pembicaraan dengan kembali mengulangi pertanyaannya.namanya juga hari kerja, sensusnya weekend aja, kali lebi banyak yang dirumah”. “Trus aku kapan liburnya kalo weekend kerja”. “Katimbang sia2 gini, mending juga minta libur senin dan selasa tapi weekend kerja”. “Ya gak sia2lah, ketemu bidadari cantik gini, mana sexy lagi”. “Masak si sexy, Dina kurus gini”. Ketika itu aku cuma pake celana pendek dan tank top aja, ndirian di rumah ngapain juga rapi2. Aku memang dengan bapak ibu gak pernah ber aku ria, selalun nyebut diriku Dina, kebawa deh ngomong ma tamu yang sebenarnya gak diundang, tapi kok ya nyenengin. Memang si pahaku jadi terpampang nyata buat dia, juga tanktopku rada tendah bagian dadanya sehingga kalo aku ngebungkuk bisa keliatanlah isi dibalik braku, gak gede si, tapi juga gak kecil2 amat, eh amir.

“Tadi ngintip ya”, kataku sambil membenahi tanktopku agar gak terlalu terbuka bagian dadanya. “Gak ngintip, terpampang kok tadi, jadi pengen ngeremes deh”. “Ih, siang2 panas2 gini omes”. “Mang kamu mo omes ya sekarang, ya bole aja kalo mo liat”.  Dia mengeluarkan laptopnya, ditaruh di meja yang merupakan set sofa butut itu, trus dia buka dan nyalakan. Sebentar kemudian di klik sana sini dan terpampanglah film omes, bule ma abg cina kayanya sedang pelukan di pinggir kolam renang, ceweknya cuma berbikini, sexy banget deh bodinya. Si bule sedang mengulum bibir tu cewek sembari memerah toket montoknya, si cewek ber ah uh ria, serenade wajib kayanya ya di film bokep. “pernah liat yang beginian Din”. “Belon mas. Gak malu ya mreka maen di rekam gini”. “Kan udahannya mreka dibayar, enakkan kerja nikmat gitu dibayar pula”. “Bule punya gede banget ya mas, panjang gitu lagi”, kataku saat si bule mulai menikamkan kontolnya ke memek tu cewek, aku mulai horny liatnya. “Mangnya kamu dah pernah liat kon tol seblelumnya, kok taunya segitu besar. Punyaku segitu lo Din”. “Masak si, kan mas bukan bule”. “Mangnya bule doang yang punya kon tol besar, aku juga punya, mo liat?”

Aku jadi tersipu, aku meletakkan di selangkangannya, trus ada sesuatu yang keras dan besar dibalik celananya. “Diremes boleh nggak”, kataku sambil terus menekan diselangkangannya. Aku mulai menggenggam barang besar itu, kuremas pelan. “Na gitu dong, ntar aku bagi kenikmatan ma kamu deh, kamu dah perna maen ma lelaki kan?” Aku tanpa sadar menggangguk. “Ma sapa Din”.

Aku terdiem, aku sadar tadi salah aku ngangguk. Memang selama ini si bapak yang melampiaskan napsunya padaku, kalo pas si ibu gak da dirumah pasti aku ditariknya ke kamarnya dan dia lampiasin napsunya ke aku, aku jug nikmat kok biar kontolnya si bapak gak segede yang kuliat di video yang dia nyalain, lagian aku jadi dapet gaji dobel. Kerjaan RT digaji a ibu, kerjaan nikmat digaji ma bapak. Sementara aku mengelus selangkangannya, dia mulai meremas pelan toketku. “kecil ya mas”. “Gak lah, segini besar Din, kamu orangnya imut tapi toket kamu besar gini, kenceng lagi” Dia mulai meremasnya pelan dari luar tank topku. “Lepas tanktopnya ya Din, lebi berasa kalo diremes langsung”. “Gak mau ah, masak disini”. “Kan gak da orang Din”. Bener juga dia, dirumah itu cuma ada aku berdua dia. Dia mencium bibirku lembut sekali sehingga aku makin terbuai, napsuku mulai memuncak karena ulahnya. “Mandi dulu yu Din, aku gerah ni”.

Aku heran, kok aku nurut ja waktu dia pengen ke kamar aku ajak dia ke kamar . Kamar itu selalu kujaga kebersihannya sehingga sama bersihnya dengan kamar di kamar si bapak. Mungkin kerna si bapak dah lama juga gak ngebagi kenikmatan ke aku, jadi memekku nagih diisi kontol kali ya. Sesampai di kamar , dia langsung mencium tengkukku, membuatku merinding. Kayanya kalo kaya gini mah gak bakalan ada acara mandi ni. Dipeluknya aku dari belakang sambil ciumannya berlanjut ke belakang telingaku hingga leher. Kedua tangannya mulai meraba-raba toketku yang masih terbungkus pakean. “Mas nakal ih”. “Tapi kamu suka kan”. tanganku meraba ke belakang mencari pegangan di antara kedua kakinya. Kembali teraba sesuatu yang besar dan sangat keras, kuremas dengan gemes barang itu. “Na gitu dong, kan enak jadinya”. Dia juga meraba kancing celpenku, dilepasnya kancingnya, diturunkan ritsluitingnya dan diturunkan celpenku sehingga aku hanya ber cd ria.

Ciumannya kembali ke pundakku, tanktopku ditariknya ketas, aku membantunya dengan mengangkat tanganku ketas juga sehingga terlepaslah tanktop dari tubuhku. dengan gigitan lembut diturunkan tali bra-ku hingga turun ke lengan, begitu pula yang satunya, tak lama kemudian lepaslah bra dari tubuhku. sepertinya dia sangat terlatih untuk menelanjangi perempuan dengan perlahan, sehingga aku makin terangsang dibuatnya. Aku didudukkan di pinggiran bak mandi, dia berlutut di depanku, dicium dan dijilatinya betis dan pahaku hingga aku dibuat kelojotan. Perlahan dia menarik turun cdku hingga terlepas dari tempatnya, kepalanya langsung membenam di antara kedua pahaku, kurasakan jilatan di sekitar selangkangan. jilatannya semakin ganas di daerah memekku, kurasakan jilatan di bibir memekku. Lidahnya terasa menari-nari di bibir memekku, kupegang kepalanya dan kubenamkan lebih dalam ke memekku. Jilatan lidahnya makin mengganas, sehingga aku dibuat makin kelojotan. Jauh lebi nikmat dijilatin dia katimbang si bapak yang selalu menjilati memekku seblon dia membenamkan kontolnya di memekku.

“Mas curang, Dina dah dibukain bajunya, mas ndiri belon”. “Dia cuma senyum aja dan langsung melepaskan pakeannya, semuanya. aku terkaget2 menlihat kontolnya yang luar biasa besar, panjang dan kayaknya dak keras banget. Dia berdiri di hadapanku, kontol hanya berjarak beberapa centimeter dari memekku. kembali dia mencium bibirku, lidahnya bermain2 di mulutku membelit2 lidahku, sementara jari tangannya bermain di liang memekku. Ciumannya berpindah ke leherku, terus turun menyusuri dada dan sampe ke pentilku.

Aku benar-benar dibuat terbakar, napasku sudah tidak karuan, kombinasi antara permainan lidah di pentil dan permainan jari di memekku. “Mas, Dina dah pengen mas”, rengekku sambil mendorong tubuh atletisnya. Dia mengusap-usapkan

palkonnya di bibir memekku yang sudah basah. Perlahan didorongnya kontol besarnya masuk ke liang memekku, memekku terasa sangat melar supaya bisa menampung kontolnya yang besar banget, terasa sekali desakan benda tumpul besar itu mencoba untuk menerobos memekku. Makin dalam masuknya kurasakan kontolnya seolah makin membesar, memekku terasa penuh ketika dia melesakkan seluruhnya ke dalam. “Aagh.. mas.. ennak …”, erangku sambil memandang ke wajah nya yang ganteng dan macho. “Pelan ya mas, gede banget si..” pintaku sambil mencengkeramkan otot memekku pada kontolnya. “Mang yang masuk kecil ya Din, memek kamu cengkeramannya kerasa banget deh Din, baru sekali ni aku ngerasain memek seperet memek kamu”. “Mas punya gede banget si”. “Tapi kamu suka kan”. “Banget mas”. tangan kanannya meremas toketku sedang tangan kirinya meremas pantatku sambil menahan gerakan tubuhku. Kurasakan kontolnya pelan-pelan ditarik keluar, dan dimasukkan lagi saat setengah batangnya keluar, begitu seterusnya, makin lama makin cepat. “Oohh..mas… nikmatnya”, desahku, menerima kocokan kontolnya di memekku. Dia dengan irama yang teratur memompa memekku sambil mempermainkan lidahnya di leher dan bibirku. Aku tak bisa lagi mengontrol gerakanku, desahanku semakin berisik terdengar.

Dia mengangkat kaki kananku dan ditumpangkan di pundaknya, kurasakan penetrasinya semakin dalam. Kocokannya semakin cepat dan keras, diselingi goyangan pantatnya yang meliuk2. Aku makin mendesah dibuatnya, keringat sudah membasahi tubuhku, begitu juga dengan dia. Aku hampir mencapai puncak kenikmatan ketika dia menghentikan kocokannya, dan memintaku untuk berdiri, “Mau dilanjutin di sini atau pindah ke ranjang..?” tanyanya terus menjilati pentilku. Tanpa menjawab aku langsung membelakanginya dan kubungkukkan badanku, rupanya dia sudah tahu mauku, langsung mengarahkan kontolnya ke memekku. Kuangkat kaki kananku dan dia menahan dengan tangannya, sehingga kontolnya dapat masuk dengan mudah. Dengan sedikit bimbingan, melesaklah kontolnya ke memekku, dia langsung menyodok dengan keras, terasa ambles dalem banget di memekku, aku terdongak karena kaget. “Aauugghh.., mas.., teruss..”
teriakku larut dalam kenikmatan.

Sodokan demi sodokan kunikmati, dia menurunkan kakiku, dan kurentangkan lebar sambil tanganku tertumpu pada pinggir bak mandi, tangannya memegang pinggulku dan menariknya saat dia menyodok ke arahku, begitu seterusnya. Rasanya sudah tidak tahan lagi, ketika tangannya meremas toketku dan mempermainkan pentilku dengan jari tangannya, “Mas, Dina .. sudah.. nggak tahan..!” desahku, ternyata Rio langsung menghentikan gerakannya. “Jangan dulu Sayang, kamu belum merasakan yang lebih hebat.” katanya, tapi terlambat, aku sudah mencapai puncak kenikmatan terlebih dahulu. “Aaughh.., maasss..,” teriakku mengiringi orgasme yang kualami, denyutan di memekku terasa terganjal begitu besar. Dia hanya mendesah sesaat sambil tangannya tetap meremas toketku yang ikut menegang. “Ayo mas, mas keluarin juga…” pintaku, aku lemas saking nikmatnya orgasme barusan.

“Terusin dikamar aja yuk say”. Dia mencabut kontolnya yang masi perkasa dari memekku, aku ajak dia ke kamarku.  “Ya gak papa kan, yang penting bisa nerusin di ranjang kamu”. aku memintanya posisi nungging di pinggir ranjang. AKu menginginkan doggie style, dia menuturuti permintaanku. Sekarang posisiku merangkak di ranjangku. Dia berdiri dibelakangku, mengatur posisinya untuk memudahkan penetrasi ke memekku. Setelah menyapukan kontolnya yang masih menegang, dengan sekali dorong masuklah kontolnya semua ke memekku. Meskipun sudah dari tadi terkocok oleh kontolnya, kaget juga aku dibuatnya. Dia langsung memacu kocokannya dengan cepat, kenikmatan kembali menyelimuti tubuhku. Dia menarik rambutku ke belakang sehingga aku terdongak. Berpegangan pada rambutku dia memainkan kocokannya, sesekali pantatnya digoyang ke kiri dan ke kanan, atau turun naik, sehingga memekku seperti diaduk-aduk kontolnya. Dia sungguh pandai menyenangkan prempuan dengan permainannya yang penuh variasi.

Rio mengangkat badannya tanpa melepas kontolnya dariku, kini posisi menungging, sehingga kontolnya makin menancap di memekku tanpa menurunkan tempo permainannya. Aku sudah tidak tahan diperlakukan demikian, dan untuk kedua kalinya aku mengalami orgasme hebat dalam waktu yang relatif singkat, sementara dia masih tetap tegar menantang. “Masih kuat untuk melanjutkan Din..?” “Lemes banget mas”. “Kamu diatas aja ya”. Walaupun lemas aku turuti aja permintaannya. Dia telentang di ranjangku. kukangkangkan kakiku diatas kontolnya yang menjulang keras kaya tugu monas, ku paskan palkonnya menembus memekku dan kuturunkan pelan2. Terasa sekali batang yang besar itu pelan2 terbenam kedalam memekku, sampe akhirnya ambles semuanya. terasa sekali kontolnya yang besar mengganjal di dalam. Aku mulai menggoyang pantatku maju mundur mengocok kontolnya dalam memekku. Semakin cepat kugoyang semakin nikmat rasanya , maka goyanganku semakin cepat dan tambah tidak beraturan. Kuamati wajahnya yang ganteng bersimbah peluh dan terlihat menegang dalam kenikmatan, tangannya meremas-remas toketku sambil mempermainkan pentilku.

Karena sangat lemas, akhirnya goyanganku terhenti. dia menggoyang tubuhku sambil menggerak-gerakkan pinggulnya sehingga memekku tetap terkocok dari bawah, dan kembali orgasmeku tidak terbendung lagi untuk kesekian kalinya. Dia tetap saja mengocok dari bawah, meski dia tahu aku sedang di puncak kenikmatan. Kali ini aku benar-benar lemes, tapi dia tidak juga mengentikan gerakannya. Kutelungkupkan tubuhku di atas tubuhnya, sehingga kami saling berpelukan. Dia memelukku dan mencium bibirku sambil kembali mempermainkan lidahnya, kontolnya masih keras bercokol di memekku, terasa panas sudah. Tidak lama kemudian nafsuku bangkit lagi, kuatur posisi kakiku hingga aku dapat menaik-turunkan tubuhku supaya kontolnya bisa kluar masuk lagi di memekku. Meskipun kakiku terasa lemas, kupaksakan untuk mengocok kontolnya yang sepertinya makin lama makin mengeras.

Melihatku sudah kecapean, aku meminta untuk kembali nungging, kemudian dia berlutut dibelakangku dan dengan mudahnya dia melesakkan kontolnya ke memekku untuk kesekian kalinya. kali ini kocokannya bervariasi antara cepat keras dan pelan. setelah terasa staminaku agak pulih, kuimbangi gerakan sodokannya dengan menggoyang-goyangkan pantatku ke kiri dan ke kanan atau maju mundur melawan gerakan tubuhnya. tidak lama kemudian kurasakan cengkeraman tangannya di pantatku mengencang, kurasakan kontolnya terasa membesar dan diikuti semprotan dan denyutan yang begitu kuat dari kontolnya. Memekku terasa dihantam kuat semprotan pejunya hingga aku terbawa melambung mencapai puncak kenikmatan yang ke sekian kalinya. Kami orgasme secara bersamaan, tubuhku langsung terkulai di ranjang. “Din, nikmat sekali ngentot ma kamu, memek kamu cengkeramannya kuat banget dan denyutannya berasa banget deh”.

Setelah semuanya reda, dia mencabut kontolnya dan terkapar disebelahku yang masih telungkup. Ranjangku memang untuk 1 orang sehingga kami rada bersedakan ketika dia berbaring disebelahku. emek kamu jadi lebi peret lagi Din dan masuknya lebi dalem lagi, nikmatnya bangetz Din”.Dengan langkah gontai aku mengajaknya pindah ke kamar tamu. Aku langsung merebahkan tubuhku di ranjang dan langsung aja terlelap.

Begitu bangun kamu melanjutkan pergumulan lagi. Kepalanya kujambak dan kuarahkan ke memeku dan terbenam di selangkanganku yang telah tebuka lebar. karena permainan lidahnya sungguh membuatku menggelinjang-gelinjang kenikmatan. “Ugh.., shh..!” aku mulai mendesis. Kubenamkan kepalanya lebih dalam untuk mendapatkan kenikmatan lebih jauh. Dia menjilatiku dengan hebatnya hingga beberapa saat kemudian diangkatnya kakiku hingga terpentang dan dia mengganjal pantatku dengan bantal hingga posisi memekku sekarang menantang ke atas. Kembali dia menjilati memekku yang sudah terpampang nyata. Jilatannya kemudian berpindah ke daerah anusku, sambil jarinya mengitik2 itilku. Aku tidak tahu bagaimana menggambarkan dengan kata-kata, kuremas-remas sendiri toketku yang ikut menegang. Tidak tahan menahan sensasi yang berlebihan, akhirnya aku mencapai orgasme duluan. Mulutnya tidak juga beranjak dari memekku, disedotnya lendir kenikmatan dari memekku. “Udah mas….” pintaku menahan kegelian yang melanda selangkanganku.

Lidahnya naik menelusuri perutku dan berhenti di antara kedua toketku lalu mendaki hingga mencapai pentilku. sambil meremas toketku dia mulai mengulum dan mempermainkan pentilku dengan lidahnya. Kedua kakiku dipentangkan dengan lebar dan dia menyapukan palkonnya di bibir memekku dan sebentar kemudian langsung kontolnya ambles kedalam memekku. Perkasa sekali si mas dalam urusan ranjang, kayanya napsunya tinggi terus sehingga kembali dia menggarap memekku dengan kontolnya yang besar panjang keras itu. terasa sekali kontolnya menyodok-nyodok dinding memekku. Tangannya tidak henti meremas dan mengelus kedua toketku, sesekali wajahnya dibenamkan di antara kedua toketku. Dia makin kencang mengocok memekku. Aku menggelinjang makin tidak karuan, “Uugghh..mas, nikmatnya….”

imageKurasakan kenikmatan yang memuncak, dan kembali aku mengalami orgasme beberapa saat kemudian. Tanpa memberiku istirahat, dia membalikkan tubuhku, kini aku tertumpu pada lutut dan tanganku, doggy style. Dia tetap bertugas di belakang, langsung diambleskan kembali kontolnya di memekku yang telah basah karena cairan orgasmeku, pinggangku dipegangnya kemudian dia mengocokku dengan cepat, kurasakan kontolnya makin dalam melesak ke dalam memekku. Dengan terus mengocok, dia mengelus-elus punggungku,kemudian tangannya menjelajah ke dadaku, dielus dan diremasnya dengan keras kedua toketku, sesekali mempermainkan pentilku, kegelian dan kenikmatan bercampur menjadi satu.

Kemudian ditengah permainan dia mengganti posisi lagi. Dia telentang diranjang dengan kontol yang masih mengacung keatas. aku menaiki tubuhnya, kuatur tubuhku hingga memekku pas dengan kontolnya yang sudah menunggu, lalu kuturunkan pantatku dan bles. Langsung saja aku bergoyang salsa di atasnya. Kini aku pegang kendali, pantatku kuputar-putar sehingga memekku terasa diaduk-aduk olehnya. Dia memegangi kedua toketku dan meremasnya. Pantatku tidak pernah berhenti bergoyang di atasnya, dia belum juga memperlihatkan tanda-tanda akan orgasme. Aku mengganti gerakanku, kini turun naik di atasnya, ternyata dia melawan gerakanku dengan menaik-turunkan pantatnya berlawanan denganku sehingga kontolnya makin menancap dalam, tangannya tidak pernah melepas remasannya dari toketku. Dia terus saja mengocok memekku dari bawah. Tidak lama setelah mengocokku dari bawah, kurasakan badannya menegang kemudian disusul denyutan keras dimemekku. Begitu keras dan deras semprotan pejunya hingga aku tersentak kaget menerima sensasi itu hingga aku menyusul orgasme sesaat setelahnya. Begitu nikmat. Tubuhku langsung melemas, aku langsung terkulai di atas tubuhnya, “Mas, luar biasa nikmatnya, Dina lemes banget deh, mas kuat amir si ngentotin Dina”. “Bisnya aku napsu kamu ma kamu Din, makanya kontolku bawaannya pengen ngaduk memek kamu terus”. “Istirahat lagi ya mas, mas masi mo lagi ya”. “So pasti Din, bisa sampe malem kan aku ngentotin kamu”. Napasku masi ngos-ngosan, aku dapat merasakan degup jantungnya yang masih kencang, keringat kami sudah bercampur menjadi satu. Kontolnya masih tertanam di memekku meskipun sudah melemas hingga akhirnya keluar dengan sendirinya.

Aku ke kamar mandi yang ada disebelah kamar tamu, kuguyurkan air hangat dari shower di sekujur tubuhku, kusiram rambutku yang lengket karena kringet. Kemudian aku keluar dari kamar mandi, kulihat dia sedang duduk di sofa, kami masih bertelanjang. Aku merasa lapar, segera aku ngangetin makanan yang ada buat aku dan kami makan berdua, mesra sekali rasanya makan sambil telanjang ditemani lelaki ganteng yang barusan menggarap memekku abis2an.Setelah istirahat selesai makan, kembali aku duduk di sofa, kali ini sofa tamu bukan sofa bututku. Dia rupanya dah napsu lagi, dia mulai menciumi leherku sambil meremas-remas toketku. ciuman dari leher terus turun ke dada, sekarang dia mengulum pentilku di kiri dan kanan. Dia terus aja merangsang aku abis2an. segera dia jongkok diantara pahaku, melebarkannya dan lidahnya mulai menjelajah di memekku. dipermainkannya memekku dengan lidah dan jari tangannya. Dengan kemahiran permainan lidah nya, aku sudah terbakar birahi, kepalanya kujepit dengan kedua kakiku supaya lebih merapat diselangkanganku. “Mas, Dina dah pengen dimasukin lagi mas”, rengekku, gak tahah aku dirangsang sedemikian hebatnya. Dia menarik aku sehingga pantatku ada di pinggiran sofa, segera dia menyapukan kepala palkonnya ke memekku, dn tak lama kemudian kontol besarnya dah ambles lagi dimemekku. Segera dia mengocok memekku dengan cepat dan keras, mulutku dibungkam dengan ciuman bibirnya. Kocokan kontolnya bertambah cepat, iramanya susah ditebak karena terlalu banyak improvisasi, aku kewalahan mengikuti iramanya.

setengah jalan, dia menghentikan permainan nikmatnya, dia minta aku nungging sehingga kembali dia melakukan gaya kesukaannya, dogi. Sodokan awal perlahan, tapi selanjutnya makin keras dan cepat. Kugoyang-goyangkan pantatku mengikuti irama nya, makin lama makin terasa nikmatnya, cukup lama dia mengocokku dengan berbagai variasi gerakan. Setelah beberapa lama dengan doggy style, lututku terasa capek. Aku merangkak naik ke sofa yang tetap dengan posisi doggy. Kunikmati sodokan dari belakang entah sudah berapa lama berlangsung, lututku sudah lemas, tapi serangan dari belakang tidak menurun juga, sampe akhirnya kurasakan denyutan-denyutan di dinding memekku dan kudengar teriakannya pertanda dia orgasme. “Din, nikmatnya….” terasa sekali semburan dahsyat pejunya menghantam memekku kembali sehingga hal ini langsung membuahkan orgasmeku untuk kesekian kalinya. Luar biasa nikmatnya hari ini buat aku, kenikmatan melanda diriku terus2an. Luar biasa lelaki yang satu ini, aku si sangat ngarepin dia akan sering mampir kemari kalo rumah kosong dan menggarap kontolnya abis2an.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 Desember 2016 by in Gaya Bercinta and tagged .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rating

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 5,855,819 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
Desember 2016
M S S R K J S
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d blogger menyukai ini: