Woman On Top

Panduan Seks Wanita Dewasa (22+)

Bercinta dengan Anak Ibu Kost (1)

Sebetulnya aku mendambakan suami yang bisa melayaniku dalam kebutuhan seks. Namun dia tidak bisa mengimbangiku. Karena aku harus menempuh tugas pendidikan S2 aku harus tinggal sendirian di kota tempat aku melanjutkan pendidikanku. Karena sendirian aku kadang kesepian di tempat kost, karena tempat kosku memang bukan
untuk kost pada umumnya. Aku sengaja cari paviliun biar tenang. Untunglah aku berkenalan dengan anak pemilik kost yang masih mahasiswa sehingga aku tidak kesepian. Dia sangat tampan menurut ukuranku. Dia cukup atletis dan memiliki bibir seksi. Kami sangat akrab bahkan sangat akrab. Hingga suatu hari kami hanya berdua duduk di teras paviliun rumah. Tempatnya dio belakang dan sejuk membuta kami terbuai. Sambail ngobrol berdua, tidak ada orang di kiri kanan karena hanya aku yang kost, kami berdua duduk bersebelahan dengan rapat. Kemudian Ary membuka pembicaraan dengan kembali mengulangi pertanyaannya.
“Berapa lama kamu tugas di luar kota?” Kujawab, “Yah.. dua bulanan, memang kenapa Ri? “Apa Wita nggak akan kesepian begitu cukup lama tinggal sendirain?” kata Ary. “Yah tentunya normal dong kesepian, apalagi nggak disiram-siram.” kuulangi jawaban
yang sama sambil kupandang wajah Ary dengan ekspresi menggoda.
Tiba-tiba Ary tak sengaja meletakkan tangannya di pundakku dan menatapku. Tak mau mau kalah aku dengan beraninya menarik wajahnya. Kemudian aku mencium pipi dan melumat bibirnya dengan penuh nafsu. Dia meladeni ciumanku. Diriku seperti terbang, kulayani lumatan bibirnya dengan penuh nafsu pula. Sambil berciuman, dengan lirih Ary bertanya, “Oh Wita sangat cantik, boleh nggak Ary mengisi kesepian Wita?” Sebagai jawaban kubisikkan di telinganya, “Oh.. Ri, boleh saja, Wita memang kesepian dan butuh orang yang dapat memuaskan..”
Sambil berciuman, tangan Ary membuka kancing bajuku dan memasukkan tangannya di balik kutangku sambil meremas-remas buah dadaku dan memilin-milin puting susuku.

Tubuhku menggelinjang menahan rangsangan tangannya. Kemudian tangannya terus turun ke bawah, dari balik rokku dan celana dalamku yang sudah basah, ia memasukkan jari-jari tangannya mempermainkan klitorisku. Setelah sama-sama tela

Hasil gambar untuk sex in the carnjang, Nafsuku semakin naik, dengan lirih aku mengerang, “Oh.. oh Ri, aduh Ary pinter sekali. . oh.. puaskan Wita Ri.. Oh ..” Dengan semangat Ary. mempermainkan vaginaku sambil kadang-kadang ia melumat bibirku. Tubuhku terasa terbang menikmati permainan jari-jari tangannya di vaginaku. Kurasakan satu dan akhirnya dua jari Ary masuk ke dalam lubang vaginaku. “Oh.. Ri.. aduh.. enaknya Ri.. oh terus Ri..” aku mengerang menahan kenikmatan. Mendengar eranganku, kedua jari tangan Ary makin mengocok lubang vaginaku dengan gerakan yang sangat merangsang. Dan akhirnya, beberapa menit kemudian karena tak tahan, aku mencapai orgasme. “Oh Ri, aagh.. Wita keluar Ri..” Kujilati seluruh permukaan wajah Ary dan kulumat bibirnya dengan nafsuku yang masih tinggi. Ary masih tetap memainkan kedua jarinya di dalam vaginaku. Begitu hebatnya permainan kedua jari tangan Ary yang menyentuh daerah-daerah sensitif di dalam lubang vaginaku, membuatku orgasme sampai tiga kali.

Kelihatannya Ary begitu bernafsu dan saat itu ia mengajakku bersetubuh.“Wita.. boleh nggak Ary masukkan kontol Ary ke dalam apem Wita?”Kujawab saja, “Jangan di
sini Ri, bahaya kalau ketahuan, nanti di rumah saja ya Yang..” Tak mau berlama-lama kuajak dia ke kamarku. Dengan sekali dorongan di tempat tidur dia terlentang di tempat dengan kontol yang ngaceng menantangku. AKu tak tak sabar dengan nafsuku. Kupegang kontolnya selanjutnya kukocok, kujilat, kuremas. Beberapa menit aku asik memainkan kontolnya hingga mulutku terasa sesak dan pegal. Sambil bersimbah aku mainkan aksiku mengerjain kontolnya dengan posisi sambil duduk. Aku minta dia telentang di lantai untuk oral seks di bawah. Ganti posisi 69 dengan aku diatas membuat aku sangat puas. Sambil posisi 69 dan kutunggangi dia aku mengulum dan mongocok kontolnya. Kami ‘terjebak’ dalam posisi 69. Dengan liar lidahnya menjelajahi permukaan vaginaku. Dia menikmati aksiku dan aku menikmati aksi jilatan lidah di memekku. Tangannya meremas kedua payudaraku mengimbangi kenikmatan di memekku. Aku lebih pengalaman harus mengajarinya karena dia memang belum pengalaman. Hingga kurasakan di mulutku kontolnya sudah makin mengeras segera kuarahkan ke vaginaku. Kutunggangi dia.

Kuarahkan kontolku ke dalam memeku yang sudah dari siap menelan kontolnya. Rasa nikmat luar biasa menghinggapiku, ketika batang penisnya mulai menerobos liang
vaginaku. “Uh.. Nikmat sekali.. aku suka kontolmu.. Enak..”
desahku sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas
tubuhnya.
“Heh.. Heh.. Heh..” begitu suara yang terdengar dari mulutku.
Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas kontolnya. “aku suka.. Ahh.. Ngentotin anak muda.. Ahh.. Seperti kamu.. Yes.. Yes..” aku terus meracau sambil menikmati tubuhnya. Tangannya kemudian menarik tanganku dan meletakkannya di payudaraku yang bergoyang-goyang berirama. Diapun aku minta meremas-remas payudara kenyal itu. Suara desahanku semakin menjadi-jadi. “Enak.. Ahh.. Ayo terus.. entotin aku .. Ah.. Anak pintar.. Ahh..” Tak lama tubuhku mengejang. Dengan lenguhan yang panjang, aku mengalami orgasme yang kedua kalinya kemudian rubuh di atasnya. Karena dia belum ejakulasi, nafsukupun masih tinggi menunggu penyaluran. Dibalikkan tubuhnya dan digenjot penisnya dalam liang kewanitaanku. Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku. Kali ini eranganku
yang menggema dalam kamar tidur itu. “Oh.. Enak Ary .. Yes.. Yes..” erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan guncangan.
“AKu mau keluar Wit ..” kata dia ketika aku merasakan air mani sudah sampai ke vaginaku. “Keluarin di mulutku, sayang..” Akupun mencabut keluar penisnya dan mengarahkannya ke wajah ku. AKu langsung meraih penisnya, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulutku. “Ahh.. ahh..” jeritnya ketika dia menyemburkan spermanya dalam mulutku. Sambil mengocok kontol hingga hampir seluruh sperma masuk ke dalam mulutku.
Hasil gambar untuk sex in the carSetelah puas mengulum dan menyedot spermana aku mengeluarkan penisnya dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan wajahku. Dengan nafsu aku menjilati seluruh batang kontol yang penuh sperma. Pemandangan indah ini membuatku dia berdaya dan aku rebah. Sementara aku menindih dan menciuminya. “Enak sayang?” tanyanya sambil tersenyum genit. “Enak Dunk … jawabku. Malamnya aku minta dia untuk janjian untu bercinta lagi. Dia setuju. Sesampainya di pavilium rumah, selesai mandi kukenakan daster tidurku tanpa celana dalam, dan kusemprotkan parfum di tubuhku, siap menanti pria yang akan mengisi kebutuhan seksku.  Sambil tidur-tidur ayam, kunantikan Ary masuk ke kamarku.

Sekitar jam 01:00, kulihat pintu kamar yang sengaja tidak kukunci secara perlahan Hasil gambar untuk sex in the cardibuka orang. Kulihat Ary masuk. Setelah ia menutup kembali pintu kamar dan menguncinya, ia menuju tempat tidurku dan langsung menindih tubuhku dan menciumi wajah serta bibirku. Sambil menciumiku, tangannya menggerayangi vaginaku. Ary berkata, “Wah sudah siap nih ya.. nggak pakai celana dalam..” Tak berapa lama Ary mengangkat dasterku dan mempermainkan klitorisku dan sesekali memasukkan jarinya ke lubang vaginaku, membuatku melayang dan vaginaku cepat banjir.
Ternyata Ary juga sudah siap dengan tidak memakai celana dalam. Digesek-gesekannya kontolnya yang sudah mengeras di pahaku sambil jari-jari tangannya mempermainkan vaginaku. Kubalas gerakan Ary dengan meremas-remas dan mengocok kontolnya. Nafsuku semakin naik, begitu juga Ary karena nafasnya terdengar semakin memburu. Sambil tersengal-sengal, ia melenguh, “Oh.. oh.. Wita.. Ary sudah nafsu.. Wita haus kan.. Ary masukkan ya..” Aku pun sudah tidak tahan, “Oh Ri.. masukkan cepat kontolnya.. Wita sudah nggak tahan.. Ohh
Ri..” kami berguling-guling bergantian diatas. Kasurku berantakan seperti kapal pecah karena aksi pergumulan seru kami. AKu tak peduli. Layaknya orang berkelahi kami bergantian saling menindih dan mengunci. Tak sabar juga aku akhirnya aku pasrah. Kemudian, “Slep..” kurasakan kontol Ary yang lebih besar dan panjang dibandingkan lontong suamiku itu masuk dengan mudah masuk ke dalam lubang vaginaku yang sudah benar-benar basah itu. Kurasakan kontolnya sampai menyentuh dinding vaginaku yang terdalam. “Oh.. Ri.. aduh enaknya Ri.. oh gede Ri..” aku merintih, sambil kupeluk erat tubuh Ary. Kudengar pula rintihan Ary sambil menurun-naikkan kontolnya di dalam vaginaku. “Oh.. oh.. agh.. Wita, enak sekali apem Wita.. oh.. aagh..” Dari cara permainannya, aku merasakan Ary belum berpengalaman dalam hal seks dan kelihatannya baru pertama kali ia berbuat begini. Mungkin karena begitu
Gambar terkait nafsunya kami berdua kurang lebih 10 menit menikmati hujaman kontol Ary, aku sudah mau mencapai orgasme. “Oh.. agh.. aduh Ri.. cepatkan tusukannya Ri.. Wita mau keluar.. oh…aagh..” Kurasakan Ary pun sudah mau orgasme. “Oh.. agh.. Mbak, Ary juga mau keluar.. oh.. aaaghh..” Tak lama kemudian, berbarengan dengan keluarnya aku, skurasakan semburan sperma yang keluar dari penis Ary yang masih perjaka, keras dan berkali-kali memenuhi lubang vaginaku. Kucabut kontolnya dari vaginaku selanjutnya kugarap kontolnya dengan mulutku agar aku bisa menikmat spermanya. Ingin aku merasakan sperma perjaka. wowwww … kukocok … kusedot lagi. Spermanya makin muncrat dan kutelan bulat-bulat kontolnya hingga semprotan spermanya masuk kerongkonganku … benar-benar nikmat. Selanjutnya kujilat sisa-sisa sperma yang menempel di ujung batang kontolnya dan perutnya. Kumainkan lidahku dan sesekali kumainkan tanganku agar spermanya keluar lagi. Kontolnya masih keras sehingga aku bersemangat untuk mengulumnya. Sementara dia makin menggelinjang kegelian tak karuan. Kami berdua berpelukan erat merasakan kenikmatan yang tiada taranya ini. Kubisikkan di telinga Ary, “Terima kasih Ri, Mbak puas sekali..” Ary pun berbisik, “Aduh Wita, baru pertama kali ini Ary rasakan enaknya apem.. Wita puas kan..” tambahnya. Kemudian, Ary mencabut kontolnya dari dalam lubang vaginaku. Aku berusaha menahannya karena aku ingin nambah lagi. Ary berbisik, “Besok-besok aja lagi, sekarang
Ary harus keluar.. takut ada orang yang bangun..” Setelah mengecup kening dan pipiku, Ary permisi keluar. Kubisikkan di telinganya, “Hati-hati ya Ri.. jangan sampai ketahuan orang lain..” Walaupun belum begitu puas, tapi hatiku
bahagia bahwa Ary akan mengisi kesepian dan memenuhi kebutuhan seksku selama suami di luar kota….

bersambung …..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 15 Januari 2017 by in Cerita Seks and tagged .

Arsip

Artikel Paling Disuka

Foreplay Afterplay

Koleksi CD & Lingerie

Dapatkan Artikel Terbaru

Bergabunglah dengan 221 pengikut lainnya

Hot Video

Funny Horny (Horny Parodi )

Hot Kiss

Teknik Berciuman Hot

Teknik Oral Seks

Tentang Pria

Tips Seksi

Teknik Bercinta

Tips Seni Bercinta

Posisi Bercinta Favourit

Tips Hot Malam Ini

Gaya Bercinta Malam Ini

Top Rating

Galeri Info

Tips Penghasilan

Referensi

Pengunjung

  • 6,381,749 hits
HTML hit counter - Quick-counter.net PageRank Checker
Januari 2017
M S S R K J S
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d blogger menyukai ini: